Eksklusif: Tips Bijak Mengatur Keuangan Keluarga saat Pandemi Covid-19

Indah Hapsari dari Jouska ungkap tips dan trik mengatur keuangan saat sedang krisis

3 April 2020

Eksklusif Tips Bijak Mengatur Keuangan Keluarga saat Pandemi Covid-19
Unsplash/Josh Appel

Penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meningkat tanpa disadari pelan-pelan membuat masyakarat cemas.

Tidak hanya terkait dengan kesehatan saja, namun pandemi ini pelan-pelan dapat berisiko buruk terhadap keuangan keluarga. 

Kondisi terburuk pun bisa terjadi jika pandemi terkait Covid-19 terus berlangsung dalam jangka panjang.

Secara otomatis situasi tersebut dapat menghantam pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk pada lingkup terdekat yakni keuangan keluarga. 

Eksklusif Tips Bijak Mengatur Keuangan Keluarga saat Pandemi Covid-19
Instagram.com/popmama_com

Popmama.com dan Indah Hapsari selaku Chief Process Officer dan Co-Founder dari Jouska berusaha menghadirkan solusi dalam mengatur keunangan keluarga selama pandemi Covid-19 berlangsung. Berbagai tips dan trik pun diberikan selama Popmama Online Class (POC) agar tetap tenang selama menghadapi Covid-19. 

Popmama Online Class (POC) adalah kuliah memakai aplikasi Whatsapp atau Kulwap yang mempertemukan narasumber ahli dan komunitas Popmama.com di ruang maya.

Jika Mama belum sempat mengikuti Popmama Online Class dan sedang merasa kebingungan dengan kondisi keuangan di tengah pandemi Covid-19, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa tips merangkum semua penjelasan dari Indah Hapsari. 

Semoga informasi ini membantu keuangan Mama sekeluarga. 

Editors' Picks

1. Apa saja dampak yang terjadi pada keuangan keluarga selama pandemi Covid-19 berlangsung? 

1. Apa saja dampak terjadi keuangan keluarga selama pandemi Covid-19 berlangsung 
Unsplash/Sharon McCutcheon

Pemerintah Indonesia memang telah memberikan imbauan agar masyarakat tetap berada di dalam rumah, demi mengurangi penyebaran virus sekaligus memutuskan mata rantai Covid-19. 

Bekerja pun telah dilakukan di dalam rumah demi mengurangi segala kegiatan atau aktivitas di luar ruangan. Bukan tak mungkin bahwa dengan adanya wabah Covid-19 membuat pendapatan seseorang menjadi tidak menentu. 

Tak hanya itu, risiko lain dari pandemi Covid-19 memicu harga kebutuhan pokok menjadi meningkatkan dibandingkan sebelumnya. 

"Kebutuhan pokok dengan harga yang naik akan berdampak terhadap keuangan keluarga. Dengan pengeluaran yang semakin meningkat ini berarti ada penurunan di ekonomi setiap masing-masing keluarga," kata Indah Hapsari. 

Indah Hapsari dalam Popmama Online Class membuat sebuah skema terkait dampak buruk yang terjadi akibat Covid-19 terhadap keuangan keluarga. Berikut skema yang perlu Mama perhatikan, antara lain: 

  • Setiap orang berusaha menjaga jaga satu sama lain agar terhindar dari Covid-19, sehingga saat keluar rumah dan berbelanja kebutuhan pokok menjadi panic buying (berlebihan).
  • Harga kebutuhan pokok menjadi naik.
  • Pengeluaran pelan-pelan akan melonjak naik.
  • Ekonomi melemah akibat dampak yang terjadi karena Covid-19. 
  • Pendapatan perusahan akan turun drastis, namun biaya pengeluaran tetap terjadi. 
  • Perusahakan akan mulai melakukan efisiensi biaya. 
  • Terjadi PHK untuk beberapa karyawan di sebuah perusahaan. 
  • Daya beli akan mengalami penurunan. 
  • Ekonomi berisiko semakin melemah. 
  • Terjadi ketidakpastian ekonomi. 
  • Perencanaan keuangan di setiap keluarga pun mengalami perubahan. 

