Lebih Baik dari 1000 Malam, Ini Fakta Tentang Malam Lailatul Qadar

- Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen penting bagi umat Islam di sepuluh malam terakhir Ramadan.
- Tanggal pastinya tidak diketahui, namun dianjurkan mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan agar umat terus beribadah dengan konsisten dan penuh keikhlasan.
- Umat Islam memperbanyak ibadah seperti doa, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampunan pada malam ini untuk meraih keberkahan serta pengampunan dari Allah SWT.
Lailatul Qadar dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai Night of Power, atau Night of Decree, atau Night of Glory jatuh dalam salah satu dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Ini adalah malam dimana Allah menurunkan wahyu Alquran. Ibadah yang dilakukan dalam satu malam ini setara dengan 84 tahun. Malam Lailatul Qadar juga sangat ditunggu umat muslim sedunia karena merupakan malam dengan kebaikan melebihi 1.000 bulan.
Ibadah pada malam Lailatul Qadar Sangat baik ketika dilakukan dengan hati yang tulus, untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.
Salah satu narasi mengatakan, "Barang siapa beribadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan ketulusan, semua dosa masa lalu mereka akan diampuni," [Bukhari dan Muslim].
Melihat pentingnya malam Lailatul Qadar dalam bulan Ramadan, Popmama.com telah menyusun fakta-fakta malam Lailatul Qadar, berikut ulasannya.
Table of Content
1. Asal muasal malam Lailatul Qadar

Nuzulul Quran atau waktu turunnya Al-Qur'an ke bumi biasa diperingati pada 17 Ramadan.
Allah berfirman dalam Surah al-Qadr ayat 1 hingga 5, "Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Dari Surah al-Qadr tersebut dapat disimpulkan bahwa peristiwa diturunkannya Al-Qur'an terjadi pada Lailatul Qadar, yang digambarkan lebih baik daripada seribu bulan.
Beberapa ahli tafsir berpendapat, Al-Qur'an diturunkan melalui dua proses. Proses yang pertama, Al-Qur'an diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah) di Baitul Izzah.
Proses kedua, Al-Qur'an diturunkan secara bertahap melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sesuai dengan kebutuhan umat, dimulai dari Surah al-Alaq ayat 1-5.
Turunnya 5 ayat tersebut terjadi ketika Muhammad sedang merenung di Gua Hira.
2. Kapan jatuhnya malam Lailatul Qadar?

Tanggal pasti malam ini tidak diketahui. Meski begitu, Nabi Muhammad memberi tahu petunjuk dalam bentuk narasi, untuk mencari malam Lailatul Qadar di salah satu dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, khususnya malam dengan hitungan ganjil.
Ini berarti malam Ramadan ke-21, 23, 25, 27, dan 29 semuanya memiliki potensi tinggi untuk menjadi malam Lailatul Qadar.
Ada maksud baik dari petunjuk di tanggal yang tidak diketahui ini, yaitu memberikan kesempatan kepada seseorang untuk melakukan ibadah tambahan sepanjang hari-hari terakhir Ramadan dengan harapan mendapatkan tanggal yang tepat.
Jika satu malam tertentu diketahui, manusia secara alami akan mengerahkan seluruh upaya mereka pada satu malam itu saja, dan kemungkinan mengendur pada malam-malam lainnya.
3. Apa yang dilakukan umat Islam di malam Lailatul Qadar?

Saat malam Lailatul Qadar, banyak Muslim menghabiskan malam ini di masjid dimana ada program tambahan yang didedikasikan untuk menumbuhkan lingkungan spiritual.
Bahkan beberapa orang akan mengambil cuti dari pekerjaan untuk memastikan mereka bisa begadang semalaman tanpa harus khawatir tentang pekerjaan mereka esok harinya.
Setelah sholat Tarawih, para imam akan memberikan ceramah yang mendorong umat Islam untuk memperkuat iman dan ibadah mereka.
Sangat mungkin banyak orang merasa kelelahan menjelang akhir bulan Ramadan, tetapi inilah saat yang paling penting!
Dorongan sangat dibutuhkan dari para Ulama untuk memastikan orang melewati bulan yang suci ini dengan keimanan yang meningkat.
Ibadah yang dilakukan di 10 malam terakhir ini meliputi, doa ekstra, pembacaan Alquran, permohonan yang tulus, dan memuliakan Allah.
Secara khusus, Nabi menasihati umat Islam untuk melafalkan permohonan yang diterjemahkan menjadi, "Ya Allah, sungguh Engkau adalah Pengampun, Engkau senang untuk mengampuni, jadi maafkan saya."
Sama seperti seorang anak yang melihat sesuatu yang menyeramkan, dan kemudian lari ke ibunya karena takut akan hal itu, kita juga harus lari ke Tuhan menjauh dari hukuman.
Sama seperti ibu ada untuk anaknya dengan tangan terbuka, Allah SWT juga ada untuk menerima kita dengan iman yang diperbarui dan fokus pada-Nya.
Kepada Mama yang menjalankan Ibadah Ramadan yang penuh berkah ini, semoga Allah memberi Kamu kekuatan untuk keluar dengan iman dan ketulusan yang tinggi.
Berikut tadi fakta-fakta malam Lailatul Qadar. Semoga bulan ini menjadi sarana bagi kita semua untuk membersihkan diri secara spiritual dan tampil lebih segar.
Semoga Allah SWT memudahkanmu untuk melanjutkan kebiasaan baik yang sudah dilakukan di bulan ini selama sisa tahun ini dan selama sisa hidup Mama.
FAQ Seputar Malam Lailatul Qadar
| Apa saja yang dilakukan saat malam Lailatul Qadar? | Pada malam Lailatul Qadar, hendaknya memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat malam (tahajud, witir), membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa (terutama doa sapu jagat 'Allahumma innaka 'afuwwun...'), bersedekah, dan i'tikaf di masjid pada 10 malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil, dengan penuh keikhlasan untuk memohon ampunan dan keberkahan. |
| Apakah subuh termasuk dalam lailatul qadr? | Menurut Al-Qur'an, Laylatul Qadr adalah "lebih baik daripada seribu bulan" – artinya, ibadah yang dilakukan pada malam ini lebih berharga daripada ibadah yang dilakukan selama total 83 tahun! Berapa lama Laylatul Qadr berlangsung? Laylatul Qadr berlangsung dari matahari terbenam (Maghrib) hingga fajar (Fajr) . |
| Berapa jumlah rakaat sholat Lailatul Qadar? | ' Rasulullah saw menjawab, 'Bacalah, Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī,'” (HR At-Tirmidzi). Demikian niat dan tata cara sholat Lailatul qadar 2 rakaat dilengkapi dengan bacaan doanya. Semoga bermanfaat. |



















