Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Perempuan Tidak Boleh Tengkurap Terlalu Lama? Begini Dampaknya
Pexels/Volodymyr
  • Posisi tidur tengkurap memberi tekanan berlebih pada tulang belakang, leher, payudara, dan wajah sehingga dapat menurunkan kualitas istirahat serta memicu rasa tidak nyaman.
  • Tekanan terus-menerus saat tengkurap bisa menyebabkan nyeri pada jaringan payudara, gangguan sirkulasi darah, jerawat, hingga munculnya garis halus akibat gesekan dengan bantal.
  • Bagi ibu hamil, posisi tengkurap makin berisiko karena menekan perut dan mengganggu aliran darah; dokter menyarankan tidur miring ke kiri untuk kenyamanan dan kesehatan janin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa posisi tidur tengkurap itu paling nyaman? Kamu tidak sendirian, karena banyak perempuan juga merasakan hal yang sama.

Namun, di balik rasa nyaman tersebut, ada beberapa dampak yang sebenarnya kurang baik untuk tubuh jika dilakukan terlalu sering atau dalam waktu yang lama.

Tidur memang penting untuk memulihkan energi setelah seharian beraktivitas. Akan tetapi, posisi tubuh saat tidur juga ikut menentukan kualitas istirahat dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apalagi pada perempuan, tidur tengkurap bisa memberikan tekanan lebih besar pada beberapa bagian tubuh yang sensitif. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Popmama.com akan membahas kenapa perempuan tidak boleh lama tengkurap berikut ini.

Kenapa Perempuan Sebaiknya Tidak Tidur Tengkurap Terlalu Lama?

Pexels/Andrea Piacquadio

Secara umum, tidur tengkurap bukan posisi yang paling dianjurkan oleh para ahli kesehatan tidur. Posisi ini membuat tubuh berada dalam postur yang kurang alami selama berjam-jam, sehingga beberapa area tubuh harus menanggung tekanan secara terus-menerus.

Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh tulang belakang dan leher, tetapi juga bagian tubuh yang lebih sensitif pada perempuan, seperti payudara dan wajah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa tidak nyaman saat bangun tidur hingga masalah pada kulit.

Itu sebabnya, posisi tidur miring atau telentang yang dianggap lebih ramah bagi tubuh dan membantu menjaga postur tetap seimbang selama beristirahat.

Jaringan Payudara Bisa Terasa Nyeri dan Tidak Nyaman

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Salah satu bagian tubuh yang paling terdampak saat tidur tengkurap adalah area dada dan payudara. Ketika tubuh menghadap ke bawah, berat badan akan menekan jaringan payudara sepanjang malam.

Tekanan yang terjadi terus-menerus ini dapat membuat payudara terasa pegal, nyeri, atau lebih sensitif saat bangun tidur.

Kondisi tersebut biasanya lebih terasa pada perempuan yang sedang mengalami perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi, saat hamil, atau ketika menyusui.

Kalau dilakukan terus-menerus, tekanan berkepanjangan pada area dada dapat mengganggu sirkulasi darah dan aliran cairan limfatik di sekitar jaringan payudara. Meski tidak selalu menimbulkan masalah serius, kondisi ini tetap bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman.

Bisa Memicu Jerawat dan Mempercepat Munculnya Garis Halus pada Wajah

Pexels/Polina Tankilevitch

Selain memengaruhi area dada, tidur tengkurap juga berdampak langsung pada kulit wajah. Itu karena, posisi ini membuat wajah menempel dan tertekan pada bantal selama berjam-jam setiap malam.

Tekanan yang terjadi berulang kali kemudian dapat membentuk lipatan pada kulit. Seiring waktu, lipatan tersebut berpotensi berkembang menjadi garis-garis halus atau kerutan yang lebih sulit hilang. 

Everyday Health menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus dengan bantal yang berujung memengaruhi elastisitas kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Bukan cuma itu, sarung bantal juga bisa menyimpan minyak, keringat, sisa produk perawatan wajah, hingga bakteri. Ketika wajah terus bergesekan dengan permukaan tersebut sepanjang malam, pori-pori lebih mudah tersumbat dan risiko munculnya jerawat pun meningkat.

Risiko Lebih Besar Bagi Perempuan yang Sedang Hamil

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Bagi ibu hamil, tidur tengkurap menjadi posisi yang semakin tidak disarankan seiring bertambahnya usia kehamilan. Saat perut mulai membesar, posisi ini tentu menjadi tidak nyaman karena memberikan tekanan langsung pada area perut.

Dilansir dari Lyndhurst Gynecological Associates, tidur tengkurap mulai sulit dilakukan sejak trimester kedua karena ruang bagi rahim dan janin semakin terbatas. 

Hal ini juga diperkuat oleh Snuz UK yang menjelaskan bahwa tekanan pada area perut akan mengganggu kenyamanan ibu dan memengaruhi sirkulasi darah selama beristirahat.

Selain itu, posisi tengkurap dapat memperberat nyeri punggung yang memang sering dialami selama masa kehamilan akibat perubahan postur tubuh dan bertambahnya berat badan.

Karena alasan tersebut, banyak dokter yang akhirnya menyarankan ibu hamil untuk tidur miring, terutama ke sisi kiri, untuk membantu menjaga aliran darah tetap optimal bagi ibu maupun janin.

Cara Mengurangi Kebiasaan Tidur Tengkurap

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Bagi orang yang sudah terbiasa tidur tengkurap sejak lama, mengubah posisi tidur memang tidak selalu mudah. Namun, menurut NewYork Magazine, ada beberapa cara yang bisa dicoba secara bertahap.

Gunakan bantal sebagai penyangga tubuh

Meletakkan bantal di samping tubuh atau memeluk guling saat tidur miring dapat membantu mencegah tubuh kembali berputar ke posisi tengkurap tanpa disadari.

Beri penopang di area panggul atau perut bawah

Bantal tipis yang diletakkan di bagian bawah tubuh dapat membantu menjaga posisi tubuh tetap stabil dan mengurangi keinginan untuk tengkurap.

Pilih kasur yang menopang tubuh dengan baik

Kasur yang terlalu empuk membuat bagian tengah tubuh mudah tenggelam dan sering kali membuat posisi tengkurap terasa lebih nyaman. Karena itu, kasur dengan tingkat kepadatan yang cukup dapat membantu tubuh mempertahankan posisi tidur yang lebih sehat.

Biasakan tidur miring secara bertahap

Tidak perlu langsung memaksa diri berubah dalam satu malam. Mulailah dengan tidur miring saat pertama kali berbaring, lalu biarkan tubuh beradaptasi sedikit demi sedikit hingga menjadi kebiasaan baru.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai kenapa perempuan tidak boleh lama tengkurap. Setelah ini, coba mulai perhatikan posisi tidur kamu ya untuk menghindari dampaknya.

Editorial Team

Related Article