Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

3 Jenis Kanker Kulit di Kaki, Kenali Ciri Awal dan Risikonya

3 Jenis Kanker Kulit di Kaki, Kenali Ciri Awal dan Risikonya
gentlecure.com
Intinya Sih

  • Karsinoma Sel Skuamosa (SCC) adalah kanker kulit yang agresif dan seringkali diawali oleh kondisi pra-kanker seperti Keratosis Aktinik.

  • Melanoma Maligna (Acral Lentiginous Melanoma) adalah jenis melanoma yang sulit didiagnosis karena sering terjadi pada area yang tidak terpapar matahari.

  • Karsinoma Sel Basal (BCC) jarang terjadi di kaki, tetapi perlu diperhatikan karena cenderung "menggerogoti" struktur di bawahnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perubahan pada kulit kaki sering kali dianggap sepele karena dikira hanya akibat gesekan sepatu, luka kecil, atau kapalan. Anggapan ini membuat banyak orang tidak terlalu memperhatikan kondisi kulit di area kaki.

Kulit kaki juga bisa mengalami gangguan serius yang awalnya tampak ringan. Jika dibiarkan, perubahan kecil tersebut bisa berkembang tanpa disadari. Perubahan pada kulit kaki sering kali dianggap sepele karena dikira hanya akibat gesekan sepatu, luka kecil, atau kapalan.

Anggapan ini membuat banyak orang tidak terlalu memperhatikan kondisi kulit di area kaki. Padahal, kulit kaki juga bisa mengalami gangguan serius yang awalnya tampak ringan.

Nah, supaya kamu nggak bingung, Popmama.com akan menjelaskan 3 jenis kanker kulit di kaki beserta dengan gejala awalnya. Simak penjelasannya dibawah ini.

Table of Content

1. Karsinoma Sel Skuamosa (SCC)

1. Karsinoma Sel Skuamosa (SCC)

3 Jenis Kanker Kulit di Kaki, Kenali Ciri Awal dan Risikonya
skincancer.org

Karsinoma Sel Skuamosa (SCC) adalah keganasan yang muncul dari keratinosit di lapisan epidermis.

Pada kaki, SCC seringkali memiliki sifat "agresifitas lokal" yang tinggi, di mana ia tidak hanya menyebar secara horizontal di permukaan kulit, tetapi juga menginvasi secara vertikal ke arah tendon dan jaringan ikat.

1. Gejala Awal

SCC sering kali diawali oleh kondisi pra-kanker yang disebut Keratosis Aktinik atau Bowen’s Disease (SCC in situ). Di kaki, gejalanya bisa berupa plak merah yang berkerak yang jika dikelupas akan berdarah.

Yang paling berbahaya adalah SCC tipe ulseratif, di mana sel kanker menciptakan kawah dalam di telapak kaki yang mengeluarkan eksudat (cairan) berbau dan sering kali disertai infeksi sekunder bakteri, sehingga pasien sering salah mengira ini sebagai abses atau luka diabetes biasa.

2. Faktor Risiko

  • Imunosupresi Kronis: Pasien dengan penurunan sistem imun memiliki sel T yang kurang efektif dalam mendeteksi sel skuamosa yang bermutasi.
  • Inflamasi Menahun: Adanya peradangan kronis (seperti osteomielitis kronis atau luka tekan yang tidak dirawat) memicu siklus regenerasi sel yang terlalu cepat, meningkatkan risiko mutasi DNA selama replikasi.
  • Paparan Karsinogen industri: Paparan terhadap oli, pelumas, dan aspal yang mengenai kaki dalam waktu lama dapat memicu mutasi selular primer.

3. Protokol Penanganan Medis:

  • Bedah Mohs Tingkat Lanjut: Menggunakan teknik pemetaan mikroskopis untuk memastikan tumor yang bercabang seperti akar dapat diangkat seluruhnya tanpa memotong tendon jari kaki yang krusial untuk berjalan.
  • Terapi Fotodinamik (PDT): Penggunaan agen fotosensitisasi yang diaplikasikan ke lesi, kemudian disinari cahaya khusus untuk membunuh sel kanker superfisial tanpa bedah.
  • Rehabilitasi Pasca-Operasi: Jika area yang diangkat luas (seperti di telapak kaki), diperlukan prosedur Skin Graft (cangkok kulit) atau Flap Surgery menggunakan jaringan dari paha untuk memastikan pasien tetap bisa menapak dengan nyaman.

2. Melanoma Maligna (Acral Lentiginous Melanoma)

3 Jenis Kanker Kulit di Kaki, Kenali Ciri Awal dan Risikonya
researchgate.net

Melanoma Akral (ALM) adalah jenis melanoma yang paling menantang karena sering kali terjadi pada area yang tidak terpapar matahari dan memiliki profil genetik yang berbeda dari melanoma punggung atau wajah.

