Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Filmmaker Sambut Positif Film Berbasis AI Naik Layar Lewat AI Content Fest 2026
CapCut AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia (Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum)
  • AI Content Fest 2026 dari CapCut menayangkan 10 film pendek berbasis AI di layar lebar, setelah menyeleksi 10 besar dari total 669 pendaftar.

  • Angga Dwimas Sasongko dan Upie Guava menilai AI membuka akses bagi talenta, perspektif, serta ide visual baru, sambil menekankan pentingnya kepekaan dan sisi humanis.

  • AI juga membantu proses produksi seperti reading, pendalaman karakter, storyboard, dan visualisasi ide; film “Bayu” karya Ilham Setyawan memenangkan Best Story serta Best AI Micro Film.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    CapCut AI Content Fest 2026 menayangkan 10 film pendek berbasis kecerdasan buatan di layar lebar dan memberikan delapan penghargaan kepada karya terpilih.
  • Who?
    669 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi. Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita menjadi juri.
  • Where?
    Penayangan dan kegiatan AI Content Fest 2026 berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Festival dan pernyataan sejumlah pelaku industri film berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, dalam rangka peringatan HUT RI ke-81.
  • Why?
    Kompetisi digelar untuk mendukung kreator membagikan cerita tentang Indonesia melalui AI serta membuka peluang inovasi, perspektif, dan talenta baru dalam industri kreatif.
  • How?
    Dari 669 peserta, dipilih 10 film terbaik untuk ditayangkan dan dinilai juri. AI digunakan antara lain untuk reading, pendalaman karakter, pembuatan storyboard, dan visualisasi gagasan film.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film pendek pakai AI ikut lomba AI Content Fest 2026. Ada ratusan peserta, lalu 10 film diputar di layar lebar. Angga, Upie, Lukman, dan Mouly bilang AI bisa membantu orang membuat cerita dan gambar. Film “Bayu” karya Ilham Setyawan menang sebagai film AI terbaik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
AI Content Fest 2026 menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperluas ruang kreatif tanpa mengabaikan peran manusia sebagai pencerita. Dengan ratusan peserta dan karya terpilih yang ditayangkan di layar lebar, AI menjadi sarana bagi talenta dari berbagai daerah untuk menerjemahkan imajinasi, memperjelas gagasan, dan menghadirkan cerita serta visual baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan kini semakin berkembang di berbagai bidang, termasuk meningkatkan kreativitas hingga efisiensi proses pembuatan film. Penggunaan AI di dunia seni ini membuka perspektif baru bagi para filmmaker dan aktor di Indonesia.

Film pendek berbasis AI didukung naik layar lebar lewat kompetisi AI Content Fest 2026. Ratusan talenta kreatif berhasil membawa perspektif mereka lewat konten berbasis AI. Dari 699 pendaftar, dipilih 10 besar film pendek yang ditayangkan di layar lebar dan merebutkan penghargaan.

Inisiasi ini ternyata sejalan dengan perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI terhadap potensi teknologi dalam memperkuat industri kreatif, dimana perkembangan AI turut membuka peluang untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan di berbagai subsektor ekraf.

Simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com ulas bahwa filmmaker sambut positif film berbasis AI naik layar lewat AI Content Fest 2026. 

Angga Dwimas Sasongko Sebut AI Dukung Talenta Baru

CapCut AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia (Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum)

Berada di industri film tanah air selama 20 tahun, sutradara dan penulis skenario Angga Dwimas Sasongko mendukung teknologi AI melahirkan talenta baru. Menurutnya, film berbasis AI dapat membuka perspektif yang selama ini tidak terpikirkan.

“Talent baru itu bukan cuma sekadar melihat sebagai talent, sebagai alat produksi untuk memproduksi hal yang baru, tapi juga perspektif baru, cerita-cerita baru yang mungkin selama ini nggak keluar, nggak muncul. Tapi dengan akses terhadap teknologi yang semakin canggih, semua orang bisa punya suaranya sendiri,” kata Angga Dwimas Sasongko, Jumat (11/9/2026).

Dalam AI Content Fest 2026, ia berpendapat bahwa semua orang terlahir menjadi sebagai seorang storyteller, namun kesempatan dan akses yang membedakan. Adanya teknologi ini di industri film sangat mendukung setiap orang untuk menyampaikan ceritanya, dengan tetap mempertahankan sisi humanis yang tidak bisa digantikan AI.

“Jangan pernah kehilangan kepekaan terhadap cerita-cerita di sekitar kita, terhadap kemanusiaan, karena saya yakin dengan kepekaan, dengan kita mau merasa dan melihat, disitulah kita menemukan cerita yang layak diperjuangkan,” jelasnya.

