7 Efek Autoimun pada Tubuh, Rambut Rontok Salah Satunya!

- Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan keliru menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh sendiri, sehingga gejalanya dapat muncul bersamaan di berbagai bagian tubuh.
- Tanda yang perlu diperhatikan meliputi nyeri sendi atau otot, demam berulang tanpa infeksi jelas, kelelahan ekstrem, serta ruam, gatal, atau perubahan kulit.
- Autoimun juga dapat berkaitan dengan perubahan berat badan drastis, gangguan pencernaan berulang, dan rambut rontok berlebihan hingga bercak botak.
Pernahkah kamu merasa mudah capek padahal udah tidur cukup? Atau tiba-tiba kulit gatal-gatal dan berat badan naik turun tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi itu bukan cuma soal kurang istirahat, melainkan sinyal dari sistem imun yang salah sasaran alias autoimun.
Melansir National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit dan infeksi justru keliru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.
Efeknya bisa muncul di berbagai bagian tubuh dan kadang datang barengan, jadi penting buat kamu mengetahui tanda-tandanya sejak awal.
Supaya kamu dapat memperhatikan tubuh kamu, berikut Popmama.com mengulas 7 efek autoimun yang muncul dan perlu kamu waspadai. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Peradangan sendi

Pexels/Towfiqu barbhuiya Salah satu efek yang paling mudah dikenali dari autoimun adalah rasa nyeri di sendi atau otot yang datang tiba-tiba. Mengutip Find Me Cure, nyeri sendi dan otot ini bisa jadi tanda dari beberapa jenis autoimun sekaligus, mulai dari rheumatoid arthritis hingga Hashimoto's thyroiditis.
Menurut Parsley Health, nyeri otot dan sendi yang tidak kunjung reda juga dapat mengarah pada lupus. Kalau kamu merasa sakit di seluruh badan padahal tidak baru saja berolahraga berat, ada baiknya memeriksakan darah untuk memastikan penyebabnya.
Dikutip dari NIEHS, banyak jenis autoimun, seperti rheumatoid arthritis, memang menyasar area sendi dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan seperti paparan bahan kimia tertentu.
2. Demam

Pexels/Hải Nguyễn Selain nyeri sendi, demam ringan yang hilang-timbul juga jadi salah satu tanda tubuh sedang berperang melawan dirinya sendiri. Menurut NIEHS, kondisi autoimun seperti lupus bisa menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga kronis, demam, hingga gejala mirip flu.
Bedanya, demam akibat autoimun biasanya datang tanpa sebab infeksi yang jelas dan bisa berulang. Kalau kamu sering demam tanpa alasan yang masuk akal, jangan buru-buru menganggapnya masuk angin biasa.
3. Kelelahan ekstrem

Pexels/Ron Lach Ini dia efek autoimun yang paling sering disepelekan: rasa lelah yang tidak hilang meski udah istirahat cukup. Mengutip Find Me Cure, kelelahan dan brain fog bisa jadi tanda paling awal dari autoimun, apalagi kalau muncul meski kamu sudah tidur 8 sampai 9 jam.
Dilansir dari Parsley Health, rasa lelah ini kadang berkaitan dengan anemia akibat peradangan kronis dalam tubuh. Jadi, kalau kamu ngerasa capek berat setiap hari tanpa alasan jelas, jangan anggap remeh, ya.
4. Masalah pada kulit

Pexels/Towfiqu barbhuiya Kulit sering menjadi cermin pertama yang menunjukkan adanya peradangan di dalam tubuh. Menurut Find Me Cure, ruam, kemerahan, gatal, atau area kulit yang menjadi lebih sensitif tanpa sebab jelas bisa menandakan peradangan yang sedang terjadi.
Mengutip Parsley Health, ruam merah, gatal, atau bersisik yang hilang-timbul bisa menjadi tanda awal lupus atau psoriasis. Bahkan jerawat dan eksim yang tiba-tiba muncul pun perlu diwaspadai kalau tidak biasanya begitu.
5. Fluktuasi berat badan

Pexels/Andres Ayrton Berat badan yang naik atau turun drastis tanpa perubahan pola makan juga masuk daftar efek autoimun yang perlu kamu perhatikan. Mengutip Find Me Cure, kondisi seperti hipotiroidisme dapat memperlambat metabolisme sehingga berat badan naik meski asupan makanmu tetap sama.
Melansir Parsley Health, gangguan tiroid akibat autoimun dapat membuat metabolisme terasa "macet" dan memengaruhi berat badan secara signifikan. Kalau timbangan kamu berubah drastis tanpa sebab yang masuk akal, ini layak jadi perhatian.
6. Masalah pencernaan

Pexels/Sora Shimazaki Perut yang sering kembung, kram, atau diare berulang kadang dianggap cuma gara-gara salah makan. Padahal, menurut Find Me Cure, gangguan pencernaan yang muncul tiba-tiba disertai tanda peradangan lain bisa jadi sinyal penyakit radang usus atau IBD.
Mengutip Parsley Health, hal ini menyebutkan bahwa nyeri perut dan kembung yang datang dan pergi bisa mengarah ke Crohn's disease atau celiac disease. Makin lama dibiarkan, gangguan ini bisa makin merusak saluran pencernaan.
7. Rambut rontok

Pexels/Towfiqu barbhuiya Efek autoimun terakhir yang sering bikin khawatir adalah rambut rontok berlebihan atau bahkan sampai muncul bercak botak. Mengutip Parsley Health, rambut yang menipis atau rontok drastis dapat dikaitkan dengan penyakit Graves atau alopecia areata.
Pada kondisi Graves, rambut yang halus dan rapuh biasanya dibarengi dengan gejala lain seperti susah tidur, mudah gelisah, dan tangan gemetar. Sementara pada alopecia areata, sistem imun langsung menyerang folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut jadi terganggu.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 efek autoimun yang dialami oleh tubuh. Semoga informatif dan bermanfaat!






















