Buang air besar (BAB) yang lancar biasanya menjadi tanda bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik. Makanya ketika mengalami BAB keras, tidak sedikit orang yang merasa tidak nyaman pada pencernaannya.
10 Makanan yang Membuat BAB Keras Jika Dikonsumsi secara Berlebihan

- Artikel menjelaskan bahwa BAB keras bisa disebabkan oleh makanan rendah serat, tinggi lemak, atau mengandung garam dan gula berlebih yang memperlambat proses pencernaan.
- Disebutkan sepuluh jenis makanan penyebab BAB keras, termasuk daging merah, produk susu tinggi lemak, gorengan, karbohidrat olahan, pisang mentah, serta minuman berkafein dan beralkohol.
- Penulis menekankan pentingnya keseimbangan asupan serat dari sayur dan buah agar tekstur feses tetap lunak serta mencegah sembelit akibat konsumsi makanan tertentu secara berlebihan.
Kondisi ini bisa terjadi karena dipengaruhi banyak faktor, salah satunya makanan.
Bahkan, ada beberapa jenis makanan yang dapat memperlambat proses pencernaan atau membuat tubuh menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di usus sehingga membuat feses semakin keras.
Apa saja makanan yang dimaksud? kali ini, Popmama.com akan membahas 10 makanan yang membuat BAB keras selengkapnya. Yuk, simak!
Table of Content
1. Makanan olahan yang rendah serat

Dilansir dari Gastrointestinal Consultants of San Antonio, banyak makanan kemasan atau makanan siap saji mengandung lemak cukup tinggi, tetapi minim serat yang dibutuhkan usus untuk bekerja dengan baik.
Serat sendiri berfungsi membantu menambah volume feses sekaligus menjaga kandungan air di dalamnya. Ketika asupan serat kurang, gerakan usus menjadi lebih lambat sehingga sisa makanan bisa tertahan lebih lama di dalam usus besar.
Kalau feses berada lebih lama di usus besar, tubuh akan terus menyerap air yang masih tersisa di dalamnya. Akibatnya, feses menjadi semakin kering, mengecil, dan akhirnya mengeras sehingga lebih sulit dikeluarkan saat BAB.
2. Produk susu tinggi lemak

Keju, mentega, es krim, dan berbagai produk susu tinggi lemak juga cukup sering disebut sebagai makanan penyebab BAB keras, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Makanan berbahan dasar susu penuh lemak umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan lain. Karena proses pencernaannya lebih lambat, pergerakan makanan di dalam usus juga bisa ikut melambat.
Medical News Today menambahkan bahwa kandungan laktosa dan protein kasein dalam susu dapat memengaruhi sistem pencernaan pada sebagian orang yang sensitif.
Hal ini kemudian menyebabkan proses pengosongan usus menjadi kurang lancar dan feses berisiko menjadi lebih kering serta padat.
3. Daging merah yang tidak diimbangi dengan asupan serat

Daging sapi, kambing, maupun domba memang kaya protein dan zat besi. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak tanpa dibarengi sayur atau buah, makanan ini dapat membuat BAB menjadi lebih sulit.
Red Bank Gastroenterology menjelaskan bahwa daging merah hampir tidak mengandung serat. Padahal, serat sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga tekstur feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
Selain itu, kandungan lemak jenuh dalam daging merah juga membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat.
Ketika makanan bergerak lebih lama di dalam usus, semakin banyak juga air yang diserap kembali oleh tubuh, yang kemudian menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit keluar saat BAB.
4. Gorengan dan makanan cepat saji

Siapa yang tidak menyukai gorengan dan makanan cepat saji? Makanan ini memang sering menjadi favorit banyak orang, tapi sayangnya, termasuk yang kurang ramah bagi kesehatan pencernaan.
Dikutip dari Healthline, makanan yang digoreng biasanya tinggi lemak trans dan rendah serat. Kandungan tersebut membuat makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses oleh sistem pencernaan.
Di sisi lain, makanan cepat saji umumnya juga mengandung garam (natrium) dalam jumlah tinggi. Garam dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan membuat lebih banyak air terserap keluar dari saluran pencernaan.
Inilah yang mengakibatkan feses menjadi lebih kering sebelum sempat dikeluarkan dari tubuh.
5. Pisang yang masih mentah

