"Setiap zakat, baik fitrah atau mal kalau lebih maka jadi sedekah sunah."
Jangan Sampai Terlewat, Ini Panduan Zakat Fitrah

- Zakat fitrah wajib bagi umat Islam yang mampu, dibayarkan selama Ramadan hingga sebelum Idul Fitri dengan takaran 1 sha’ atau sekitar 2,5 kg makanan pokok seperti beras.
- Kelebihan dari jumlah zakat fitrah yang ditunaikan dihitung sebagai sedekah atau infak, bukan bagian dari zakat fitrah itu sendiri menurut penjelasan MUI.
- Pembayaran bisa dilakukan di mana saja, termasuk dalam bentuk uang setara Rp40.000 per jiwa di DKI Jakarta, dan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat sesuai syariat Islam.
Zakat adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam yang mampu melakukannya.
Dalam islam ada beberapa jenis zakat, salah satunya zakat fitrah yang ditunaikan umat Islam selama bulan Ramadan sampai hari sebelum perayaan Idul Fitri.
Lalu bagaimana panduan membayar zakat fitrah? Berikut Popmama.com telah merangkumnya.
Table of Content
1. Ketentuan zakat yang harus dikeluarkan

Selain menjadi sebuah kewajiban bagi umat muslim, zakat fitrah dimaknasi sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu secara ekonomi dengan membagikan rasa kebahagiaan dan kemenangan saat hari raya.
Dilansir dari Kompas.com Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menjelaskan bahwa zakat yang harus dikeluarkan saat melaksanakan zakat fitrah adalah makanan pokok yang besarannya 1 sha' atau setara dengan 2,5 kg.
Makanan pokok yang dimaksud jika di Indonesia bisa berupa beras.
2. Ketentuan memberikan zakat lebih banyak

Lalu bagaimana jika ingin mengeluarkan zakat lebih banyak?
Menurut Anwar Abbas pemberian zakat fitrah yang melebihi ketentuan, maka kelebihannya bukan termasuk zakat fitrah, Ma, melainkan infak atau sedekah.
Hal ini juga disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis:
3. Dimana pembayaran zakat fitrah?

Terkait pembayaran zakat fitrah bisa dilakukan di mana saja, Ma. Tidak harus di masjid, namun diutamakan untuk orang yang tinggal di sekitar tempat tinggal dan kerabat yang memang layak untuk dibantu.
Selain menggunakan makanan pokok, melakukan kewajiban zakat fitrah bisa dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha' gandum, kurma, atau beras.
4. Nominal zakat di Jakarta

Di Indonesia lebih tepatnya di DKI Jakarta, besaran zakat fitrah setara dengan beras atau makanan pokok dengan berat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa yang jika disesuaikan dalam bentuk uang maka ditetapkan nilai zakat fitrahnya setara dengan Rp40.000 per jiwa.
Hal ini sesuai dengan SK Ketua BAZNAS No.7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah ibu kota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya.
5. Golongan penerima zakat

Membayar zakat fitrah diwajibkan sejak bayi lahir dengan ketentuan bayi tersebut lahir sebelum azan Maghrib 1 Syawal (Idul Fitri). Sedangkan untuk orangtua yang sedang sakit atau tidak mampu membayar zakat maka orang terdekat dapat mewakilkan atau membayarkan zakatnya.
Lalu siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah? Dalam Islam terdapat 8 golongan yang berhak menerimanya yaitu:
- Fakir atau orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit, tidak berpenghasilan sehingga sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Miskin adalah kondisi orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit, penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu.
- Amil, yaitu mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan.
- Mualaf, merupakan orang yang baru masuk Islam.
- Riqab atau budak, saat ini perbudakan sudah dilarang secara internasional namun pada zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan.
- Gharim merupakan orang yang memiliki hutang untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti untuk makan.
- Fi Sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah, orang yang dimaksud dalam fi sabilillah. contohnya adalah orang yang bekerja dalam pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah.
- Ibnu Sabil atau musafir adalah orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.
Itulah informasi terkait panduan zakat fitrah. Semoga informasi di atas dapat membantu Mama dan keluarga dalam memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan ini ya, Ma.
FAQ Seputar Zakat
| Ada 8 golongan penerima zakat, siapa saja? | Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (budak), gharimin (orang berhutang), fisabilillah, dan ibnu sabil. Mereka adalah kelompok yang membutuhkan bantuan ekonomi atau dukungan dalam menegakkan syiar Islam, guna mewujudkan keadilan sosial. |
| Bagaimana cara membayar zakat dalam Islam? | Anda membayar 2,5% dari kekayaan yang Anda miliki selama satu tahun lunar, dengan syarat kekayaan tersebut melebihi nisab . Untuk diwajibkan membayar zakat, seseorang harus memiliki setidaknya nisab selama satu tahun lunar. Pada akhir tahun tersebut, mereka membayar 2,5% dari kekayaan yang memenuhi syarat. |
| Apa perbedaan zakat, infak, dan sedekah? | Zakat, infak, dan sedekah adalah ibadah harta dalam Islam dengan perbedaan utama pada hukum dan ketentuannya. Zakat hukumnya wajib (rukun Islam) dengan nisab/waktu tertentu, infak adalah pengeluaran harta sukarela (sunnah), sedangkan sedekah memiliki cakupan paling luas, mencakup materi maupun non-materi (senyum, ilmu, doa). |



















