Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Penyebab Ibu Menyusui Merasa Bersedih Terus, Ini Alasannya

Penyebab Ibu Menyusui Merasa Bersedih Terus, Ini Alasannya
pexels.com/RDNE Stock project
Intinya Sih
  • Ibu menyusui bisa mengalami perubahan suasana hati yang membuatnya sering merasa sedih, bahkan setelah masa kehamilan berakhir.
  • Rasa sedih saat menyusui tidak selalu berarti mengalami baby blues, karena penyebabnya bisa berbeda pada setiap ibu.
  • Perubahan hormon selama proses menyusui menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya perasaan sedih tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak hanya saat hamil, perubahan suasana hati Mama bisa terus dialami sampai fase menyusui. Seringnya, merasa sedih terus-menerus. Apakah ini tanda baby blues, atau sesuatu yang normal?

Semua efek negatif yang dirasakan saat menyusui sering dikaitkan dengan baby blues. Padahal, tidak segalanya mengarah ke sana. Kala Mama merasa sedih akan banyak hal, mungkin saja sedang mengalami sindrom tertentu.

Seperti contoh, Mama terasa lebih mudah sedih saat sedang menyusui. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon dan bukan serta merta merupakan baby blues.

Dirangkum Popmama.com, inilah penyebab ibu menyusui sering merasa sedih. Cek bersama yuk!

1. Ibu menyusui yang merasa sedih terus

pexels.com/Proyek Saham RDNE
pexels.com/Proyek Saham RDNE

Mama yang sedang menyusui dan sering merasa sedih kemungkinan mengalami sindrom D-MER (dysphoric milk ejection reflex). Ini adalah kondisi di mana ibu menyusui merasakan serangkaian emosi negatif secara tiba-tiba. Emosi tersebut meliputi rasa marah, cemas, dan sedih.

Kondisi ini bisa muncul saat ibu menyusui, dan bisa juga sudah mulai dirasakan saat sebelum ASI keluar, demikian dilansir dari Cleveland Clinic.

Penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti sampai sekarang. Namun, kebanyakan diduga karena menurunnya kadar hormon dopamin saat tubuh melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin untuk memicu keluarnya ASI, demikian menurut Breastfeeding.asn.au.

2. Mengenal gejala sindrom D-MER

Pexels.com
Pexels.com

Gejala dari sindrom D-MER biasanya ringan dan muncul sebelum atau saat ibu sedang menyusui atau pumping. Pada beberapa kasus, gejalanya bisa muncul beberapa menit setelah ibu selesai menyusui bayi.

Gejala umumnya adalah merasa sedih, takut, putus asa, dan rendah diri. Lalu, ia juga bisa membenci dirinya sendiri, merasa cemas dan panik berlebihan. Yang terakhir, suka mudah tersinggung dan marah.

Pada kasus yang berat, ibu yang menderita sindrom ini kadang memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri, bahkan ingin bunuh diri.

Gejala-gejala tersebut biasanya hanya berlangsung sebentar, yaitu sekitar 30 detik hingga beberapa menit saja. Setelahnya, suasana hati bisa kembali seperti biasa.

3. Cara mengatasi sindrom D-MER secara mandiri

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Sebenarnya, tidak ada pengobatan untuk mengatasi sindrom ini. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sindrom D-MER. Salah satunya adalah dengan melakukan skin to skin saat menyusui.

Bersentuhan langsung dengan kulit bayi saat menyusui bisa memberikan efek menenangkan pada ibu yang mengalami sindrom ini. Kegiatan ini bisa menurunkan kadar hormon stres di dalam tubuh dan menurunkan detak jantung. Sehingga, sindrom D-MER pun mereda.

Selanjutnya, Mama bisa melakukan latihan pernapasan setiap kali merasa sedih. Latihan ini bisa membantu merelaksasikan tubuh dan menenangkan pikiran ibu yang mengalami sindrom tersebut.

Kemudian, Mama juga bisa mencoba mengalihkan perhatian saat merasa sedih kala menyusui. Mama bisa mendengarkan musik favorit, menonton film dengan genre yang disuka, atau melakukan beberapa hal lain yang bisa dilakukan sambil menyusui.

4. Cara lain yang bisa dilakukan

pinterest.com
pinterest.com

Ada kalanya semua solusi tidak berhasil. Untuk itu, Mama bisa mendapatkan dukungan dari support system atau orang terdekat. Mama bisa berbagi keluh kesah dan berbagai perasaan kepada orang terpercaya.

Jika merasa tidak terlalu nyaman berbagi dengan teman dekat dan keluarga, Mama bisa juga mencari dukungan dari sesama ibu yang mengalami sindrom yang sama. Dengan adanya teman seperjuangan, Mama tidak akan merasa sendirian.

Ingin mendapatkan respon dari orang yang lebih profesional? Mama bisa juga mencari bantuan medis, seperti ke psikolog dan menceritakan kondisi saat ini.

Itulah penjelasan mengenai kenapa ibu menyusui suka sering merasa sedih. Semoga membantu, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More