Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Gejala GERD Kronis, Kenali Cirinya agar Bisa Ditangani dengan Tepat
Pexels/Ivan S
  • Artikel menjelaskan bahwa GERD kronis terjadi ketika asam lambung terus naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala berulang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Tujuh gejala utama GERD kronis meliputi regurgitasi, heartburn, nyeri dada, disfagia, sensasi globus di tenggorokan, batuk kronis, serta sesak napas akibat iritasi saluran pernapasan.
  • Penanganan medis segera diperlukan bila muncul nyeri dada berat atau kesulitan bernapas karena kondisi ini bisa menyerupai serangan jantung atau memperburuk gangguan pernapasan seperti asma.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu sedang asyik bersantai setelah makan malam yang lezat, lalu tiba-tiba muncul rasa tidak nyaman yang menjalar dari perut hingga ke kerongkongan? 

Padahal, jika kondisi asam lambung yang naik ini terjadi secara berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi itu adalah tanda dari Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

Ketika GERD sudah memasuki tahap yang cukup parah dan terjadi secara terus-menerus, kondisinya bisa berubah menjadi kronis.

Nah, apa saja gejala GERD yang kronis? Berikut Popmama.com bahas 7 gejala GERD kronis yang tidak boleh dianggap remeh. Yuk, simak sampai habis!

1. Regurgitasi (Cairan asam yang berbalik naik)

Pexels/cottonbro studio

Selain dada yang terasa panas, kamu mungkin pernah tiba-tiba merasakan ada cairan asam atau pahit yang kembali naik ke pangkal tenggorokan atau bahkan hingga ke mulut. 

Mengutip dari laman kesehatan Healthline, regurgitasi merupakan salah satu tanda utama GERD. Cairan yang naik ini bukan hanya membuat mulut terasa tidak enak, tetapi juga bisa merusak enamel gigi jika dibiarkan terus-menerus. 

Terkadang, regurgitasi ini disertai dengan sedikit makanan yang belum tercerna dengan sempurna, yang membuat pengalaman makan menjadi sangat tidak nyaman.

2. Heartburn (Sensasi panas terbakar di dada)

Pexels/Anastasia Shuraeva

Mari kita mulai dengan gejala yang paling klasik dan sering dikeluhkan. Heartburn bukanlah penyakit yang berhubungan dengan organ jantung sungguhan, melainkan sensasi panas dan perih seperti terbakar di area dada, tepatnya di belakang tulang dada. 

Rasa panas ini biasanya muncul setelah kamu mengonsumsi makanan pemicu seperti makanan pedas, berlemak, atau asam. 

Saat asam dari lambung naik ke kerongkongan yang tidak memiliki lapisan pelindung sekuat lambung, dinding kerongkongan akan mengalami iritasi. 

Sensasi panas ini sering kali terasa semakin parah ketika kamu membungkuk atau berbaring sesaat setelah makan.

3. Nyeri dada

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Tahukah kamu bahwa GERD kronis sering kali menipu dan membuat banyak orang bergegas ke ruang gawat darurat karena mengira mereka terkena serangan jantung? 

Ya, asam lambung yang naik dengan parah bisa memicu nyeri dada yang sangat tajam dan menekan. Dilansir Healthline, nyeri dada adalah salah satu gejala yang berpotensi menjadi kondisi gawat darurat. 

Meskipun kamu merasa memiliki riwayat GERD, jika nyeri dada datang tiba-tiba dengan intensitas yang sangat berat dan menjalar ke lengan atau rahang, kamu harus segera mencari pertolongan medis untuk memastikan bahwa itu bukanlah serangan jantung.

4. Sulit menelan makanan (Disfagia)

Pexels/cottonbro studio

Bayangkan kamu sedang menikmati hidangan favorit, tetapi setiap kali menelan, makanan terasa tersangkut di dada atau kerongkongan. 

Gejala yang disebut disfagia ini sangat umum terjadi pada penderita GERD kronis. Ketika asam lambung terus-menerus mengiritasi kerongkongan, jaringan di sekitarnya bisa mengalami peradangan, pembengkakan, atau bahkan pembentukan jaringan parut seiring berjalannya waktu. 

Akibatnya, saluran kerongkongan menjadi lebih sempit, sehingga makanan, baik padat maupun cair, membutuhkan usaha ekstra untuk bisa turun ke lambung. 

Jika dibiarkan, kondisi ini tentu akan menurunkan nafsu makan dan memengaruhi asupan nutrisi harianmu.

5. Sesak di tenggorokan 

Pexels/Speak Media Uganda

Pernahkah kamu merasa ada pil atau sisa makanan yang menyangkut di tenggorokan, padahal kamu sedang tidak menelan apa-apa? Dalam dunia medis, perasaan mengganjal yang konstan ini disebut dengan sensasi globus. 

Asam lambung yang berhasil naik hingga ke area tenggorokan bagian atas akan menyebabkan iritasi lokal. Sebagai respons terhadap iritasi tersebut, otot-otot di sekitar tenggorokan menjadi tegang atau sedikit membengkak, sehingga menciptakan ilusi seolah-olah ada benda asing yang menghalangi. 

Meskipun tidak menyakitkan, sensasi ini bisa sangat mengganggu kenyamanan saat kamu berbicara atau sekadar menelan ludah.

6. Batuk yang tak kunjung sembuh

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Jika kamu mengalami batuk kering selama berminggu-minggu namun tidak disertai demam atau pilek, jangan langsung menyalahkan polusi udara atau alergi. Batuk kronis adalah salah satu efek samping dari GERD yang jarang disadari. 

Saat kamu tidur atau berbaring, posisi tubuh yang mendatar membuat asam lambung lebih mudah mengalir naik ke kerongkongan dan terkadang percikannya masuk ke saluran pernapasan. 

Iritasi pada ujung saraf di saluran napas inilah yang kemudian memicu refleks tubuh untuk terus terbatuk sebagai upaya membersihkan jalan napas. Tidak heran jika batuk akibat GERD biasanya terasa jauh lebih parah di malam hari.

7. Sesak napas 

Pexels/Engin Akyurt

Gejala terakhir yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah sesak napas. Mirip dengan mekanisme terjadinya batuk kronis, asam lambung yang secara tidak sengaja terhirup masuk ke dalam paru-paru (aspirasi) dapat memicu peradangan pada saluran udara.

Kondisi ini bisa menyebabkan saluran napas menyempit, memunculkan suara mengi (napas berbunyi), hingga membuat dadamu terasa sangat berat saat menarik napas. Bagi kamu yang memang sudah memiliki riwayat penyakit asma, kehadiran GERD bisa membuat frekuensi serangan asma menjadi lebih sering dan sulit dikendalikan. 

Sama seperti nyeri dada yang hebat, kesulitan bernapas yang parah harus segera mendapatkan penanganan medis darurat.

Itulah pembahasan mengenai 7 gejala GERD kronis untuk melindungi dirimu dari komplikasi yang lebih serius dan segera mencari pertolongan medis. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article