Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Hal yang Membuat Hubungan ‘Real’ Manusia Tetap Penting di Era AI
Dok. IdeaFest 2026
  • IdeaFest 2026 bertema “Re:Humanize” di JICC Jakarta dari 4-6 September 2026, mengangkat pentingnya peran manusia di tengah AI, yang tetap ditentukan oleh arah, tujuan, dan dampak penggunaan teknologi.

  • AI dapat mempercepat pekerjaan serta eksplorasi kreatif, tetapi pengalaman, emosi, intuisi, perspektif, dan pemahaman konteks manusia memberi karya identitas dan makna.

  • Interaksi langsung, komunitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata tetap ditekankan melalui program IdeaFest, termasuk sesi, marketplace, serta aktivitas yang mempertemukan kreator, brand lokal, UMKM, dan pengunjung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
AI bisa membantu orang bekerja dan mencari ide lebih cepat. Tapi orang tetap memilih tujuan dan cara memakainya. Di IdeaFest 2026 di Jakarta, banyak orang bicara bahwa rasa, pengalaman, dan ide manusia itu penting. Orang juga tetap perlu bertemu, berteman, dan membuat komunitas bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat banyak hal dalam kehidupan sehari-hari menjadi semakin mudah. Teknologi ini dapat membantu manusia bekerja lebih cepat, mencari informasi, hingga mengeksplorasi berbagai ide kreatif.

Namun, di tengah perkembangan tersebut, muncul pertanyaan mengenai posisi manusia. Jika berbagai pekerjaan dan proses kreatif dapat dibantu AI, apakah hubungan dan peran manusia nantinya juga akan tergantikan?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat dalam IdeaFest 2026 melalui tema “Re:Humanize”. Digelar pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Selatan, IdeaFest mengajak masyarakat untuk kembali melihat apa yang membuat manusia tetap penting di tengah perkembangan teknologi.

Berikut Popmama.com rangkum hal yang menjadi pesan penting dari semangat IdeaFest 2026.

1. AI bisa membantu manusia, tetapi bukan menentukan arahnya

Dok. IdeaFest 2026

Kehadiran AI memang memberikan banyak kemudahan. Teknologi ini dapat membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat dan membuka peluang untuk melakukan lebih banyak hal.

Namun, keputusan mengenai bagaimana teknologi tersebut digunakan tetap berada di tangan manusia. AI dapat menjadi alat yang membantu proses, tetapi manusia tetap menentukan tujuan dan dampak yang ingin dihasilkan.

Hal tersebut disampaikan Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison. Menurutnya, perkembangan AI seharusnya berjalan berdampingan dengan kemampuan manusia dalam menentukan arah.

“AI memberi kita kemampuan untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih cepat. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, tujuan, dan dampaknya. Kami percaya, ketika kemampuan teknologi berpadu dengan potensi manusia, lebih banyak kemungkinan dapat diwujudkan,” ujar Ovidia saat press conference IdeaFest 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi “Heartware Inside Hardware” yang dibawa Indosat dalam mendukung IdeaFest 2026. Teknologi tidak hanya dilihat dari kecanggihannya, tetapi juga dari bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan manusia dan memberikan dampak yang lebih luas.

2. Kreativitas manusia tidak hanya soal menghasilkan karya

Popmama.com/Putri Syifa N

AI juga membawa perubahan besar bagi industri kreatif. Dengan bantuan teknologi, seseorang dapat mengeksplorasi ide, mempercepat proses produksi, hingga menemukan berbagai kemungkinan baru dalam berkarya.

Meski demikian, kreativitas manusia memiliki unsur yang lebih kompleks daripada sekadar menghasilkan sebuah karya. Pengalaman, emosi, intuisi, perspektif, dan kemampuan memahami konteks turut menentukan bagaimana sebuah karya memiliki identitas serta makna.

Galih Sulistyaningra, CEO and Co-Founder of Smartick Indonesia, melihat AI sebagai alat yang dapat membantu mempercepat proses kreatif, tetapi bukan berarti mengambil alih seluruh peran manusia dalam menciptakan karya.

“AI dapat menjadi alat yang mempercepat proses kreatif dan membuka kemungkinan baru dalam eksplorasi ide. Namun, perspektif, pengalaman, emosi, intuisi, dan pemahaman manusia terhadap konteks tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang memiliki identitas dan makna,” ujar Galih.

Dengan kata lain, AI dapat membantu seseorang dalam proses menciptakan sesuatu, tetapi pengalaman manusia tetap menjadi bagian yang memberikan karakter pada karya tersebut.

Hal ini pula yang menjadi salah satu semangat “Re:Humanize”, yakni menempatkan manusia tetap sebagai creator, thinker, collaborator, dan decision-maker di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

3. Hubungan dan pengalaman langsung tetap punya tempat

Dok. IdeaFest 2026

Teknologi mungkin membuat manusia semakin mudah terhubung secara digital. Namun, interaksi secara langsung, bertemu dengan orang lain, berbagi pengalaman, dan membangun komunitas tetap memiliki peran penting.

Semangat tersebut turut diwujudkan dalam berbagai program IdeaFest 2026. Selain menghadirkan lebih dari 500 pembicara dalam 160+ sesi, IdeaFest menghadirkan berbagai experiential activations, creative marketplace, serta kolaborasi lintas industri.

Salah satunya adalah IdeaFest Picks, hasil kolaborasi dengan JKTGo, yang mempertemukan pengunjung dengan berbagai brand lokal, UMKM, dan pelaku kreatif. Pengunjung tidak hanya melihat produk yang ditawarkan, tetapi juga dapat mengenal cerita, nilai, dan proses di balik karya tersebut.

IdeaFest juga berkolaborasi dengan Collect Con untuk mempertemukan kreator, kolektor, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan manusia untuk memiliki komunitas dan membangun koneksi dengan orang lain.

Sementara itu, melalui IdeaFest X, ESCAPE menghadirkan berbagai instalasi dan aktivitas interaktif yang membuat pengunjung menjadi bagian dari pengalaman, bukan sekadar penonton.

Verren Ornela, ESCAPE Representative, mengatakan bahwa pengalaman langsung tetap memiliki nilai tersendiri karena seseorang tidak hanya menerima sebuah ide, tetapi juga dapat merasakannya.

“Bagi kami, pengalaman terbaik lahir ketika seseorang tidak hanya melihat atau mendengar sebuah ide, tetapi juga merasakannya secara langsung. Itulah yang ingin kami bawa ke IdeaFest tahun ini,” ujar Verren.

Berbagai kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa semakin berkembangnya AI bukan berarti kebutuhan manusia untuk terhubung menjadi semakin kecil. Justru, hubungan, komunitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Melalui tema “Re:Humanize”, IdeaFest 2026 ingin mengajak masyarakat melihat kembali peran manusia di tengah perkembangan AI. Teknologi dapat membantu manusia bekerja lebih cepat dan membuka berbagai kemungkinan baru, tetapi manusialah yang tetap memberikan arah, tujuan, kreativitas, empati, dan makna.

Pada akhirnya, AI mungkin dapat membantu banyak hal, tetapi hubungan ‘real’ antarmanusia tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa begitu saja digantikan oleh teknologi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article