Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perut Mulas Setelah Minum Susu? Ini Penyebabnya
Pexels.com/Sora Shimazaki
  • Intoleransi laktosa menjadi penyebab umum perut mulas setelah minum susu, karena kekurangan enzim laktase memicu kembung, gas, diare, dalam 30 menit hingga 2 jam.

  • Alergi protein susu dapat menyebabkan kram, mual, muntah, diare, biduran, atau mengi dalam menit hingga satu jam setelah konsumsi.

  • IBS, SIBO, susu terkontaminasi, insufisiensi pankreas, IBD, atau celiac juga dapat memicu keluhan; konsultasikan tenaga medis bila sering, memburuk, atau disertai tanda serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minum susu bisa bikin perut mulas pada beberapa orang. Tubuh mereka mungkin sulit mencerna gula susu, atau alergi protein susu. Ada juga usus yang gampang sakit, banyak bakteri, atau susu sudah basi. Perut bisa kembung, mual, muntah, atau diare. Kalau sering atau makin sakit, harus bilang ke tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Susu dikenal sebagai minuman yang kaya nutrisi dan sering menjadi bagian dari menu sehari-hari.

Namun, pada sebagian orang, minum susu justru bisa membuat perut terasa mulas, kembung, atau ingin buang air besar.

Kondisi tersebut tentu bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman, terutama jika muncul berulang setiap kali mengonsumsi susu.

Lantas, apa yang menyebabkan keluhan ini? Melansir dari Ubie Health, simak rangkuman Popmama.com mengenai beberapa penyebab perut mulas setelah minum susu berikut ini.

1. Intoleransi Laktosa

Pexels.com/Anastasia Shuraeva

Salah satu penyebab yang paling umum adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang bertugas memecah laktosa atau gula alami dalam susu.

Laktosa yang tidak tercerna dengan baik dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari perut mulas, kembung, dan sering buang gas hingga diare.

Gejalanya biasanya terasa sekitar 30 menit sampai 2 jam setelah minum susu.

2. Alergi protein susu

Pexels.com/Thirdman

Tak hanya laktosa, protein dalam susu seperti kasein dan whey juga bisa memicu reaksi pada tubuh.

Pada orang yang memiliki alergi susu, sistem kekebalan tubuh menganggap protein tersebut sebagai zat yang berbahaya.

Reaksinya dapat berupa kram perut, mual, muntah, atau diare. Dalam beberapa kasus, muncul pula biduran dan mengi.

Keluhan akibat alergi umumnya terjadi dalam hitungan menit hingga sekitar satu jam setelah mengkonsumsi susu.

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Pexels.com/Ave Calvar Martinez

Bagi pemilik Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus, makanan tertentu dapat membuat sistem pencernaan lebih mudah bereaksi.

Produk berbahan dasar susu termasuk salah satu pemicu yang mungkin menimbulkan keluhan.

Rasa mulas biasanya datang bersama kembung atau perubahan pola buang air besar. Stres dan konsumsi makanan tertentu yang tinggi FODMAP juga dapat memperburuk gejalanya.

4. Small Intestinal Bacterial Overgrowth (SIBO)

Pexels.com/Pixabay

SIBO terjadi ketika bakteri tumbuh terlalu banyak di bagian usus kecil. Bakteri tersebut kemudian dapat memfermentasi laktosa dari susu dan menghasilkan gas dalam saluran pencernaan.

Akibatnya, perut terasa penuh, bergas, hingga mulas. Gejala SIBO terkadang sulit dibedakan dari intoleransi laktosa atau IBS karena keluhannya bisa serupa.

5. Infeksi saluran pencernaan atau keracunan makanan

Pexels.com/ROMAN ODINTSOV

Coba perhatikan juga kondisi susu sebelum dikonsumsi. Susu yang sudah basi atau terkontaminasi dapat membawa mikroorganisme penyebab gangguan pencernaan.

Dalam beberapa jam setelah mengonsumsinya, seseorang bisa mengalami mulas, mual, muntah, dan diare. Keluhan biasanya berlangsung sementara, tetapi tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.

6. Insufisiensi pankreas

Pexels.com/Suzy Hazelwood

Pankreas memiliki peran penting dalam proses pencernaan karena menghasilkan berbagai enzim yang membantu memecah makanan.

Jika produksi enzim tersebut tidak mencukupi, tubuh bisa kesulitan mencerna lemak dan protein.

Gangguan pencernaan ini dapat disertai kram perut. Bila berlangsung dalam jangka panjang, gejala lain seperti tinja yang tampak berminyak dan penurunan berat badan juga mungkin terjadi.

7. Penyakit radang atau gangguan pencernaan tertentu

Pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Pada kasus yang lebih jarang, perut mulas setelah minum susu dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit celiac.

Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi dan kondisi saluran pencernaan secara keseluruhan.

Perhatikan jika keluhan disertai tanda lain, seperti darah dalam tinja, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau rasa lelah yang cukup berat. Gejala seperti ini sebaiknya tidak 

Itu dia beberapa penyebab perut mulas setelah minum susu yang wajib kamu ketahui.

Kalau keluhan sering muncul atau terasa semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Semoga informasinya membantu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article