Mira Lesmana dan Riri Riza Kembali Hidupkan Film Anak

Hore! Setelah sekian lama, anak bisa kembali nonton film sesuai usianya di bioskop

24 Februari 2018

Mira Lesmana Riri Riza Kembali Hidupkan Film Anak
Dok. Popmama.com/Miles Films

Saat ini banyak sekali film nasional yang tengah memenuhi seluruh bioskop Indonesia.

Lihat saja, dari film dengan genre komedi, horor, romantis, dan masih banyak lagi, buat masyarakat bingung memilih tontonan.

Tapi, sebagai seorang ibu miris nggak sih saat sulitnya ditemukan film nasional yang khusus diperuntukkan bagi anak.

Karena semakin sedikitnya bahkan jarang banget film Indonesia buat anak.

Mama dan Papa jadi memilih film animasi Hollywood yang mayoritas berbahasa Inggris dengan budaya asing sebagai tontonan menghibur untuk anak ketika mengajaknya ke bioskop.

Hal ini mengundang keprihatinan dari praktisi perfilman Indonesia, Mira Lesmana dan Riri Riza.

Kondisi ini mendorong mereka kembali untuk menggarap sebuah film berjudul Kulari Ke Pantai demi membangunkan kembali film anak.

Untuk menelisik lebih dalam mengenai industri film anak di Indonesia serta mengenal lebih jauh karya terbaru dari Miles Films ini, Popmama.com berkesempatan untuk mengikuti diskusi media bersama Mira Lesmana dan Riri Riza pada Kamis (22/2) yang bertempat di kawasan Kemang.

Yuk, ikuti keseruannya berikut ini!

Perjalanan Miles Films dalam produksi film untuk anak

Perjalanan Miles Films dalam produksi film anak
Dok. Popmama.com/Onic Metheany

Seperti yang kita ketahui bahwa Miles Films dan Alm. Elfa Secioria menghidupkan kembali kejayaan perfilman nasional lewat Petualangan Sherina pada tahun 2000. 

Mira mengatakan hal yang mendasar terlahirnya film Petualangan Sherina dikarenakan pada saat itu dirinya sedang memiliki anak kecil, pada waktu yang sama Riri Riza telah berkeluarga dan tengah mengharapkan kehadiran anak. "Ditambah dengan perhatian yang sama dan kami juga sangat senang dengan dunia anak, kami pun memproduksi Petualagan Sherina sebagai film anak yang cukup sukses kala itu," tambah Mira. 

Di tahun 2000, film Indonesia juga nggak ada yang produksi, Mira dan Riri berpikir untuk kembali mengenalkan film nasional melalui genre anak karena menurut Mira dengan hadirnya film bergenre untuk anak, masyarakat dapat mengenang masa kanak-kanak, dan bagi anak-anak yang menonton bisa tumbuh bersama film tersebut.

Sejak Petualangan Sherina meledak di pasaran, Miles Films konsisten untuk menyajikan film anak.

Meski nggak semuanya ditayangkan di layar lebar, namun terdapat beberapa produksi yang diperuntukkan bagi anak-anak yang tayang di televisi, seperti serial, video klip, dan info layanan masyarakat.

Pada tahun 2008, Laskar Pelangi kembali mengulang kesuksesan Miles Films dalam memproduksi film anak.

Tak berhenti membuat karya untuk anak, Miles Films pindah ke panggung untuk bekerja serta menyajikan karya untuk anak dengan membuat Laskar Pelangi versi drama musikal yang panjangnya hampir 3 tahun.

Lewat drama musikal LaskarPelangi, Miles Films berhasil memunculkan talenta baru. "Sebut saja Iqbaal yang kini namanya semakin melambung lewat perannya sebagai Dilan. Lalu ada juga, Bastian Steel, Teuku Rizky Muhammad (Kiki CJR), Alvaro Maldini Siregar (Aldi CJR), dan Christoffer Nelwan, mereka lahir dari drama musikal Laskar Pelangi," ungkap Mira.

Setelah Laskar Pelangi, Petualangan Sherina baru-baru ini kembali dihidupkan melalui panggung teater. Karya yang diproduksi oleh Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN) ini mendapat dukungan penuh dari Miles Films. 

Kerennya, drama musikal yang diangkat dari film tahun 2000-an ini tiketnya laku keras lho Ma. Hal ini mencerminkan bahwa sebenarnya sajian untuk anak masih punya tempat dihati masyarakat Indonesia. Tapi, sayangnya pihak-pihak yang memproduksi tontonan untuk anak sangat sedikit. 