Bukan soal Mudah atau Murah, AI Ciptakan Ide yang Lebih Besar

Salah satu film di CapCut AI Content Fest 2026 (Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum)

Penggunaan AI di industri kreatif memang masih memicu pro dan kontra, namun Upie Guava selaku sutradara yang juga penyanyi berpendapat bahwa teknologi sejatinya diciptakan untuk kemudahan, termasuk untuk produksi film.

“Semakin lama semakin dekat, dan AI hari ini mungkin sebuah keajaiban yang perlu kita rayakan bersama. Tapi sejatinya sebagai manusia, teknologi seperti ini bukan supaya bikin film jadi gampang atau murah gitu, justru tujuannya adalah untuk ide-ide yang lebih besar, yang lebih liar,” kata Upie Guava dalam AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, apapun yang sedang dikembangkan hari ini sepatutnya diapresiasi dan didukung, karena alat bantu ini mendukung imajinasi yang semakin tanpa batas. 

“Yang menarik soal AI itu bukan AI nya, tapi bagaimana manusia bisa berubah menjadi entitas baru yang melahirkan karya-karya yang mungkin setelah ini akan banyak visual-visual yang kita akan lihat sih, gambar-gambar, jenis-jenis genre visual yang mungkin sebelumnya tidak akan muncul di industri film sebelumnya,” tambahnya.

Teknologi AI dalam Proses Pembuatan Film

CapCut AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia (Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum)

Selain dapat menciptakan karya film berbasis AI, teknologi ini juga membantu kerja para pelaku seni di industri film secara lebih praktis. AI dapat membantu proses reading, pendalaman karakter, hingga storyboard yang rumit menjadi lebih mudah dipahami. 

“Teknologi AI ini mempermudah mereka (filmmaker) untuk bisa cepat menangkap di awal, jadi prosesnya dipersingkat, sehingga para produser atau sutradara bisa mempresentasikannya dengan sangat jelas kepada orang-orang yang mungkin awam secara produksi atau mungkin dia nggak kebayang nih karakternya kayak apa,” tutur aktor Lukman Sardi, Jumat (11/9/2026).

Sependapat, sutradara dan penulis Mouly Surya yang bekerja di balik layar juga setuju bahwa adanya teknologi AI dapat membantu menerjemahkan sesuai isi pikiran para filmmaker.

“Kadang-kadang kita gagal untuk mengekspresikan intensi dari sebuah film dan punya karakternya sendiri, jadi sebenarnya saya sering generate image di AI untuk mendapatkan image yang saya mau buat still image yang bisa mempresentasikan apa yang saya mau,” ungkap Mouly, Jumat (11/9/2026).

Daftar Pemenang AI Content Fest 2026

10 Besar Film di CapCut AI Content Fest 2026 (Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum)

Dukungan terhadap karya berbasis AI di Indonesia juga semakin terlihat dari AI Content Fest 2026 dalam rangka memperingati HUT RI ke-81. Festival film pendek berbasis AI perdana dari CapCut ini mengajak kreator berbagi cerita tentang Indonesia.

Kompetisi ini melibatkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia, dan dipilih 10 besar yang akan merebutkan penghargaan. Sepuluh film terpilih tersebut juga ditayangkan di layar lebar dan melalui proses penjurian oleh pelaku industri kreatif ternama Indonesia, yaitu Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Sebagai bentuk apresiasi, terdapat delapan kategori penghargaan pada AI Content Fest 2026 dengan daftar dan pemenang sebagai berikut:

  • Student Awards: “Gerilya” karya Yovan Arya Nugraha, Bogor

  • Most Popular AI Microfilm: “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81” karya Indrawan Agung, Bekasi

  • Special Selection Award: “DARI TANAH UNTUK INDONESIA” karya Adams Taufik, Bandung

  • Best Story: “Bayu” karya Ilham Setyawan, Semarang

  • Best Visual: “Bulan Tiga Belas” karya Bobi Brilyan Bastenjar, Tangerang Selatan

  • Jury's Special Mention: “Hutang Toko Budi” karya I Gede Wahyu Diatmika, Bali

  • Next Icon Award: “Baleo” karya Cahyadi Widianto, Banten

  • Best AI Micro Film: “Bayu” karya Ilham Setyawan, Semarang.

Demikian penjelasan mengenai filmmaker sambut positif film berbasis AI naik layar lewat AI Content Fest 2026. Bagaimana pendapat kamu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article