- Area genital sedang gatal atau panas (fase sebelum muncul luka)
- Kulit tampak kemerahan atau sensitif
- Luka sudah kering tapi proses penyembuhan masih berlangsung
7 Penyebab Herpes Genital yang Sering Diremehkan

- Kontak kulit-ke-kulit saat virus aktif dapat menularkan herpes genital, bahkan tanpa penetrasi.
- Seks tanpa pengaman tidak sepenuhnya mencegah penularan virus HSV, karena kondom tidak menutup seluruh permukaan yang bisa menularkan virus.
- Seks oral dari pasangan dengan herpes mulut juga dapat menyebabkan herpes genital, terutama jika pasangan sedang sariawan atau bibir pecah-pecah.
Herpes genital adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Herpes Simplex (HSV), terutama HSV-2, namun kini HSV-1 pun semakin banyak menyebabkan herpes genital akibat seks oral.
Virus ini sangat mudah menular karena sifatnya yang mampu aktif tanpa gejala, tersembunyi di saraf, dan berpindah melalui kontak kulit-ke-kulit. Terlihat sepele namun ini bisa menjadi penyebab munculnya herpes genital.
Meski orang sering mengira penularan hanya terjadi saat muncul luka melepuh, kenyataannya banyak faktor lain yang membuat risiko tertular jauh lebih tinggi, bahkan ketika pasangan tampak sehat.
Berikut Popmama.com akan menjelaskan 7 penyebab herpes genital yang sering diremehkan, padahal bisa jadi bahaya. Simak penjelasan berikut ini.
1. Kontak kulit-ke-kulit di area genital saat virus sedang aktif

HSV tidak butuh penetrasi untuk berpindah, tapi cukup gesekan kulit di area yang sedang membawa virus. Pada fase aktif, kulit yang terinfeksi mengandung konsentrasi virus paling tinggi, sehingga kontak singkat sekalipun bisa menularkan.
Virus sangat “cerdik”, ia dapat berpindah dari area lembut seperti labia, penis, skrotum, hingga pinggir paha. Situasi yang meningkatkan risiko:
2. Seks tanpa pengaman

Meskipun kondom mengurangi risiko, virus HSV bisa hidup dan menular dari permukaan kulit yang tidak tertutup kondom. Mayo Clinic mencatat bahwa banyak pasien tertular bahkan ketika pasangan menggunakan kondom secara konsisten.
Inilah alasan herpes dianggap salah satu IMS yang paling sulit dicegah 100%. Penularan tetap bisa terjadi karena:
- Kondom tidak menutup pangkal penis
- Area vulva memiliki banyak permukaan terbuka
- Virus menempel di kulit sekitarnya, bukan hanya alat kelamin
3. Seks oral dari pasangan yang punya herpes mulut (HSV-1)

Dulu HSV-1 hanya dikenal sebagai penyebab “cold sore” di bibir, tapi sekarang menjadi penyebab sekitar setengah kasus herpes genital baru (ASHA).
Ini terjadi karena semakin banyak pasangan melakukan seks oral sebagai alternatif seks vaginal, padahal virus HSV-1 sangat aktif di area mulut. Bahkan tanpa luka terlihat, virus dari air liur dapat berpindah ke vulva, penis, atau anus.
Risiko meningkat ketika:
- Pasangan sedang sariawan
- Ada luka kecil di bibir
- Bibir pecah-pecah
- Baru sembuh dari cold sore
4. Penularan saat tanpa gejala (Asymptomatic Viral Shedding)

Ini penyebab paling berbahaya dan paling sering tidak disadari. CDC menegaskan bahwa mayoritas penularan herpes terjadi ketika orang tidak memiliki gejala apa pun.
Virus dapat keluar dari kulit beberapa hari setiap bulan tanpa tanda-tanda. Inilah alasan herpes banyak menyebar secara “diam-diam”.
Artinya:
- Pasangan yang terlihat sehat tetap bisa menularkan
- Sudah tidak ada luka tidak berarti virus tidak aktif
- Banyak orang baru tahu terinfeksi dari hasil tes, bukan gejala
5. Sistem imun lemah atau terganggu

Walaupun sistem imun lemah tidak menciptakan virus, kondisi ini membuat tubuh lebih mudah tertular bila ada paparan. Tubuh tidak mampu menahan virus masuk atau memperlambat proses infeksi.
Ketika daya tahan tubuh drop, HSV lebih mudah menetap di saraf dan memulai infeksi. Faktor yang membuat imun melemah:
- Kurang tidur kronis
- Stress emosional berat
- Pola makan buruk
- Penyakit tertentu
- Penggunaan steroid atau obat imunosupresif
6. Memiliki riwayat infeksi menular seksual lain

WHO menyatakan bahwa orang dengan IMS lain memiliki risiko lebih tinggi tertular HSV. Alasannya bersifat biologis dan perilaku. Gabungan dua faktor inilah yang membuat tubuh jadi lebih rentan.
Secara biologis:
- IMS lain dapat menyebabkan peradangan
- Ada kemungkinan mikro-luka yang tidak terlihat
- Lapisan pelindung kulit menjadi lebih rapuh
Secara perilaku
- Pasien IMS lebih sering berhubungan tanpa kondom
- Ada kemungkinan pasangan punya risiko tinggi juga
7. Berganti-ganti pasangan seks atau memulai aktivitas seks sejak usai muda

Menurut data epidemiologi WHO, kelompok usia remaja dan dewasa muda lebih rentan terkena herpes genital. Ini bukan soal moralitas, tapi soal pola risiko.
Semakin banyak kontak kulit-ke-kulit, semakin tinggi kemungkinan bertemu seseorang yang membawa virus meski tanpa gejala. Faktor penyebabnya:
- Belum konsisten memakai perlindungan
- Tingkat edukasi IMS masih rendah
- Lingkungan pergaulan yang lebih aktif
- Paparan lebih besar karena berganti pasangan
Herpes genital tidak hanya muncul karena hubungan seksual tanpa kondom. Penularan terjadi melalui berbagai kondisi yang sering dianggap sepele, terutama karena sifat virus yang bisa aktif tanpa gejala.
Dengan memahami 7 penyebab herpes genital yang sering diremehkan, padahal bisa jadi bahaya dan faktor risikonya secara lebih mendalam, kita dapat membuat keputusan yang lebih aman untuk diri sendiri dan pasangan.



