Pisang memang sering direkomendasikan untuk membantu melancarkan pencernaan. Namun, efeknya bisa berbeda jika pisang yang dikonsumsi masih mentah atau belum matang sempurna.
Itu karena, pisang yang masih hijau mengandung pati resisten dan tanin dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan pisang matang. Pati resisten sendiri lebih sulit dipecah oleh sistem pencernaan sehingga dapat memperlambat pergerakan usus.
Sementara tanin memiliki sifat yang dapat mengurangi jumlah cairan di dalam usus. Nah, kombinasi inilah yang akan membuat feses lebih mudah mengeras dan meningkatkan risiko sembelit pada sebagian orang.
6. Roti putih, mie instan, dan karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan seperti roti putih, pasta, dan mi instan juga termasuk makanan yang dapat memicu BAB keras jika terlalu sering dikonsumsi.
Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan tepung putih yang menghilangkan sebagian besar kulit ari dan bagian biji gandum yang sebenarnya kaya serat, mengakibatkan produk akhir yang dihasilkan menjadi lebih rendah serat dibandingkan gandum utuh.
Tanpa serat yang cukup, sisa makanan akan lebih sulit menahan air di dalam usus. Lama-kelamaan feses menjadi lebih padat, bergerak lebih lambat, dan akhirnya mengeras.
7. Kue dan camilan manis

Dessert seperti kue, biskuit, pastry, dan berbagai camilan manis ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab BAB keras yang sering tidak disadari.
Makanan manis umumnya mengandung kombinasi gula rafinasi dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Kombinasi ini dapat memperlambat kerja sistem pencernaan sehingga sisa makanan berada lebih lama di dalam usus.
Ketika waktu transit makanan menjadi lebih panjang, tubuh akan terus menyerap air dari feses sehingga tekstur feses berubah menjadi lebih kering, padat, dan sulit dikeluarkan.
8. Terlalu banyak makan telur tanpa sayur dan buah

Telur merupakan sumber protein yang sangat baik untuk tubuh. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak tanpa dibarengi makanan berserat, telur juga bisa berkontribusi terhadap sembelit.
Itu karena, telur mengandung protein tinggi tetapi hampir tidak memiliki serat. Makanya, kalau menu harian didominasi telur tanpa tambahan sayur atau buah, pergerakan usus bisa menjadi lebih lambat.
Sisa makanan akan memiliki waktu lebih lama berada di dalam usus besar. Selama proses tersebut, kandungan air dalam feses terus berkurang sehingga teksturnya menjadi lebih keras.
9. Minuman beralkohol

Bukan rahasia lagi kalau alkohol banyak menyebabkan gangguan kesehatan, begitu juga pada kesehatan pencernaan.
Alkohol memiliki efek diuretik yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, tubuh bisa mengalami dehidrasi.
Saat tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari feses untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang berujung pada feses menjadi lebih kering, keras, dan sulit dikeluarkan.
10. Terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein

Kopi, teh hitam, dan minuman energi merupakan minuman tinggi kafein yang cukup sering dikonsumsi karena membantu meningkatkan energi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, minuman berkafein juga dapat memengaruhi tekstur feses.
Bukan tanpa alasan, kafein memang dapat merangsang gerakan usus dalam jumlah tertentu. Akan tetapi, kalau dikonsumsi terlalu banyak, kafein juga memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan melalui urine.
Kalau tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, usus besar akan mengambil lebih banyak air dari feses. Inilah yang membuat feses menjadi lebih kering, keras, dan berpotensi menyebabkan BAB terasa lebih sulit dari biasanya.
Itulah 10 makanan yang membuat BAB keras. Bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsinya, hanya saja perhatikan porsi dan jangan dikonsumsi terlalu sering.

















