Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah seharian beraktivitas. Namun, kualitas tidur ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh lamanya waktu tidur, tetapi juga posisi tubuh saat tidur.
Sering Tidak Disarankan, Ini 6 Bahaya Tidur Tengkurap bagi Kesehatan

Posisi tidur tengkurap dapat mengganggu kesejajaran tulang belakang dan membuat otot serta sendi bekerja lebih keras, sehingga tubuh terasa pegal atau kaku saat bangun.
Tidur tengkurap memberi tekanan pada leher dan punggung bawah, meningkatkan risiko nyeri, kesemutan, hingga gangguan saraf akibat posisi tubuh yang tidak sejajar.
Bagi ibu hamil dan kesehatan kulit, posisi ini kurang aman karena menambah tekanan pada perut serta memicu jerawat dan kerutan akibat gesekan wajah dengan bantal.
Salah satu posisi yang cukup sering dilakukan banyak orang adalah tidur tengkurap. Meski terasa nyaman bagi sebagian orang, terutama yang terbiasa sejak kecil, posisi ini sebenarnya kurang disarankan oleh para ahli kesehatan.
Kira-kira apa saja bahaya yang muncul dari kebiasaan ini ya? yuk, ikut Popmama.com membahas 6 bahaya tidur tengkurap bagi kesehatan berikut ini!
Table of Content
1. Membuat posisi tulang belakang tidak ideal

Salah satu alasan utama mengapa tidur tengkurap kurang dianjurkan adalah karena posisi ini dapat mengganggu bentuk alami tulang belakang.
Hal itu dikarenakan, sebagian besar berat tubuh berada di area tengah tubuh, seperti dada, perut, dan panggul. Saat tidur tengkurap, bagian tersebut akan menekan kasur lebih dalam sehingga tulang belakang sulit mempertahankan posisi alaminya.
Melansir dari Healthline, kondisi ini kemudian dapat membuat tulang belakang berada dalam posisi yang kurang sejajar selama berjam-jam. Jika terjadi terus-menerus, otot dan sendi di sekitarnya harus bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
Akibatnya, tubuh sering terasa pegal, kaku, atau tidak nyaman ketika bangun tidur.
2. Leher lebih mudah tegang dan kaku

Kalau tidur tengkurap, kepala otomatis harus menoleh ke salah satu sisi agar tetap bisa bernapas. Sekilas terlihat sepele, tetapi posisi ini bisa memberikan tekanan cukup besar pada leher.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa memutar kepala dalam waktu lama membuat leher berada pada posisi yang tidak sejajar dengan tulang belakang. Kondisi ini kemudian memberi beban tambahan pada otot, ligamen, dan sendi di area leher.
Jika dilakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan, posisi ini dapat memicu leher kaku, nyeri saat menoleh, hingga rasa tidak nyaman yang bertahan sepanjang hari setelah bangun tidur.
3. Meningkatkan risiko nyeri punggung bawah

Tidak sedikit orang yang sering mengalami nyeri punggung bawah tanpa menyadari bahwa posisi tidur bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Itu karena saat tidur tengkurap, perut cenderung menekan kasur sehingga panggul terdorong ke depan. Posisi ini kemudian membuat lengkungan punggung bawah menjadi lebih besar dari seharusnya.
Sleep Foundation menyebut kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada otot, sendi, dan jaringan di sekitar tulang belakang bagian bawah. Jika berlangsung terus-menerus, keluhan nyeri punggung bisa muncul lebih sering dan terasa semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Bisa menyebabkan kesemutan atau mati rasa

Pernah bangun tidur lalu tangan atau lengan terasa kesemutan? nah, salah satu penyebabnya bisa berasal dari posisi tidur yang kurang tepat, sseperti posisi tengkurap.
Posisi tulang belakang dan leher yang tidak sejajar dapat memberikan tekanan pada jalur saraf di tubuh. Tekanan ini berpotensi mengganggu aliran sinyal saraf yang normal.
Akibatnya, seseorang bisa merasakan mati rasa, kesemutan, atau sensasi seperti ditusuk jarum pada tangan, lengan, maupun kaki saat bangun tidur. Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini tetap tidak boleh dianggap sepele jika sering terjadi.
5. Kurang aman dan tidak nyaman bagi ibu hamil

Tidur tengkurap juga bukan pilihan yang dianjurkan selama kehamilan, terutama ketika ukuran perut mulai membesar.
Mengutip dari Healthline, memasuki trimester kedua, posisi tengkurap umumnya sudah terasa tidak nyaman karena perut yang semakin membesar membuat tubuh sulit bertumpu dengan baik.
Selain itu, posisi ini juga dapat menambah tekanan pada punggung yang memang sudah bekerja lebih berat selama masa kehamilan.
Untuk itu, ibu hamil lebih disarankan untuk tidur dalam posisi miring, khususnya ke sisi kiri, karena dinilai lebih nyaman sekaligus membantu menjaga aliran darah ke janin tetap optimal.
6. Dapat mempercepat munculnya kerutan dan jerawat

Dampak tidur tengkurap ternyata tidak hanya dirasakan oleh otot dan tulang, tetapi juga bisa terlihat pada kulit wajah.
Saat tidur tengkurap, wajah biasanya akan terus menempel dan tertekan pada permukaan bantal selama berjam-jam. Tekanan dan gesekan yang terjadi berulang setiap malam kemudian dapat memengaruhi elastisitas kulit.
Bukan cuma itu, minyak, keringat, dan bakteri yang menempel pada sarung bantal juga lebih mudah berpindah ke kulit wajah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat, iritasi, hingga garis-garis halus yang membuat kulit tampak lebih cepat menua.
Itu tadi 6 bahaya tidur tengkurap bagi kesehatan. Meski terasa nyaman bagi sebagian orang, cobalah untuk mengubah kebiasaan ini perlahan-lahan. Mulai dari berlatih tidur miring atau telentang agar tubuh dapat beradaptasi dengan lebih nyaman.


















