Banyak orang mengira ganti merek BBM tak jadi masalah selama angka RON-nya sama. Padahal, tiap produk punya formula dan karakter berbeda yang bisa memengaruhi kinerja mesin.
Bahkan, melansir laman Suzuki, kebiasaan sering berpindah merek BBM tanpa pertimbangan bisa menimbulkan efek berbahaya pada kendaraan.
Informasi lebih lanjut, berikut Popmama.com sajikan informasi tentang 7 dampak sering ganti merek BBM walau RON sama. Simak di bawah!
7 Dampak Sering Ganti Merek BBM Walau RON Sama

1. Performa mesin menurun
Terlalu sering mengganti jenis bahan bakar bisa membuat performa mesin menurun. Tarikan terasa lebih berat, respons melambat, bahkan mobil bisa lebih sulit dinyalakan, terutama saat pagi hari.
Hal ini terjadi karena mesin harus terus menyesuaikan diri dengan karakter bahan bakar yang berbeda. Akibatnya, proses pembakaran menjadi kurang konsisten dan mesin bekerja lebih keras dari seharusnya.
2. Mempercepat kerusakan komponen mesin
Sering mengganti jenis bahan bakar dapat mempercepat keausan komponen mesin. Ruang bakar, piston, dan ring piston jadi lebih rentan aus karena proses pembakaran tidak berjalan stabil.
Jika dibiarkan, katup mesin juga bisa terganggu dan pembakaran menjadi tidak maksimal. Hal itu membuat risiko kerusakan meningkat dan biaya perbaikan pun bisa lebih besar.
3. Konsumsi BBM jadi lebih boros
Terlalu sering mengganti jenis BBM bisa membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Mesin harus terus beradaptasi dengan karakter yang berbeda, sehingga kinerjanya tidak lagi seefisien saat menggunakan satu jenis BBM secara konsisten.
Akibatnya, mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Dalam jangka panjang, pengeluaran untuk isi BBM pun jadi terasa lebih besar. Jika kebiasaan itu terus dilakukan, konsumsi bahan bakar kendaraan terus meningkat.
4. Emisi gas buang meningkat
Sering berganti bahan bakar dapat membuat proses pembakaran tidak sempurna, sehingga emisi gas buang meningkat. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga menandakan mesin tidak bekerja secara optimal.
Selain itu, emisi berlebih bisa mempercepat kerusakan komponen seperti katalisator yang berfungsi menyaring polusi. Menjaga konsistensi penggunaan BBM membantu emisi tetap terkendali sekaligus menjaga performa mesin lebih stabil.
5. Penumpukan kerak di ruang bakar
Terlalu sering mengganti BBM bisa memicu penumpukan kerak di ruang bakar dan katup. Residu dari proses pembakaran yang tidak konsisten akan menempel dan mengganggu kerja mesin.
Akibatnya, kompresi menurun dan tenaga yang dihasilkan tidak lagi optimal. Jika dibiarkan, kerak juga dapat mengganggu sistem pembakaran dan membuat mesin bekerja lebih berat hingga lebih cepat aus.
6. Sistem injeksi lebih cepat kotor
Perbedaan formula aditif antar merek BBM juga bisa memengaruhi kebersihan sistem injeksi. Saat bahan bakar sering diganti, endapan mikro dari proses pembakaran berpotensi menyumbat injektor secara perlahan.
Injektor yang kotor tidak dapat menyemprotkan bahan bakar secara presisi. Dampaknya, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal sehingga performa mesin menurun.
7. Risiko engine knocking
Meski RON sama, karakter pembakaran tiap merek BBM tetap berbeda. Jika mesin tidak sempat beradaptasi dengan baik, risiko terjadinya knocking atau mesin “ngelitik” bisa meningkat, terutama pada kendaraan dengan kompresi tinggi.
Knocking terjadi karena pembakaran tidak berlangsung secara stabil di ruang bakar. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak piston dan komponen internal lainnya. Mesin pun terasa ngempos, kurang responsif, dan tidak bertenaga saat akselerasi.
Itu dia informasi tentang 7 dampak sering ganti merek BBM walau RON sama. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini bisa memengaruhi performa hingga umur pakai mesin dalam jangka panjang.
FAQ Tentang Dampak Sering Ganti Merek BBM
1. Apa sebenarnya arti angka RON pada BBM? | RON (Research Octane Number) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan knocking atau pembakaran dini. Semakin tinggi RON, semakin cocok untuk mesin dengan rasio kompresi tinggi. |
2. Apakah semua kendaraan wajib menggunakan BBM dengan RON tinggi? | Tidak. Pemilihan RON sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Menggunakan RON lebih tinggi dari kebutuhan tidak selalu membuat performa lebih baik. |
3. Apakah mencampur dua merek BBM berbeda dalam satu tangki berbahaya? | Secara umum tidak langsung merusak, tetapi campuran formula aditif yang berbeda bisa membuat karakter pembakaran kurang optimal jika terlalu sering dilakukan. |