Teknologi mungkin membuat manusia semakin mudah terhubung secara digital. Namun, interaksi secara langsung, bertemu dengan orang lain, berbagi pengalaman, dan membangun komunitas tetap memiliki peran penting.
Semangat tersebut turut diwujudkan dalam berbagai program IdeaFest 2026. Selain menghadirkan lebih dari 500 pembicara dalam 160+ sesi, IdeaFest menghadirkan berbagai experiential activations, creative marketplace, serta kolaborasi lintas industri.
Salah satunya adalah IdeaFest Picks, hasil kolaborasi dengan JKTGo, yang mempertemukan pengunjung dengan berbagai brand lokal, UMKM, dan pelaku kreatif. Pengunjung tidak hanya melihat produk yang ditawarkan, tetapi juga dapat mengenal cerita, nilai, dan proses di balik karya tersebut.
IdeaFest juga berkolaborasi dengan Collect Con untuk mempertemukan kreator, kolektor, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan manusia untuk memiliki komunitas dan membangun koneksi dengan orang lain.
Sementara itu, melalui IdeaFest X, ESCAPE menghadirkan berbagai instalasi dan aktivitas interaktif yang membuat pengunjung menjadi bagian dari pengalaman, bukan sekadar penonton.
Verren Ornela, ESCAPE Representative, mengatakan bahwa pengalaman langsung tetap memiliki nilai tersendiri karena seseorang tidak hanya menerima sebuah ide, tetapi juga dapat merasakannya.
“Bagi kami, pengalaman terbaik lahir ketika seseorang tidak hanya melihat atau mendengar sebuah ide, tetapi juga merasakannya secara langsung. Itulah yang ingin kami bawa ke IdeaFest tahun ini,” ujar Verren.
Berbagai kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa semakin berkembangnya AI bukan berarti kebutuhan manusia untuk terhubung menjadi semakin kecil. Justru, hubungan, komunitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Melalui tema “Re:Humanize”, IdeaFest 2026 ingin mengajak masyarakat melihat kembali peran manusia di tengah perkembangan AI. Teknologi dapat membantu manusia bekerja lebih cepat dan membuka berbagai kemungkinan baru, tetapi manusialah yang tetap memberikan arah, tujuan, kreativitas, empati, dan makna.
Pada akhirnya, AI mungkin dapat membantu banyak hal, tetapi hubungan ‘real’ antarmanusia tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa begitu saja digantikan oleh teknologi.