Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Fenomena Langit Paling Spektakuler di Agustus 2026

7 Fenomena Langit Paling Spektakuler di Agustus 2026
Magnific/vecstock/AI
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Agustus 2026 menghadirkan tujuh fenomena langit, termasuk kedekatan Bulan-Saturnus pada 3 Agustus dan Komet 10P/Tempel yang mencapai posisi terdekat dari Bumi.
  • Pada 12 Agustus, parade enam planet sebelum fajar, gerhana Matahari total di jalur terbatas, serta puncak hujan meteor Perseid berlangsung dalam rentang sekitar 24 jam.
  • Gerhana Bulan sebagian sangat dalam terjadi 27–28 Agustus dan terlihat dari kawasan tertentu, bukan Indonesia; kualitas pengamatan fenomena lain juga dipengaruhi lokasi, cuaca, polusi cahaya, dan horizon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Agustus 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik bagi pencinta astronomi. Langit akan dihiasi sejumlah fenomena, mulai dari bulan yang tampak berdekatan dengan planet Saturnus, hujan meteor Perseid, parade enam planet, gerhana Matahari total, hingga gerhana Bulan sebagian.

Bahkan, 12 Agustus 2026 menjadi tanggal yang sangat istimewa karena tiga peristiwa astronomi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, yakni parade enam planet sebelum fajar, gerhana Matahari total, dan puncak hujan meteor Perseid setelah malam tiba.

Berikut Popmama.com rangkum deretan fenomena langit yang dapat menjadi perhatian sepanjang Agustus 2026.

1. Bulan tampak berdekatan dengan Saturnus pada 3 Agustus

Bulan tampak berdekatan dengan Saturnus pada 3 Agustus
Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Awal Agustus sudah dibuka dengan fenomena menarik ketika bulan tampak berdekatan dengan Saturnus di langit. Pada 3 Agustus 2026, bulan dan Saturnus akan mengalami close approach. Keduanya akan terlihat berada di kawasan langit yang sama sehingga menarik untuk diamati, terutama bagi penggemar fotografi langit.

Fenomena ini bukan berarti bulan dan Saturnus benar-benar saling mendekat di ruang angkasa. Keduanya hanya tampak berdekatan jika dilihat dari bumi karena posisi masing-masing benda langit pada saat itu.

Dikutip dari In-The-Sky.org, bulan dan Saturnus mengalami close approach pada awal Agustus. Saturnus juga menjadi salah satu objek yang menarik diamati pada langit Agustus 2026.

2. Ada enam planet tampak membentang di langit pada 12 Agustus

Ada enam planet tampak membentang di langit pada 12 Agustus
Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Pada sekitar 12 Agustus 2026, pengamat langit berkesempatan melihat enam planet berada dalam satu parade planet.

Keenamnya adalah:

  • Jupiter
  • Merkurius
  • Mars
  • Uranus
  • Saturnus
  • Neptunus

Namun, istilah "berjajar" perlu dipahami dengan tepat. Planet-planet tersebut tidak membentuk garis lurus sempurna di ruang angkasa. Dari Bumi, keenamnya tampak membentang dalam lengkungan yang mengikuti bidang ekliptika.

Menurut Star Walk, parade enam planet ini paling baik dicari sebelum matahari terbit. Mars dan Saturnus menjadi dua planet yang relatif mudah dilihat dengan mata telanjang. Merkurius dan Jupiter berada sangat rendah di dekat horizon sehingga lebih sulit diamati, sedangkan Uranus dan Neptunus membutuhkan binokular atau teleskop.

Karena itu, gambar yang menyebut "enam planet akan tampak berjajar" dapat digunakan, tetapi secara editorial lebih tepat menuliskannya sebagai "enam planet akan membentuk parade di langit".

3. Gerhana Matahari total terjadi pada 12 Agustus

Gerhana Matahari total terjadi pada 12 Agustus
Unsplash/Jongsun Lee

12 Agustus 2026 menjadi tanggal yang sangat spesial karena akan terjadi gerhana Matahari total. NASA menjelaskan, gerhana ini akan melewati wilayah Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, sebagian kecil Portugal, serta Rusia bagian utara. Sementara itu, sejumlah wilayah lain akan mengalami gerhana Matahari sebagian.

Pada gerhana Matahari total, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga piringan Bulan menutupi Matahari dari sudut pandang pengamat yang berada di jalur totalitas. Fenomena ini akan menjadi salah satu pertunjukan langit paling spektakuler pada 2026. Namun, Indonesia tidak berada di jalur totalitas, sehingga fenomena ini tidak dapat disaksikan secara langsung dari Indonesia sebagai gerhana Matahari total.

Dikutip dari website NASA, gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 menjadi salah satu peristiwa astronomi utama tahun ini. NASA juga menyiapkan berbagai penelitian untuk memanfaatkan momen gerhana dalam mempelajari atmosfer Bumi dan korona Matahari.

4. Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12–13 Agustus

Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12–13 Agustus
Unsplash/Rishabh Pandoh

Masih pada periode yang sama, langit malam Agustus akan dihiasi hujan meteor Perseid. Perseid merupakan salah satu hujan meteor paling terkenal dan biasanya menjadi salah satu pertunjukan meteor terbaik setiap tahun. 

NASA menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi ketika bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet 109P/Swift-Tuttle. Partikel tersebut memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar sehingga tampak sebagai garis cahaya di langit.

Pada 2026, puncak Perseid berlangsung sekitar 12–13 Agustus. Kondisi pengamatan juga cukup menarik karena fase bulan yang minim cahaya membantu langit menjadi lebih gelap sehingga meteor lebih mudah terlihat.

