Fine dining sering kali identik dengan suasana formal, aturan makan yang rumit, dan pengalaman yang terasa jauh dari keseharian. Namun kesan itu perlahan memudar begitu saya memasuki Rin Culinary Art di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Begitu duduk di depan meja omakase, saya langsung merasa pengalaman makan malam ini akan berbeda. Tidak ada suasana fine dining yang terasa terlalu formal atau menciptakan jarak. Sebaliknya, malam itu justru terasa hangat, intimate, dan penuh rasa penasaran tentang hidangan apa lagi yang akan datang berikutnya.
Satu per satu sajian hadir bukan hanya dengan rasa yang kompleks, tetapi juga cerita yang membuat saya beberapa kali berhenti makan hanya untuk memerhatikan detailnya lebih lama.
Mulai dari tea pairing yang diseduh hingga 15 jam, saus biru yang perlahan berubah warna seperti langit senja, sampai tiramisu unik dari ubi cilembu.
Di titik itu saya sadar, pengalaman bersantap di sini bukan sekadar fine dining biasa. Ada seni, emosi, dan cerita yang ikut disajikan dalam setiap hidangan.
Berikut ini Popmama.com ulas pengalaman saya merasakan energi baik di sebuah restoran yang menghadirkan konsep dekat secara rasa dan cerita.