Mira Lesmana begitu prihatin dengan kondisi perfilman khusus anak

Mira Lesmana begitu prihatin kondisi perfilman khusus anak
Dok. Popmama.com/Onic Metheany

Dalam 5 tahun terakhir, dari hampir 500 judul film yang diproduksi, jumlah film anak-anak tidak lebih dari 15 judul.

Menurut sumber data filmindonesia.or.id, berdasarkan data 10 besar perolehan jumlah penonton periode tahun 2007-2018, hanya ada 1 film anak-anak, yaitu Laskar Pelangi (Riri Riza, Miles Films, 2008) yang menduduki urutan ke-3 film dengan jumlah penonton terbanyak.

Data ini menunjukkan minimnya tontonan untuk anak-anak di bioskop, padahal produksi film Indonesia semakin ramai. “Melihat kondisi ini membuat saya prihatin, saya pun berpikir membuat kembali film anak yang menarik untuk anak Indonesia. Oleh sebab itu saya ini mencoba untuk memberikan sajian yang tepat untuk anak-anak.,” tutur Mira Lesmana. Mira menambahkan bahwa industri perfilman semakin ramai dengan film-film berkualitas dan memiliki pencapaian prestasi yang luar biasa. Ia ingin film anak-anak pun demikian. 

Alasan ini pun mendorong Miles Films bersama Riri Riza kembali membuat Kulari Ke Pantai. Sebuah film menarik untuk anak-anak Indonesia. 

Tantangan dalam penulisan skenario dari film Kulari Ke Pantai

Tantangan dalam penulisan skenario dari film Kulari Ke Pantai
Instagram.com/Miles Films

Film Kulari Ke Pantai merupakan kolaborasi dari Mira Lesmana sebagai produser dan Sutradara Riri Riza. Film ini sekaligus menjadi film ke-16 dari Miles Films.

Kulari Ke Pantai skenarionya ditulis oleh Gina S. Noer, Mira Lesmana, Arie Kriting, dan Riri Riza. Berbeda dengan masa Petualangan Sherina, dalam proses penulisan skenario para penulis mengamati setiap perkembangan anak saat ini yang kehidupannya begitu dekat dengan teknologi, serba modern, dan terbuka dengan globalisasi.

“Banyak perkembangan baru dimana anak-anak dapat mengakses informasi dari mana saja. Informasi pun beragam dari musik, scinece, film, dan banyak lagi. Bayangkan saja, anak-anak diusia kurang lebih 8 tahun, kini sudah bisa mengakses internet lewat gadget orangtuanya atau punya diri sendiri. Informasi tentang hiburan dapat mereka dapatkan begitu mudah dengan bahasa yang universal. Itulah yang menjadi inspirasi kami dalam menulis film Kulari Ke Pantai," kata Riri Riza.

Riri menambahkan, sedapat mungkin ia dan tim membuat film yang bisa dekat dengan kehidupan dan sistem pikiran 'kids jaman now'. "Dalam bahasa dan ekspresi mereka sudah berbeda ketika kami membuat Petualangan Sherina, jadi kami juga akan sesuaikan dengan anak-anak sekarang," tambahnya. 

Riri Riza juga mengatakan bahwa ia bersama para tim penulis skenario belajar banyak dari anak-anak zaman sekarang. "Anak-anak yang sekolah di Jakarta, punya passion dalam dunia hiburan itu menjadi insprasi kami menulis. Pastinya, diiringi dengan ide dan gagasan kami, dimana kami juga memiliki pesan yang ingin kami sampaikan pada anak dan orangtua. Seperti misalnya, mengenalkan bahwa seru lho bermain ke pantai dan bermain sepeda dibandingkan terus menonton Youtube. Kami ingin mengajak anak-anak untuk berpikir dan merenung ketika mereka menonton film ini," tambah Riri.

Editors' Picks

Pengalaman Riri Riza bekerja bersama 'kids jaman now' dengan bekerja dengan anak pada 10 tahun yang lalu

Pengalaman Riri Riza bekerja bersama 'kids jaman now' bekerja anak 10 tahun lalu
Dok. Popmama.com/Onic Metheany

Bekerja sama dengan anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Namun, pastinya akan ada perbedaan generasi antara anak-anak pada film Petualangan Sherina di era 2000-an, dengan anak-anak Kulari Ke Pantai di era saat ini. 