Dikutip dari NASA, Perseid termasuk salah satu hujan meteor yang paling dinantikan setiap tahun dan mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus. Untuk melihat meteor, Mama tidak membutuhkan teleskop. Tempat dengan langit gelap dan jauh dari polusi cahaya akan memberikan kesempatan lebih baik untuk menikmati fenomena tersebut.

5. Enam planet, gerhana matahari dan Perseid terjadi di tanggal yang sama

Enam planet, gerhana matahari dan Perseid terjadi di tanggal yang sama
Commons.wikimedia.org/W.carter

Hal yang membuat 12 Agustus 2026 semakin istimewa adalah adanya tiga fenomena astronomi dalam satu tanggal. Pada pagi hari, pengamat dapat mencari parade enam planet. Kemudian, pada siang atau sore hari di wilayah tertentu, terjadi gerhana Matahari total. Setelah malam tiba, langit kembali menawarkan puncak hujan meteor Perseid.

Menurut Star Walk, 12 Agustus menjadi tanggal yang sangat padat bagi pengamat langit karena ketiga fenomena tersebut berlangsung dalam periode sekitar 24 jam. Namun, fenomena yang dapat disaksikan tentunya bergantung pada lokasi pengamat. 

Hal ini juga menjelaskan mengapa tidak semua fenomena dapat dilihat dari satu lokasi yang sama. Jalur gerhana Matahari total terbatas pada wilayah tertentu, sedangkan parade planet dan Perseid memiliki cakupan pengamatan yang berbeda.

6. Gerhana bulan sebagian terjadi pada 27–28 Agustus

Gerhana bulan sebagian terjadi pada 27–28 Agustus
Pexels/Emre Ayata

Menjelang akhir bulan, giliran bulan yang menjadi pusat perhatian. Gerhana bulan sebagian terjadi pada 27-28 Agustus 2026, bergantung pada zona waktu. Fenomena ini cukup istimewa karena gerhananya tergolong sangat dalam. Sebagian besar piringan bulan akan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra bumi.

NASA mencatat gerhana bulan sebagian ini terjadi pada 28 Agustus 2026 UTC dan dapat diamati dari wilayah Samudra Pasifik bagian timur, Amerika, Eropa, dan Afrika.  Ketika bulan memasuki bayangan bumi, bagian yang terkena umbra dapat berubah menjadi warna kemerahan atau jingga. Karena itu, gerhana bulan kerap dijuluki Blood Moon, meskipun secara astronomi fenomena yang terjadi kali ini adalah gerhana bulan sebagian, bukan total.

Dikutip dari NASA, gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 termasuk salah satu fenomena gerhana yang dapat diamati pada 2026. Perlu dicatat, gerhana ini juga tidak menjadi fenomena yang dapat disaksikan dari Indonesia karena wilayah visibilitas utamanya tidak mencakup Indonesia.

7. Komet 10P/Tempel mencapai titik terdekat dengan bumi pada awal Agustus

Komet 10P/Tempel mencapai titik terdekat dengan bumi pada awal Agustus
en.wikipedia.org/Comet_10_P

Selain fenomena yang lebih populer, awal Agustus juga menghadirkan kesempatan untuk mengamati Komet 10P/Tempel, atau Tempel 2. Komet ini mencapai perihelion pada 2 Agustus 2026, yakni titik terdekatnya dengan Matahari dalam orbitnya. Kemudian pada 3 Agustus, komet mencapai posisi terdekat dengan bumi dalam penampakan tahun ini, dengan jarak sekitar 0,41 AU atau sekitar 61–62 juta kilometer.

Menurut Space.com, Komet 10P/Tempel menjadi salah satu objek yang menarik diamati pada awal Agustus. Namun, komet ini bukan objek yang mudah dilihat dengan mata telanjang. Pengamatan membutuhkan kondisi langit yang baik dan kemungkinan bantuan instrumen optik.

Bonus: NASA Menargetkan Peluncuran Roman Space Telescope di 30 Agustus

NASA Menargetkan Peluncuran Roman Space Telescope di 30 Agustus
space.com

Selain fenomena alam di langit, ada pula peristiwa antariksa besar yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026. NASA menargetkan peluncuran Nancy Grace Roman Space Telescope pada 30 Agustus 2026 menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center, Florida. Jadwal yang saat ini ditargetkan adalah pukul 07.20 EDT atau 11.20 UTC. 

Roman merupakan teleskop luar angkasa yang dirancang untuk membantu ilmuwan mempelajari energi gelap, materi gelap, eksoplanet, serta berbagai objek di alam semesta.

NASA menyebut teleskop Roman memiliki bidang pandang setidaknya 100 kali lebih luas daripada Hubble, sehingga dapat melakukan survei kosmos dalam skala yang sangat besar.

Meski begitu, peluncuran Roman bukan fenomena langit dalam pengertian astronomi seperti gerhana atau hujan meteor. Peristiwa ini lebih tepat dimasukkan sebagai bonus bagi pembaca yang tertarik dengan eksplorasi antariksa.

Meski langit akan dipenuhi fenomena yang spektakuler, sayangnya tidak semua fenomena tersebut dapat dilihat dari Indonesia. Pasalnya fenomena-fenomena yang disebutkan itu juga bisa dilihat tergantung kondisi cuaca, polusi cahaya, waktu terbit atau terbenam benda langit, serta horizon yang terbuka juga akan menentukan kualitas pengamatan.

Jadi, jika ingin menikmati langit Agustus 2026, jangan lupa menandai tanggal-tanggal fenomena tersebut dan memilih waktu pengamatan yang tepat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More