“Begitu menginfeksi, virus ini mampu menembus pertahanan plasenta dan menciptakan kekacauan di dalam rahim,” jelas dr Ayman dalam unggahannya.
Risiko Campak pada Ibu Hamil dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

- Campak masih menyebar di Indonesia akibat rendahnya cakupan imunisasi, padahal vaksinasi efektif mencegah penyakit ini.
- Ibu hamil yang terinfeksi campak berisiko mengalami komplikasi serius seperti keguguran, persalinan prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Infeksi campak juga dapat memicu pneumonia pada ibu hamil karena sistem imun melemah selama kehamilan.
Campak merupakan penyakit yang dikenal dengan gejala ruam merah dan demam. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi, tapi penyebarannya masih terjadi akibat rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah.
Bagi sebagian orang, campak mungkin dianggap sebagai penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Namun, kondisi ini bisa jauh lebih berbahaya jika menyerang ibu hamil. Infeksi virus campak selama kehamilan dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari pneumonia pada ibu hingga risiko keguguran, kelahiran prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko campak pada ibu hamil serta pentingnya perlindungan melalui vaksinasi dan kekebalan kelompok (herd immunity).
Berikut Popmama.com rangkum mengenai risiko campak pada ibu hamil yang perlu diketahui!
1. Dapat menembus plasenta dan mengganggu janin

dr. Ayman Alatas lewat Instagram @aymanalatas menjelaskan mengenai Infeksi campak pada ibu hamil. Ternyata virus campaknya tidak hanya menyerang tubuh ibunya saja, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.
Hal ini karena virus campak memiliki kemampuan untuk menembus perlindungan alami antara ibu dan janin. Efeknya? Bisa mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi selama kehamilan.
2. Meningkatkan risiko keguguran

Salah satu dampak paling serius dari infeksi campak pada ibu hamil adalah meningkatnya risiko keguguran. Penjelasan dr. Ayman menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi di dalam rahim akibat infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan yang mendukung perkembangan janin.
“Infeksi campak pada ibu hamil bisa berujung pada tragedi keguguran, terutama jika infeksi terjadi pada masa awal kehamilan,” ungkapnya.
Karena itu, infeksi campak selama kehamilan perlu segera mendapatkan penanganan medis.
3. Bisa menyebabkan persalinan prematur

Selain keguguran, campak juga dapat memicu persalinan prematur.
Kondisi ini terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi prematur berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan karena organ tubuhnya belum berkembang secara optimal.
“Infeksi virus ini juga dapat memicu persalinan prematur yang dipaksakan,” kata dr. Ayman.
Persalinan prematur seringkali memerlukan perawatan intensif bagi bayi setelah lahir.
4. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah

Infeksi campak selama kehamilan juga dapat berdampak pada pertumbuhan janin.
Gangguan pada plasenta atau kondisi rahim akibat infeksi dapat membuat janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan.
“Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah bayi lahir dengan berat badan di bawah normal,” jelas dr. Ayman.
Bayi dengan berat lahir rendah biasanya memerlukan pemantauan kesehatan yang lebih ketat setelah dilahirkan.
5. Memicu komplikasi serius pada ibu, seperti pneumonia

Selain berdampak pada janin, campak juga dapat menyebabkan komplikasi berbahaya bagi ibu hamil. Menurut dr. Ayman, sistem imun ibu hamil secara alami berada dalam kondisi yang lebih lemah karena tubuh sedang beradaptasi untuk melindungi janin.
“Karena sistem imun sedang dalam kondisi melemah, virus campak dapat dengan mudah memicu pneumonia atau radang paru-paru yang berbahaya,” jelasnya.
Pneumonia akibat infeksi campak bahkan menjadi salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil yang terinfeksi virus tersebut.
Itulah informasi mengenai risiko campak pada ibu hamil. Semoga bisa menjadi tambahan informasi agar bisa berhati-hati mengenai virus ini!




-oRNeTStOatgcjn5yVSXKAM2D8gE0ueSd.jpg)