1. Gejala Awal

ALM berkembang di melanosit yang terletak di lapisan basal epidermis. Pada telapak kaki, ia tampak sebagai makula (bercak datar) cokelat tua atau hitam yang luasnya tidak beraturan.Salah satu tanda khas adalah Fenomena Hutchinson, yaitu penyebaran pigmen hitam dari kuku ke arah kutikula dan lipatan kulit di sekitarnya.

Yang paling sulit didiagnosis adalah Melanoma Amelanotik, yaitu melanoma yang tidak berwarna hitam melainkan kemerahan, sehingga sering dianggap sebagai luka lecet biasa.

2. Faktor Risiko 

  • Dinamika Genetik: Berbeda dengan melanoma akibat UV yang biasanya memiliki mutasi gen BRAF, melanoma kaki lebih sering menunjukkan mutasi pada gen KIT dan CCND1. Ini penting karena menentukan jenis obat yang akan diberikan dokter.
  • Kepadatan Melanosit: Telapak kaki sebenarnya memiliki kepadatan melanosit yang lebih rendah dibanding area lain, namun ketika terjadi mutasi di sini, sel-sel tersebut cenderung lebih agresif dan cepat masuk ke sistem limfatik.

3. Protokol Penanganan Medis:

  • Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB):Prosedur wajib untuk melanoma dengan ketebalan (Breslow Depth) lebih dari 0.8 mm. Dokter akan menyuntikkan radioisotop untuk mencari "kelenjar getah bening pertama" yang berpotensi menjadi tempat pelarian sel kanker.
  • Imunoterapi (Checkpoint Inhibitors):Pemberian obat seperti Pembrolizumab(Keytruda) atau Ipilimumab untuk mengaktifkan kembali sel T tubuh agar bisa menghancurkan sel melanoma yang sudah menyebar ke organ lain.
  • Terapi Target (KIT Inhibitors): Jika tes genetik menunjukkan mutasi gen KIT, pasien dapat diberikan obat spesifik (seperti Imatinib) yang menargetkan jalur pertumbuhan sel kanker tersebut.

3. Karsinoma Sel Basal (BCC)

3 Jenis Kanker Kulit di Kaki, Kenali Ciri Awal dan Risikonya
skincancer.org

Meskipun BCC di kaki jarang, jenis ini tetap menjadi perhatian serius karena kecenderungannya untuk "menggerogoti" struktur di bawahnya (dikenal sebagai Rodent Ulcer).

1. Gejala awal

BCC berasal dari sel-sel di lapisan terdalam epidermis (lapisan basal). Di kaki, ia jarang berbentuk benjolan mutiara seperti di wajah.

Lebih sering muncul sebagai tipe Infiltratif atau Sklerosa, yang tampak seperti plak berwarna kuning-putih yang menyerupai jaringan parut dan terasa sangat keras. Kanker ini jarang bermetastasis (menyebar jauh), namun jika dibiarkan, ia bisa menembus tulang metatarsal kaki.

2. Faktor Risiko

  • Paparan Radiasi Pengion: Riwayat penggunaan sinar-X untuk pengobatan penyakit kulit di masa lalu atau paparan radiasi lingkungan.
  • Sindrom Genetik (Gorlin-Goltz): Kelainan genetik pada jalur pensinyalan Hedgehogyang menyebabkan munculnya banyak kanker sel basal sejak usia muda.

3. Protokol Penanganan Medis:

  • Hedgehog Pathway Inhibitors: Untuk kasus BCC yang sudah terlalu luas dan tidak bisa dioperasi, terdapat obat minum seperti Vismodegib yang dapat mengecilkan tumor secara signifikan.
  • Radioterapi Supervisi: Penggunaan radiasi dosis tinggi yang terfokus untuk menghancurkan sel basal jika operasi dianggap terlalu berisiko bagi pasien lanjut usia atau pasien dengan gangguan pembuluh darah kaki.
  • Elektrokauterisasi: Penghancuran jaringan kanker dengan energi panas listrik untuk lesi-lesi kecil yang superfisial

Itulah penjelasan tentang 3 jenis kanker kulit di kaki beserta dengan gejala awal hingga protkol penanganan medisnya. Kanker kulit di kaki memiliki tingkat "keterlambatan diagnosis" yang paling tinggi dibandingkan area tubuh lainnya.

Biopsi adalah satu-satunya cara pasti untuk membedakan antara masalah kulit ringan dan ancaman kanker yang serius. Maka, jangan menunda untuk melakukan Biopsi. Kesehatan kaki kita adalah kunci dari kemandirian dan mobilitas di masa tua.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More