Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/Zavalishina
Intinya sih...
  • HSV-1 adalah penyebab utama herpes di bibir, menetap di saraf dan bisa aktif kapan saja.
  • Stres emosional, kurang tidur, dan penyakit lain yang melemahkan sistem imun adalah pemicu kambuhnya herpes.
  • Paparan sinar matahari, luka pada bibir, perubahan hormon, trauma lokal, dan pola hidup tidak sehat juga bisa memicu virus reaktif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Herpes di bibir, atau cold sore, adalah kondisi yang umum terjadi dan bisa muncul secara tiba-tiba, menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Menurut para ahli, cold sore disebabkan oleh virus yang menetap dalam tubuh dan dapat aktif kembali ketika kondisi tertentu mendukung. Selain virus, ada banyak faktor pemicu yang sering disepelekan, mulai dari stres hingga paparan sinar matahari.

Untuk lebih jelasnya, Popmama.com akan memberikan penjelasan tentang 8 penyebab herpes di bibir yang wajib dihindari. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Infeksi herpes simplex virus-1 (hsv-1)

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/wirestock

Menurut Mayo Clinic, HSV-1 adalah penyebab paling umum herpes di bibir. Virus ini menular melalui kontak langsung dengan kulit atau air liur orang yang terinfeksi, misalnya ciuman atau berbagi alat makan.

Setelah infeksi pertama, virus tidak hilang, melainkan menetap di sel saraf dekat mulut dan bibir dalam keadaan laten. Virus bisa aktif kembali jika sistem kekebalan tubuh melemah atau ada pemicu lain.

Oleh karena itu, seseorang dapat mengalami herpes di bibir lebih dari sekali sepanjang hidup. Penelitian menunjukkan bahwa hampir semua orang memiliki HSV-1, meskipun tidak semua menampakkan gejala.

Kesadaran tentang penyebaran virus ini penting untuk mencegah penularan ke orang lain. Menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung saat ada outbreak adalah langkah efektif.

2. Stress emosional dan fisik

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/stokking

Cleveland Clinic menyebut stres sebagai salah satu pemicu paling umum kambuhnya cold sore. Stres dapat melemahkan sistem imun, sehingga virus HSV-1 lebih mudah aktif kembali.

Baik stres emosional seperti kecemasan, maupun fisik seperti kelelahan ekstrem, sama-sama berpotensi memicu reaktivasi virus. Hormon yang dilepaskan saat stres, seperti kortisol, menurunkan respons imun tubuh, membuat virus lebih mudah bangkit.

Banyak penderita melaporkan munculnya cold sore setelah periode tekanan emosional atau fisik berat. Mengelola stres dengan tidur cukup, relaksasi, dan olahraga ringan dapat membantu menurunkan risiko.

Faktor ini juga menjelaskan mengapa herpes kadang muncul saat tubuh sedang tidak fit. Pencegahan stres menjadi bagian penting dari strategi pengendalian herpes.

3. Sistem kekebalan tubuh melemah

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/freepik

Menurut Mayo Clinic, sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat virus HSV-1 lebih mudah aktif. Kondisi seperti flu, demam, atau penyakit kronis dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Kekambuhan herpes biasanya terjadi ketika tubuh fokus melawan infeksi lain. Kurang tidur, nutrisi buruk, dan kelelahan fisik juga berkontribusi pada melemahnya imun.

Virus yang sebelumnya “diam” di saraf pun bisa bereaksi dan memunculkan cold sore. Menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat penting untuk mencegah kambuh.

Bahkan vaksinasi atau pengobatan penyakit lain dapat memengaruhi frekuensi outbreak. Dengan demikian, menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh membantu mengurangi risiko munculnya herpes di bibir.

4. Paparan sinar matahari / uv

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/freepik

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa paparan sinar matahari atau sinar uv dapat memicu herpes di bibir. Sinar uv dapat merusak kulit dan mengurangi pertahanan lokal, memungkinkan virus HSV-1 aktif kembali.

Aktivitas di luar ruangan tanpa pelindung bibir meningkatkan risiko outbreak. Trauma ringan akibat sinar uv memicu stres pada sel kulit, sehingga virus bangkit dari masa dorman.

Penggunaan lip balm dengan spf sangat dianjurkan bagi penderita herpes. Paparan sinar matahari biasanya menjadi pemicu kambuh yang paling cepat terlihat dibanding faktor lain.

