Riset terbaru Accenture mengungkapkan semakin banyak konsumen yang memercayakan AI untuk membantu proses belanja mereka. AI tak lagi sekadar memberikan rekomendasi, tetapi juga mulai memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Menurut Riset: Belanja dengan AI Jadi Tren Baru di Era Digital

Riset Accenture menunjukkan 74% konsumen kini lebih percaya pada personal AI agent saat berbelanja, menandakan pergeseran besar menuju penggunaan AI dalam pengambilan keputusan pembelian.
Konsep agentic commerce memungkinkan AI memahami kebutuhan pengguna, mencari dan membandingkan produk, lalu membantu menyelesaikan transaksi dengan persetujuan konsumen.
Setidaknya ada 6 langkah yang harus brand lakukan agar siap menghadapi era agent AI, mulai dari merapikan produk hingga mempersiapkan karyawan untuk bekerja sama dengan AI.
Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi sekadar membantu mencari informasi, tetapi juga mulai mengubah cara masyarakat berbelanja.
Lantas, seperti apa tren belanja dengan AI yang semakin berkembang? Simak selengkapnya mengenai riset Accenture tentang belanja dengan AI jadi tren baru di era digital yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.
Table of Content
Riset Accenture Ungkap Tren Belanja dengan AI

Riset terbaru Accenture menunjukkan bahwa AI semakin berperan dalam proses belanja konsumen. Sebanyak 74% responden mengaku lebih percaya pada personal AI agent saat berbelanja.
Nhung Mason selaku Products Industry Lead Accenture, juga mengungkap bahwa sekitar 9 dari 10 konsumen di Asia Pasifik siap menggunakan AI untuk membantu mencari hingga memilih produk yang sesuai kebutuhan.
Temuan ini menunjukkan bahwa AI mulai berperan dalam membantu pengambilan keputusan saat berbelanja.
Apa Itu Agentic Commerce?

Agentic commerce adalah konsep belanja yang memanfaatkan AI sebagai asisten untuk membantu konsumen mengambil keputusan.
Selama ini, konsumen perlu melakukan pencarian produk hingga membandingkan produk sendiri sebelum memutuskan untuk membeli. Namun, menurut Accenture, pola tersebut mulai berubah.
Di era agentic commerce, konsumen cukup menyampaikan kebutuhannya kepada AI. AI akan memahami kebutuhan pengguna, mencari dan membandingkan pilihan, kemudian membantu menyelesaikan proses pembelian dengan persetujuan konsumen.
Accenture menyoroti bahwa perubahan ini juga menggeser cara brand menarik perhatian pelanggan. Tidak hanya dengan promosi, brand juga perlu memastikan informasi produk mudah dipahami oleh AI sehingga AI bisa menjadi perantara antara konsumen dan brand dalam proses pengambilan keputusan.
Penerapan Agent AI Sudah Dimulai

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Tan Bee Leng, Chief Commercial Officer dari The Ascott Limited yang berbagi pengalaman tentang pemanfaatan potensi agentic AI.
Diketahui bahwa The Ascott Limited telah meluncurkan AI bernama Cubby pada tahun 2023 yang membantu para tamu mencari informasi, menemukan hotel, dan memberikan rekomendasi destinasi.
Ke depannya, Cubby akan dikembangkan menjadi personal travel agent yang mampu mendampingi tamu sepanjang perjalanan mereka.
Tan Bee Leng juga mengungkapkan bahwa penerapan AI memberikan dampak bagi operasional perusahaan. Sejak diluncurkan, Cubby telah menangani 900 ribu pertanyaan tamu hingga menghemat sekitar 89 ribu jam kerja staf.
Di saat yang sama, Tan Bee Leng menegaskan bahwa perusahaan tetap menempatkan kepercayaan, perlindungan data, serta pengawasan manusia sebagai fondasi utama dalam pengembangan AI.
Apa yang Harus Brand Lakukan?

Managing Director Accenture Song, Patricio De Matteis, mengungkapkan setidaknya ada 6 langkah yang harus brand lakukan agar siap menghadapi era agent AI. Langkah yang disarankan meliputi sebagai berikut:
Merapikan data produk agar mudah dipahami AI
Meningkatkan efisiensi operasional agar stok
Menyesuaikan sistem pembayaran yang mendukung transaksi otomatis
Menentukan sampai mana peran AI dan manusia
Membangun kepercayaan
Mempersiapkan karyawan untuk bekerja berdampingan dengan AI
Nah, itu dia tentang penjelasan mengenai riset Accenture tentang belanja dengan AI jadi tren baru di era digital. Semoga bermanfaat, ya!





















