Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Kelebihan dan Kekurangan Pembalut Kain, Ketahui Sebelum Pakai!
Pexels/www.kaboompics.com
  • Pembalut kain dinilai lebih ramah lingkungan dan hemat jangka panjang karena bisa dicuci serta digunakan berulang kali, berbeda dengan pembalut sekali pakai yang menambah limbah rumah tangga.
  • Bahan alami seperti katun atau bambu membuat pembalut kain lebih nyaman, minim bahan kimia, serta mengurangi risiko iritasi bagi kulit sensitif selama periode menstruasi.
  • Kekurangannya terletak pada perawatan yang butuh waktu, harga awal lebih mahal, dan kurang praktis saat bepergian karena harus dicuci serta dijaga kebersihannya secara rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kepadatan aktivitas sehari-hari membuat mayoritas perempuan memilih pembalut sekali pakai ketika periode menstruasi. Namun, tidak sedikit juga yang memilih menggunakan pembalut kain sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Selain dianggap lebih ramah lingkungan, sebagian perempuan juga merasa bahan kain terasa lebih nyaman di kulit, terutama saat menstruasi berlangsung cukup lama. Kalau kamu tertarik beralih, ada baiknya memahami dulu apa saja plus dan minusnya.

Hal ini dikarenakan pembalut kain tetap membutuhkan penyesuaian dalam pemakaiannya. Supaya tidak salah ekspektasi, Popmama.com akan membahas 10 kelebihan dan kekurangan pembalut kain yang perlu diketahui sebelum menggunakannya.

1. Lebih ramah lingkungan

Pexels/ready made

Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang langsung dibuang setelah digunakan, pembalut kain bisa dicuci dan dipakai kembali dalam waktu yang cukup lama. Hal inilah yang membuatnya lebih ramah lingkungan.

Menurut UN Environment Programme, penggunaan produk sekali pakai memang menjadi salah satu penyumbang limbah rumah tangga yang cukup besar. Karena itu, memakai produk reusable seperti pembalut kain dinilai bisa membantu mengurangi jumlah sampah sehari-hari.

2. Bisa lebih hemat dalam jangka panjang

Pexels/www.kaboompics.com

Meski harga awal pembalut kain mungkin terasa lebih mahal, pengeluaran dalam jangka panjang justru bisa lebih hemat. Kamu tidak perlu lagi membeli pembalut baru setiap bulan seperti pembalut sekali pakai.

Jika dirawat dengan baik, pembalut kain umumnya bisa dipakai hingga bertahun-tahun, sehingga biaya yang dikeluarkan di awal bisa terasa lebih sepadan dalam pemakaian jangka panjang.

3. Minim paparan bahan kimia tambahan

Pexels/Anna Shvets

Bagi yang punya kulit sensitif atau mudah merasa tidak nyaman saat menstruasi, pembalut kain sering dianggap lebih aman karena umumnya dibuat dari bahan alami seperti katun atau bambu.

Dilansir dari Cleveland Clinic, area kewanitaan memang lebih sensitif terhadap produk yang mengandung pewangi atau bahan tertentu.

Karena pembalut kain biasanya tidak mengandung gel penyerap atau pewangi tambahan, sebagian pengguna merasa area intim jadi lebih nyaman dan tidak mengganggu terutama saat aktivitas padat.

4. Lebih nyaman dipakai seharian

Pexels/Elina Fairytale

Banyak pengguna pembalut kain merasa bahan kain lebih adem dan tidak terlalu gerah dibanding pembalut sekali pakai. Hal ini dikarenakan bahan kain biasanya memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.

Berbeda dengan beberapa pembalut sekali pakai yang memiliki lapisan plastik, pembalut kain cenderung membuat area kewanitaan terasa lebih mudah “bernapas”, terutama saat dipakai dalam waktu lama atau di cuaca panas.

5. Risiko iritasi bisa lebih rendah

Pexels/KoolShooters

Pembalut kain sangat cocok digunakan kalau kamu sering mengalami gatal, ruam, atau iritasi saat menstruasi. Permukaannya yang lebih lembut membuat gesekan di kulit terasa lebih minim.

Hal ini juga bisa menjadi upaya menjaga area intim tetap nyaman dan tidak terlalu lembap agar terhindar dari risiko iritasi pada kulit sensitif.

6. Perlu dicuci dan dirawat sendiri

Pexels/Pixabay

Di balik kelebihannya, pembalut kain memang membutuhkan usaha ekstra dalam perawatannya. Setelah dipakai, pembalut harus segera dibilas, dicuci sampai bersih, lalu dijemur hingga benar-benar kering sebelum dipakai lagi.

Bagi sebagian orang, proses ini mungkin terasa cukup merepotkan, apalagi kalau sedang sibuk atau punya aktivitas padat setiap hari.

7. Pembelian awal yang lebih mahal

Pexels/Jakub Zerdzicki

Meski lebih hemat untuk jangka panjang, biaya awal pembalut kain biasanya lebih mahal dibanding membeli satu bungkus pembalut biasa.

Untuk kebutuhan satu siklus menstruasi, biasanya seseorang perlu memiliki beberapa lembar pembalut kain sekaligus agar tetap punya cadangan saat yang lain sedang dicuci. Jadi, ada biaya awal yang perlu dipersiapkan.

8. Kurang praktis saat bepergian

Pexels/Andrea Piacquadio

Kalau kamu sering berada di luar rumah dalam waktu lama, pembalut kain mungkin terasa sedikit kurang praktis. Saat harus mengganti pembalut, kamu tidak bisa langsung membuangnya begitu saja.

Biasanya, pembalut bekas perlu disimpan terlebih dahulu di kantong khusus yang kedap air sebelum dicuci di rumah. Bagi sebagian orang ini tidak masalah, tapi ada juga yang merasa kurang nyaman.

9. Harus dijaga kebersihannya

Pexels/Diva Plavalaguna

Kebersihan pembalut kain perlu benar-benar diperhatikan. Kalau tidak dicuci dengan baik atau masih lembap saat digunakan, risiko munculnya jamur dan bakteri bisa meningkat.

Mengutip dari National Health Service UK, benda yang digunakan berulang di area sensitif perlu dibersihkan dan dikeringkan dengan benar agar tetap higienis dan aman dipakai.

10. Biasanya terasa lebih tebal

Pexels/Tima Miroshnichenko

Dibanding pembalut sekali pakai modern yang cenderung tipis, beberapa jenis pembalut kain memang terasa lebih tebal saat digunakan.

Bagi pengguna baru, sensasi ini mungkin terasa agak mengganjal di awal dan butuh waktu untuk beradaptasi. Beberapa orang juga merasa perlu lebih menyesuaikan pilihan pakaian agar tetap nyaman saat beraktivitas.

Itulah 10 kelebihan dan kekurangan pembalut kain yang perlu diketahui sebelum menggunakannya. Setelah melihat plus minusnya, apakah kamu tertarik beralih ke pembalut kain?

Editorial Team

Related Article