Menghindari sinar matahari berlebihan dapat menurunkan frekuensi cold sore. Hal ini juga menunjukkan pentingnya perlindungan kulit dalam pencegahan herpes.

5. Perubahan hormon

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/freepik

Menurut Mayo Clinic, perubahan hormon dapat menjadi pemicu kambuhnya herpes di bibir. Periode menstruasi, kehamilan, atau fluktuasi hormon lain mempengaruhi sistem imun dan respon seluler tubuh.

Hal ini membuat virus yang dorman lebih mudah aktif. Beberapa penderita melaporkan cold sore muncul berulang pada saat perubahan hormon signifikan.

Kondisi ini terutama terlihat pada wanita, namun pria yang mengalami perubahan hormonal juga bisa terdampak. Mengelola faktor hormon tidak selalu mudah, tapi memahami hubungan ini membantu dalam pencegahan.

Perubahan hormon juga dapat mempercepat pemulihan luka jika diimbangi perawatan yang tepat. Kesadaran terhadap faktor hormon ini membantu mengurangi frekuensi outbreak.

6. Luka atau iritasi pada bibir

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/freepik

Cleveland Clinic menyebut trauma lokal pada bibir sebagai salah satu pemicu herpes. Luka, pecah-pecah, gigitan bibir, atau kosmetik keras dapat membuka jalan bagi virus HSV-1 aktif kembali.

Bahkan perawatan gigi invasif atau lip scrub yang terlalu agresif bisa memicu outbreak. Luka membuat sistem pertahanan kulit berkurang, sehingga virus bangkit lebih mudah.

Penderita yang sering mengalami iritasi bibir rentan kambuh lebih sering. Menjaga bibir tetap lembab dan sehat dapat menurunkan risiko munculnya cold sore.

Pemilihan kosmetik yang aman untuk bibir juga dianjurkan. Dengan demikian, menghindari trauma lokal menjadi salah satu strategi pencegahan.

7. Kontak langsung atau berbagi barang

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/freepik

Menurut Mayo Clinic, herpes bisa menular melalui kontak langsung, bahkan ketika luka tidak terlihat. Berciuman atau berbagi alat makan, lip balm, atau handuk dengan orang yang memiliki herpes aktif meningkatkan risiko penularan.

Virus dapat menyebar melalui air liur atau selaput lendir yang terinfeksi. Bahkan orang tanpa luka aktif tetap bisa menularkan virus.

Hal ini menjelaskan mengapa herpes mudah menyebar di lingkungan rumah atau pasangan. Menjaga kebersihan dan menghindari kontak fisik saat outbreak adalah pencegahan utama.

Kesadaran akan cara penularan ini penting bagi semua anggota keluarga. Pencegahan kontak langsung membantu memutus rantai penyebaran HSV-1.

8. Pola hidup tidak sehat

8 Penyebab Herpes di Bibir yang Wajib Dihindari
Freepik/stokking

Cleveland Clinic menyebut kebiasaan seperti kurang tidur, nutrisi buruk, dan konsumsi alkohol sebagai faktor pemicu. Kurang tidur menurunkan kekebalan tubuh, memberi peluang bagi virus aktif kembali.

Pola makan yang tidak seimbang juga mempengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi. Kelelahan fisik atau mental kronis dapat mempercepat sembuhnya herpes.

Dengan menjaga gaya hidup sehat seperti tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga ringan, risiko outbreak dapat dikurangi.

Menurut Mayo Clinic, sebagian besar kasus herpes di bibir disebabkan oleh HSV-1, virus yang menetap di saraf dan bisa aktif kapan saja.

Dilansir dari Cleveland Clinic, stress emosional, kurang tidur, dan penyakit lain yang melemahkan sistem imun adalah pemicu paling umum.

Pola hidup tidak sehat, termasuk nutrisi buruk dan kelelahan, turut memicu kekambuhan. Karena virus menetap seumur hidup, pencegahan faktor pemicu menjadi strategi utama.

Sekarang kamu sudah tahu nih 8 penyebab herpes di bibir yang wajib dihindari. Mulai sekarang, yuk jaga pola hidup sehat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Tanda Ular Masuk Rumah, Waspada jika Tercium Bau Amis

12 Jan 2026, 09:18 WIBLife