Perlu diketahui bahwa ketika terjadi penurunan daya beli, maka menjadi bagian dari dampak penurunan pendapatan perusahaan di masa sulit akibat penyebaran Covid-19. 

Bahkan yang lebih mengerikan lagi, ini juga dapat menurunkan pendapatan perusahaan dan efeknya terjadi PHK bagi beberapa karyawan.  

"Ini semacam sebuah siklus yang berputar seperti lingkaran setan. Ekonomi yang semakin melemah pun dapat terjadi di beberapa rumah tangga, sehingga pelan-pelan memicu ketidakpastian ekonomi di dalam negeri," jelas Indah Hapsari.

Ketika nantinya ekonomi sudah berada di tahap ini, Indah Hapsari menyarankan untuk melakukan perencanaan keuangan ulang. 

"Selain itu, bisa juga untuk mulai mengevaluasi perencanaan yang ada kemarin. Mulailah evaluasi, lalu disesuaikan dengan kondisi saat ini," tambahnya.

2. Mulai dari mana ketika melakukan perencanaan keuangan ulang? 

2. Mulai dari mana ketika melakukan perencanaan keuangan ulang 
Freepik/Wavebreakmedia-micro

Indah Hapsari menyarankan ketika Mama mulai kebingungan pada saat melakukan perencanaan keuangan ulang, sebaiknya kembali ke dasar terlebih dahulu. 

Mama bisa menerapkan "Basic Triangle" ketika sedang melakukan perencanaan keuangan ulang. Dalam metode ini, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan yakni current financial statement, risk profile dan goals (tujuan keuangan). 

Dari ketiga aspek tersebut, mulailah dari current financial statement. Di tahap ini Mama perlu melakukan analisa dengan baik mengenai posisi keuangan saat ini sedang berada di mana. 

"Dalam penerapannya, Mama perlu duduk bersama pasangan dan berkomunikasilah untuk mengetahui bahwa secara keuangan keluarga sekarang sudah berada di titik mana," ucap Indah Hapsari. 

Demi mempermudah dalam mengetahui posisi keuangan keluarga sedang berada di mana, Mama perlu mengetahui beberapa hal seperti berapakah aset kekayaan yang dimiliki saat ini dan hutang yang dimiliki saat ini. Kemudian, Mama dan pasangan perlu berdiskusi mengenai arus kas mengenai uang masuk dan keluar di dalam finansial keluarga. 

3. Setiap keluarga perlu sekali menerapkan adanya dana darurat

3. Setiap keluarga perlu sekali menerapkan ada dana darurat
Pixabay/QuinceCreative

"Setelah mengetahui di posisi manakah keuangan keluarga saat ini, baik dari sisi aset, hutang maupun pendapatan dan pengeluaran. Selanjutnya, Mama perlu melakukan pemeriksaan terkait dana darurat yang dimiliki saat ini," ucap Indah Hapsari.

Dana darurat adalah dana yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kebutuhan mendadak di dalam keluarga, seperti tiba-tiba harus masuk rumah sakit atau terjadi hal yang tak diinginkan lainnya. Dana darurat berfungsi sebagai dana siaga yang harus disiapkan dan tidak boleh ditunda. 

Perlu diketahui bahwa ketidaksiapan sebuah keluarga terkait dana darurat hanya akan menyebabkan Mama harus terpaksa menguras dana tabungan. Padahal semestinya, dana tabungan bisa dipergunakan untuk tujuan keuangan lainnya. 

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Indah Hapsari menyarankan untuk memodifikasi perhitungan dana darurat yang dapat seharusnya dimiliki. 

