"Stres ini bisa memicu hormon yang bernama kortisol. Di Denmark pernah ada penelitian yang menilai hubungan antara hormon kortisol dan IQ anak pada saat ia usia 7 tahun," ujar dr Dara.
Benarkah Stres saat Hamil Bisa Turunkan IQ Anak? Ini Kata Dokter

Kehamilan adalah masa yang penuh dengan kebahagiaan, tapi juga tak jarang diwarnai oleh rasa cemas dan stres. Bagi sebagian ibu hamil, perubahan hormon, kondisi fisik, dan tekanan emosional bisa menjadi tantangan tersendiri.
Tidak hanya perubahan hormon, keadaan dan berbagai hal di lingkungan ibu hamil bisa menjadi pemicu stres. Namun, tahukah bahwa stres berlebih selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan otak janin? dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG, MKes, FICS melalui Instagram pribadinya @spogman menjelaskan mengenai hal ini.
Berikut Popmama.com rangkum soal stres saat hamil bisa turunkan IQ anak.
1. Hubungan stres ibu hamil dengan perkembangan otak janin

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Endocrinology oleh peneliti dari Imperial College London menemukan bahwa tingkat stres yang tinggi pada ibu hamil dapat memengaruhi fungsi otak dan perilaku pada keturunannya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hormon stres kortisol yang tinggi pada ibu hamil berkorelasi dengan peningkatan kadar kortisol dalam cairan ketuban. Ini dapat memengaruhi perkembangan janin, termasuk potensi penurunan IQ pada anak.
Sementara itu, dr. Ardiansjah di Instagramnya lewat video menjelaskan mengenai penelitian dari Rumah Sakit Universitas Odense di Denmark. Ia menjelaskan mengenai penelitian hubungan hormon kortisol dan IQ dan dipresentasikan pada Kongres Endokrinologi Eropa ke-26 di Stockholm.
2. Kadar hormon kortisol ibu hamil yang tinggi berisiko ke IQ janin

Penelitian itu mengukur kadar hormon kortisol dan kortison pada 943 ibu hamil. Lalu membandingkannya dengan IQ 943 anak mereka saat sudah berusia 7 tahun.
"Ternyata dari penelitian tersebut diketahui kalau anak-anak yang lahir dari ibu hamil dengan hormon kortisol tinggi, pada saat usianya 7 tahun IQ-nya lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang hormon kortisolnya lebih rendah," kata dr. Dara.
Lebih jelasnya dari penelitian itu berpengaruh dari banyak kortisol selama trimester ketiga kehamilan atau sekitar minggu ke-37 sampai minggu ke-42. Ibu hamil yang hormon kortisolnya tinggi di masa itu berdampak pada fungsi kognitif di kemudian hari khususnya pada saat usia anak 7 tahun.
3. Hormon kortisol ibu tinggi berpengaruh ke IQ anak laki-laki

Dari penelitian di Denmark itu menunjukkan bahwa ibu yang mengandung anak laki-laki dan terpapar kortisol dalam jumlah tinggi selama berada di dalam rahim ada sejumlah risiko. Dalam hal ini dapat menyebabkan penurunan IQ saat ia berusia 7 tahun.
Plasenta sebenarnya memiliki enzim bernama 11β-hydroxysteroid-dehydrogenase tipe 2 (11β-HSD2) yang berfungsi mengubah kortisol menjadi kortison, yaitu hormon yang tidak aktif.
"Di plasenta ibu hamil ada enzim yang dapat membuat hormon kortisol ini menjadi tidak aktif. Tetapi yang paling penting harus dipahami hindarilah stres. Karena stres itu kalau kita perhatikan tidak baik untuk segala aspek," jelas dr. Dara.
Namun, anak laki-laki lebih sensitif terhadap paparan kortisol karena aktivitas enzim ini tidak memberikan perlindungan yang sama seperti pada anak perempuan.
4. Bagaimana dengan anak perempuan? Ini hasilnya

Berbeda dengan anak laki-laki, kadar kortisol tidak berdampak negatif pada IQ anak perempuan saat mereka berusia 7 tahun. Uniknya, tingginya kadar kortisol dalam urin justru berhubungan dengan peningkatan skor IQ pada anak perempuan.
Selama masa kehamilan, ibu yang mengandung anak perempuan cenderung memiliki kadar kortisol lebih tinggi dibandingkan saat mengandung anak laki-laki.
Meski begitu, enzim 11β-hydroxysteroid-dehydrogenase tipe 2 (11β-HSD2) membantu menyeimbangkan kadar kortisol pada janin dengan mengubahnya menjadi kortison, yang merupakan bentuk tidak aktif dari hormon tersebut.
Itulah tadi informasi mengenai stres saat hamil bisa turunkan IQ anak dan penjelasan dari dokter. Semoga membantu!







-oRNeTStOatgcjn5yVSXKAM2D8gE0ueSd.jpg)









