Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mengenal Heartburn: Apa Itu, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mengenal Heartburn: Apa Itu, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Wikimedia Commons/IntentionallyDense
Intinya Sih
Gini Kak
  • Heartburn adalah sensasi panas di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, sering disalahartikan sebagai nyeri jantung karena letaknya berdekatan.
  • Penyebab utama heartburn meliputi melemahnya katup kerongkongan bawah, kebiasaan makan berlebihan, obesitas, merokok, serta konsumsi makanan pedas atau berlemak.
  • Pencegahan dan perawatan dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup seperti makan porsi kecil, hindari tidur setelah makan, serta penggunaan obat antasida atau PPI bila diperlukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasakan sensasi panas yang menjalar di dada setelah makan besar atau makanan pedas? Kalau iya, kamu mungkin sedang mengalami heartburn. Kondisi ini memang bikin tidak nyaman, apalagi kalau muncul di saat yang tidak terduga, seperti saat sedang rebahan atau baru saja menikmati makan malam.

Meski namanya mengandung kata "heart" atau jantung, heartburn sebenarnya nggak ada hubungannya langsung dengan organ jantung. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com merangkum heartburn: apa itu, penyebab dan cara mengatasinya. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Heartburn?

Apa Itu Heartburn?
Pexels/cottonbro studio

Heartburn adalah sensasi panas dan nyeri seperti terbakar di area tengah dada. Menurut Cleveland Clinic, rasa panas ini sebenarnya terjadi di kerongkongan atau esofagus, bukan di jantung, meski letaknya memang berdekatan dengan area dada tempat jantung berada.

Sensasi ini muncul akibat asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan, atau yang biasa disebut refluks asam. Kalau kondisi ini terjadi berulang kali, bisa jadi kamu mengalami gastroesophageal reflux disease atau GERD, yaitu kondisi refluks asam yang terjadi secara kronis.

Heartburn termasuk keluhan yang cukup umum dialami banyak orang, baik sesekali maupun secara rutin. Mengutip Anadolu Medical Center, kondisi ini sering dipicu oleh kebiasaan makan berlebihan saat malam hari atau mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dan berlemak.

Gejala Heartburn

Gejala Heartburn
Pexels/Anastasia Shuraeva

Gejala utama heartburn adalah rasa panas atau terbakar di bagian tengah dada yang kadang menjalar sampai ke tenggorokan. Sensasi ini bisa berlangsung selama beberapa menit, tapi ada juga yang terasa hingga berjam-jam.

Selain rasa panas di dada, ada beberapa gejala lain yang biasanya menyertai heartburn, di antaranya:

  • Rasa asam atau pahit di bagian belakang tenggorokan
  • Sensasi terbakar yang makin terasa saat membungkuk atau berbaring
  • Sering bersendawa
  • Mual
  • Perut kembung
  • Cegukan
  • Sulit menelan atau merasa ada makanan yang tersangkut di dada

Perlu diperhatikan, gejala heartburn kadang mirip dengan tanda-tanda serangan jantung, sehingga banyak orang yang keliru menganggapnya sebagai heartburn biasa. 

Bedanya, serangan jantung biasanya disertai rasa sesak, nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung, disertai keringat dingin dan pusing. Kalau kamu mengalami gejala seperti ini, segera cari pertolongan medis darurat, karena bisa jadi itu bukan sekadar heartburn.

Penyebab Heartburn

Penyebab Heartburn
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Setelah tahu gejalanya, sekarang saatnya kita bahas apa saja yang bisa memicu munculnya heartburn.

Kondisi ini terjadi ketika katup di ujung bawah kerongkongan, yang disebut lower esophageal sphincter (LES), melemah atau tidak menutup dengan sempurna. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar.

Beberapa faktor yang bisa membuat LES melemah atau memicu heartburn, antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mengenakan pakaian yang terlalu ketat di area perut
  • Kehamilan, karena tekanan dari rahim yang membesar
  • Makan dalam porsi besar yang bikin lambung meregang
  • Berbaring terlalu cepat setelah makan
  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti kopi, cokelat, makanan pedas, atau makanan berlemak tinggi
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu, seperti pil KB atau obat tekanan darah

Selain itu, melansir Medical News Today, heartburn juga lebih sering dialami oleh orang dengan kondisi obesitas atau memiliki kebiasaan merokok, karena keduanya bisa meningkatkan risiko refluks asam.

Pencegahan Heartburn

Pencegahan Heartburn
Pexels/Helena Lopes

Kabar baiknya, heartburn sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana. Kalau kamu sering mengalami keluhan ini, coba terapkan beberapa langkah berikut secara konsisten.

  • Makan dengan porsi lebih kecil tapi lebih sering, supaya lambung nggak bekerja terlalu keras
  • Hindari makan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur
  • Tinggikan posisi kepala saat berbaring atau tidur
  • Kurangi konsumsi makanan pemicu, seperti kafein, cokelat, makanan pedas, dan makanan asam
  • Jaga berat badan tetap ideal
  • Hindari pakaian yang terlalu ketat di area perut
  • Hindari aktivitas berat atau mengangkat beban setelah makan
  • Rutin berolahraga agar sistem pencernaan tetap sehat
  • Berhenti merokok jika kamu memiliki kebiasaan ini

Pengobatan dan Perawatan Heartburn

Pengobatan dan Perawatan Heartburn
Pexels/Anna Shvets

Kalau heartburn hanya sesekali muncul, biasanya kamu bisa mengatasinya dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek. Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk meredakan heartburn, di antaranya:

  • Antasida: Obat ini bekerja untuk menetralkan asam lambung secara langsung
  • Alginat: Obat yang mengandung senyawa alami dari rumput laut yang membentuk lapisan pelindung di atas asam lambung
  • H2 blocker: Obat inimembantu menurunkan produksi asam lambung
  • Proton pump inhibitor (PPI): Obat ini bekerja lebih kuat untuk menekan produksi asam lambung sekaligus membantu penyembuhan jaringan kerongkongan yang teriritasi

Kalau heartburn yang kamu alami terjadi lebih dari dua kali seminggu, disertai kesulitan menelan, nyeri dada, atau bahkan ditemukan darah pada tinja, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Kondisi ini bisa jadi tanda GERD kronis atau masalah kesehatan lain yang butuh penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan prosedur medis tertentu jika perubahan gaya hidup dan obat-obatan saja belum cukup membantu.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu, penyebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More