"Terapkanlah dana darurat dengan survival mode. Ini maksudnya setiap keluarga perlu menghitung berapa lama kita akan mampu bertahan hidup dengan dana yang dimiliki sekarang. Efek dari pandemi Covid-19 ini juga belum diketahui akan sampai kapan," ucapnya. 

Menurut Indah Hapsari, idealnya dana darurat dapat memperhitungkan dua hal yakni: 

  • Risk profile, mulai dari jenis pekerjaan, status dan tanggungan.
  • Total penghasilan setiap tahunnya. 

4. Tips menghemat keuangan keluarga selama pandemi Covid-19

4. Tips menghemat keuangan keluarga selama pandemi Covid-19
Freepik

Indah Hapsari sebagai orang yang telah berpengalaman di bidang finansial membagikan beberapa trik menghemat keuangan keluarga selama pandemi Covid-19, seperti: 

  • Menunda bepergian ke luar rumah atau ke luar kota. 
  • Alokasikan budget transportasi ke dana darurat. 
  • Jika diperlukan, bisa alokasikan budget investasi untuk menambah dana darurat. 
  • Negoisasi mengenai kewajiban-kewajiban, cicilan atau uang sewa yang bisa ditunda. 
  • Menerapkan mindful-buying yakni dengan mengingatkan diri sendiri bahwa kebutuhan tidak sama dengan keinginan. 
  • Buatlah daftar kebutuhan (khususnya kebutuhan primer). 
  • Tetapkan perencanaan persiapan makanan keluarga untuk beberapa hari ke depan, mulai dari menentukan resep makanan apa saja yang ingin dibuat hingga buatlah daftar belanja sendiri. 
  • Lakukan perbandingan harga untuk masing-masing barang, sehingga Mama dapat mendapatkan dan membeli dengan harga yang murah. 
  • Usahakan untuk tetap memanfaatkan promo (gratis ongkos kirim atau promo dari marketplace).
  • Beli dan sesuaikan semua kebutuhan keluarga secara secukupnya. 
  • Yakini diri sendiri bahwa kebutuhan terus tersedia di pasaran, sehingga tidak sampai belanja terlalu berlebihan. 

Jika memungkinkan, Mama pun bisa mencari pendapatan tambahan demi membantu keuangan keluarga. 

Indah Hapsari mengingatkan untuk bisa peka serta melihat sekeliling rumah mengenai barang-barang apa saja yang bisa dijual atau disewakan. 

"Ini dapat menjadi opsi yang bisa dilakukan. Namun, satu garis merah yang ingin saya tekankan bahwa tetap perlu mengusahakan dalam mencari pendapatan tambahan harus dilakukan tanpa adanya modal. Apalagi perlu diingat sekarang sedang berada di tahap survival mode, di mana sebisa mungkin tidak ada penambahan biaya tambahan yang dikeluarkan," ucap Indah Hapsari . 

Selanjutnya Mama perlu melakukan kalkulasi ulang terkait tujuan dan mengatur prioritas terkait kebutuhan yang dapat mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Demi tidak boros dan keuangan tetap terkendali, Mama perlu menerapkan 4 skala kuadran prioritas seperti: 

  • Kebutuhan dengan skala lebih penting. 
  • Kebutuhan dengan skala kurang penting. 
  • Kebutuhan dengan skala lebih mendesak. 
  • Kebutuhan dengan skala kurang mendesak. 

Dengan menerapkan 4 skala kuadran prioritas tersebut, maka Mama pun dapat jauh lebih berhemat selama pandemi Covid-19. 

Itulah beberapa diskusi serta informasi yang didapatkan oleh para peserta selama Popmama Online Class kali ini. 

Semoga semua ilmu terkait tips bijak dalam mengatur keuangan keluarga selama pandemi Covid-19 bisa berguna ya, Ma. 

Kira-kira setelah ini ada yang tertarik untuk ikutan kelas dengan tema lain? 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.