"Anak-anak pada film Kulari Ke Pantai, usianya sekitar 8 sampai 10 tahun, kurang lebih anak-anak yang kami temukan saat ini dengan era sebelumnya tidak jauh usianya. Menurut saya, yang berbeda hanya bahasa ungkap dan ekspresi mereka saja. Anak-anak yang bekerja sama dengan kami ini sangat cerdas serta menarik dalam mengungkapkan ekspresi. Apalagi mereka suka sekali bernyanyi membuat bekerja sama dengan mereka begitu menyenangkan," ungkap Riri.

Dikemas sesuai dengan keadaan anak saat ini dan bahasa yang kekinian

Dikemas sesuai keadaan anak saat ini bahasa kekinian
Dok. Istimewa

Dalam film ini, Miles Films mengilustrasikan tentang keadaan anak-anak zaman sekarang yang begitu senang menjelajah budaya global.

Anak-anak saat ini mengakses informasi pun begitu cepat. Di sekolah pun banyak yang sudah mengandalkan komunikasi dengan Bahasa Inggris. Fenomena ini yang berusaha dimainkan dalam film ini.

"Kami menyatukan dua anak yang berbeda karakter. Yang satu memang suka berkomunikasi bahasa global dan satu lagi anak yang tetap teguh dalam berkomunikasi dengan bahasa yang tetap ia yakini sebagai anak Indonesia. Kontras itu yang kami tampilkan disini,"tutur Riri Riza sebagai sutradara Kulari Ke Pantai.

Film ini mencoba mendiskusikan kekinian, bukan hanya merefleksikan atau mencerminkan kekinian dalam jalan ceritanya. Miles Films ingin mengajak orangtua untuk mengobrol bersama anak-anaknya tentang fenomena kekinian tersebut.

"Ini adalah film, jadi aspek hiburan juga kami tonjolkan dalam film ini. Saat membuat film, kami percayakan apa yang kami suka dalam sebuah film. Kalau film hanya ngomongin pesan moral saja, menurut saya itu bukan film. Film harus punya kekuatan lain untuk menyentuh penontonnya, seperti membuat kita tertawa, terharu, tersentuh, perasaan rindu, perasaan lapar. Sensasi itu akan tepat dengan media film. Itu yang kami yakini dalam membuat film ini," tutur Riri Riza.

Kulari Ke Pantai merupakan film anak dengan tema travelling

Kulari Ke Pantai merupakan film anak tema travelling
Dok. Popmama.com/Miles Films

Menurut Mira, film Kulari Ke Pantai merupakan film perjalanan yang menyenangkan. Melibatkan sebuah keluarga milenial yang melakukan perjalanan darat. "Setelah AADC 2 dan 3 Hari Untuk Selamanya, Kulari Ke Pantai menjadi film road trip selanjutnya. Film ini akan melakukan perjalanan darat dengan mobil sejauh 1.000 kilometer, dimulai dari Jakarta ke Bayuwangi Lalu ke Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur. Terdengar seru kan," ungkap Mira Lesmana sebagai produser film Kulari Ke Pantai.

Kulari Ke Pantai menceritakan tentang dua anak perempuan yang punya karakter berbeda bernama Sam (Maisha Kanna) dan Happy (Lil'li Latisha). Mereka melakukan perjalanan bersama keluarga dengan menempuh perjalanan 1.000 kilometer. Pastinya, di dalam mobil mereka akan bertoleransi, kompromi, dan melakukan banyak komunikasi satu sama lain.

Dua anak yang menjadi karakter utama ini bukanlah kakak-adik kandung melainkan saudara sepupu. “Kenapa sepupuan, bukan saudara kandung? Menurut saya saudara sepupu itu kedekatannya nggak seintim saudara kandung. Ini jadi hal yang menarik menyatukan mereka dalam sebuah road trip yang lumayan jauh,” kata Mira.

Dalam film ini, Mira dan Riri juga menyajikan keragaman Indonesia di Pulau Jawa yang mereka kemas dengan komedi drama yang seru.

Ditambah akan banyak karakter unik dan menarik yang pastinya akan sangat menghibur.

Saat ini film Kulari Ke Pantai sedang dalam tahap akhir persiapan dan akan memulai produksi di awal Maret dan dijadwalkan akan tayang pada bulan Juni 2018.

Selain Maisha Kanna dan Lil'li Latisha, film ini akan diramaikan dengan penampilan Marsha Timothy, Lukman Sardi, dan Ibnu Jamil. Serta beberapa komika ternama Indonesia.

Bagaimana Ma, penasaran dengan film anak terbaru karya Miles Films ini. Bersabar sampai pertengangan tahun 2018 ya!

 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.