8 Deretan Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia yang Menggemparkan

Sejak 1944, Indonesia mencatat sejumlah kecelakaan kereta api besar, dari Padang Panjang hingga Bintaro, yang menewaskan ratusan orang dan meninggalkan duka mendalam.
Penyebab utamanya meliputi gangguan sinyal, miskomunikasi antarpetugas, serta pelanggaran operasional yang memicu tabrakan fatal di berbagai daerah.
Kecelakaan terbaru terjadi pada 27 April 2026 di Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, menewaskan 16 orang serta melukai lebih dari seratus penumpang.
Kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur kembali mengingatkan publik insiden perkeretaapian masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
Jika menilik ke belakang, Indonesia memiliki catatan panjang mengenai tragedi kereta api yang mengguncang masyarakat.
Sejumlah kecelakaan besar di berbagai daerah meninggalkan dampak mendalam dan tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah transportasi nasional.
Berikut Popmama.com sajikan informasi deretan kecelakaan kereta api terparah di Indonesia yang menggemparkan. Simak di bawah!
Table of Content
1. Kecelakaan Kereta Padang Panjang (22 Desember 1944)

Tragedi ini terjadi pada 22 Desember 1944 ketika sebuah kereta melintasi jalur turunan ekstrem di kawasan Lembah Anai, Sumatra Barat. Dalam perjalanan tersebut, kereta diduga kehilangan kendali akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi dengan baik.
Rangkaian kemudian melaju tanpa kendali hingga keluar dari rel. Insiden ini menewaskan sekitar 200 orang, sementara 250 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah Indonesia.
2. Tragedi Bintaro (19 Oktober 1987)

Selanjutnya, ada Tragedi Bintaro yang terjadi pada 19 Oktober 1987 menjadi salah satu kecelakaan kereta paling dikenang di Indonesia.
Dua kereta bertabrakan langsung dari arah berlawanan di kawasan Pondok Betung, Bintaro, saat kondisi penumpang sedang sangat padat.
Benturan keras membuat dampaknya begitu besar. Sekitar 150 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.
3. Tabrakan Kereta Api Ratu Jaya (20 September 1968)

Pada 20 September 1968, dua kereta yakni kereta uap dan kereta diesel bertabrakan di jalur yang sama di kawasan Ratu Jaya, Depok. Insiden ini diduga terjadi akibat gangguan sinyal serta kesalahan komunikasi antarpetugas.
Kecelakaan tersebut menewaskan 116 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
4. Kecelakaan KRL Depok (2 November 1993)

Kecelakaan KRL Depok terjadi pada 2 November 1993 saat jam sibuk pagi. Dua rangkaian KRL bertabrakan di jalur tunggal setelah keduanya masuk ke lintasan yang sama dari arah berlawanan.
Insiden ini diduga dipicu oleh miskomunikasi antarpetugas. Akibatnya, 20 orang meninggal dunia dan sekitar 100 lainnya mengalami luka-luka.
5. KA Empu Jaya vs Gaya Baru Malam Selatan (25 Desember 2001)

Pada 25 Desember 2001, kecelakaan terjadi di Brebes ketika KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti di jalur. Tabrakan dari belakang ini menimbulkan kerusakan besar pada kedua rangkaian.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh kelalaian operasional serta pelanggaran sinyal perjalanan. Akibat kejadian ini, 30 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
6. Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KA Senja Utama (2 Oktober 2010)

Kecelakaan ini terjadi pada 2 Oktober 2010 di Stasiun Petarukan, Pemalang, saat dini hari. KA Argo Bromo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di jalur, diduga akibat pelanggaran sinyal perjalanan.
Benturan dari belakang menyebabkan beberapa rangkaian keluar jalur. Peristiwa tersebut menewaskan 34 orang, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
7. KA Kertajaya vs KA Sembrani (14 April 2006)

Pada 14 April 2006, kecelakaan terjadi di Stasiun Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, saat dini hari. KA Sembrani yang melaju sekitar 70 km/jam masuk ke jalur yang belum bebas dan sempat melakukan pengereman darurat.
Namun, tabrakan tetap terjadi dengan KA Kertajaya yang bergerak mundur di area wesel. Benturan keras membuat beberapa rangkaian terguling hingga ke area persawahan. Insiden ini menewaskan 14 orang.
8. Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Bekasi (27 April 2026)

Kecelakaan terbaru terjadi pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa bermula saat sebuah taksi tertabrak KRL dari arah Cikarang di perlintasan. Situasi itu membuat jalur belum sepenuhnya aman, sehingga KRL tujuan Jakarta–Cikarang harus berhenti di stasiun.
Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari belakang menabrak KRL yang sedang berhenti. Benturan keras membuat bagian depan kereta masuk ke gerbong belakang KRL.
Update korban hingga 29 April 2026 pukul 13.00 WIB, tercatat 16 orang meninggal dunia dan 106 orang lainnya mengalami luka-luka.
Itu dia deretan kecelakaan kereta api terparah di Indonesia yang menggemparkan. Setiap peristiwa menjadi pengingat keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
FAQ Tentang Kecelakaan Kereta Api
| 1. Apa penyebab paling umum kecelakaan kereta api? | Penyebab paling umum meliputi kesalahan manusia, gangguan sinyal, kerusakan teknis, kondisi jalur, hingga faktor eksternal seperti kendaraan di perlintasan sebidang. |
| 2. Apakah kereta api termasuk transportasi yang aman? | Secara umum, kereta api tetap menjadi salah satu moda transportasi paling aman. Namun, tingkat keselamatannya sangat bergantung pada sistem operasional, perawatan, dan kepatuhan terhadap prosedur. |
| 3. Apa itu perlintasan sebidang yang sering disebut dalam kecelakaan? | Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan jalur kereta dengan jalan raya pada level yang sama. Area ini sering menjadi lokasi rawan kecelakaan jika tidak dijaga atau dilintasi secara sembarangan. |


















