Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Klasifikasi Hipertensi yang Perlu Diketahui
Pexels/Gustavo Fring
  • Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg dan tetap perlu dijaga dengan pola hidup sehat serta pemeriksaan rutin.

  • Tingkat meningkat hingga hipertensi tahap 1 menunjukkan risiko awal, disarankan perubahan gaya hidup seperti diet DASH dan olahraga teratur.

  • Hipertensi tahap 2 ditandai tekanan di atas 140/90 mmHg, biasanya memerlukan kombinasi obat dan gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemaparan mengenai empat klasifikasi tekanan darah, yaitu normal, meningkat, hipertensi tahap 1, dan hipertensi tahap 2 berdasarkan hasil pengukuran tekanan sistolik dan diastolik.
  • Who?
    Informasi disampaikan oleh tenaga medis dan lembaga kesehatan seperti Healthline serta Cleveland Clinic yang menjelaskan kategori tekanan darah manusia.
  • Where?
    Klasifikasi ini berlaku secara umum di fasilitas kesehatan atau saat pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat tensi di berbagai tempat pelayanan medis.
  • When?
    Keterangan ini disampaikan sebagai panduan terkini bagi masyarakat untuk mengenali kondisi tekanan darah mereka pada saat melakukan pemeriksaan rutin.
  • Why?
    Pengenalan klasifikasi dilakukan agar masyarakat dapat memahami tingkat risiko hipertensi dan menjaga pola hidup sehat untuk mencegah komplikasi kesehatan serius.
  • How?
    Klasifikasi ditentukan melalui pengukuran tekanan sistolik dan diastolik menggunakan alat tensi, kemudian dibandingkan dengan rentang nilai standar yang telah ditetapkan oleh lembaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang yang dicek darahnya pakai alat, terus keluar dua angka. Kalau angkanya kecil itu normal dan sehat. Kalau agak naik sedikit harus hati-hati dan makan sehat. Kalau makin tinggi namanya hipertensi tahap satu, dokter suruh hidup sehat. Kalau sudah sangat tinggi jadi tahap dua, dokter kasih obat supaya darahnya turun lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, Mama mungkin sering melihat dua angka yang muncul pada alat tensi.

Angka tersebut ternyata bisa membantu menentukan apakah tekanan darah termasuk normal atau sudah masuk dalam kategori hipertensi.

Nah, hipertensi sendiri memiliki beberapa klasifikasi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Apa saja? Yuk, kenali 4 klasifikasi hipertensi yang perlu diketahui yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Normal

Pexels/Marta Branco

Dilansir dari Healthline, tekanan darah dikategorikan normal jika tekanan sistolik berada di bawah 120 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 80 mmHg.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan darah masih berada dalam rentang yang sehat.

Meski begitu, tetap penting untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

2. Meningkat (elevated)

Pexels/Marta Branco

Tekanan darah masuk kategori meningkat (elevated) jika tekanan sistolik berada di angka 120-129 mmHg, sementara tekanan diastolik berada di angka 80-89 mmHg.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini belum termasuk hipertensi, tetapi bisa menjadi tanda awal risiko hipertensi.

Angka tekanan darah pada tingkat ini dapat diturun dengan menerapkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

3. Hipertensi tahap 1

Magnific/magnific

Hipertensi tahap 1 ditandai dengan tekanan sistolik 130-139 mmHg atau tekanan diastolik 80-89 mmHg.

Pada tahap ini, dokter mungkin menyarankan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan.

4. Hipertensi tahap 2

Pexels/Marta Branco

Hipertensi tahap 2 terjadi ketika tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.

Pada tahap ini, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup yang dibarengi dengan meresepkan obat untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Itulah dia penjelasan mengenai 4 klasifikasi hipertensi yang perlu diketahui. Setiap klasifikasi tekanan darah menunjukkan kondisi yang berbeda dan perlu diperhatikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article