Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Penyebab Lidah Mati Rasa Tiba-Tiba, Begini Cirinya!
Pexels/Agung Pratama
  • Lidah mati rasa bisa disebabkan oleh alergi makanan, obat, atau reaksi imun tubuh yang menyerang saraf di area wajah dan mulut.
  • Kekurangan vitamin B12, zat besi, kalsium, serta gangguan metabolisme seperti diabetes dapat memengaruhi fungsi saraf pengecap dan menyebabkan kebas pada lidah.
  • Masalah pembuluh darah, stres berlebihan, hingga tekanan darah tinggi juga dapat memicu sensasi kesemutan atau mati rasa di lidah sebagai tanda gangguan kesehatan serius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu sedang asyik mengunyah makanan favorit atau mengobrol santai, lalu tiba-tiba merasakan sensasi kebas dan kesemutan di area mulut? 

Kondisi ini memang kerap membuat panik, apalagi jika munculnya sangat mendadak. Sensasi yang dalam istilah medis sering dikaitkan dengan parestesia ini bisa hilang timbul, membuat aktivitas makan dan berbicara jadi terasa sangat mengganggu dan tidak nyaman.

Meski sering dianggap sepele, masuk angin, atau sekadar "salah makan", nyatanya keluhan ini bisa menjadi sinyal kuat dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam sana.

Untuk mengetahui kenapa lidah tidak bisa merasa, berikut Popmama.com bahas 10 penyebab lidah mati rasa yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak sampai habis!

1. Alergi makanan atau obat

Pexels/Andrea Piacquadio

Mengutip dari Tua Saude, salah satu alasan paling umum lidah tiba-tiba kebas adalah reaksi alergi. Reaksi ini bisa muncul seketika setelah kamu mengonsumsi makanan tertentu (seperti hidangan laut atau kacang-kacangan), atau saat menggunakan obat-obatan hingga pasta gigi dengan formula baru. 

Sistem imun tubuh memberikan sinyal penolakan yang tak jarang disertai dengan bengkak, gatal, atau kemerahan di sekitar mulut. Jika ini terjadi, segeralah hentikan pemicunya agar gejalanya tidak memburuk.

2. Penyakit autoimun

Pexels/www.kaboompics.com

Kondisi ini merujuk pada gangguan autoimun yang cukup kompleks. Melansir dari Vinmec, penyakit autoimun seperti Multiple Sclerosis (MS) atau lupus bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel-sel yang sehat, termasuk selaput pelindung saraf yang ada di sekitar wajah dan mulut. 

Kerusakan pada jalur saraf inilah yang pada akhirnya memicu sensasi kebas, kesemutan, atau bahkan hilangnya rasa sama sekali pada indra pengecap kamu.

3. Infeksi bakteri atau virus

Pexels/Monstera Production

Beberapa jenis infeksi ternyata dapat memengaruhi saraf dan jaringan lunak di sekitar area rongga mulut. DIkutip dari Vinmec, infeksi seperti penyakit Lyme atau sifilis stadium lanjut bisa berdampak langsung pada kelancaran fungsi sistem saraf manusia. 

Ketika saraf wajah atau lidah terinfeksi oleh bakteri atau virus, sensasi mati rasa menjadi salah satu gejala penyerta yang sering muncul. Jangan pernah menunda pergi ke dokter jika kebas ini disertai dengan demam.

4. Kekurangan vitamin dan mineral

Pexels/Patricia Luquet

Pola makan yang kurang seimbang bisa berdampak jangka panjang bagi fungsi indra perasa. 

Dilansir dari Tua Saude, kekurangan nutrisi, khususnya defisiensi vitamin B12, zat besi, dan asam folat, sangat berpengaruh pada kesehatan saraf tubuh. 

Vitamin B12 berfungsi penting dalam menjaga lapisan pelindung saraf. Jika kadarnya di dalam darah terlalu rendah, saraf menjadi lebih rentan mengalami kerusakan ringan yang ditandai dengan kesemutan hingga lidah yang mati rasa.

5. Masalah metabolisme tubuh

Pexels/Mikhail Nilov

Gangguan metabolisme, seperti yang sering dialami pada penderita diabetes, juga bisa menjadi dalang di balik keluhan ini. 

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kondisi yang disebut neuropati diabetik. 

Kondisi ini secara perlahan merusak pembuluh darah kecil yang bertugas menyuplai oksigen dan nutrisi ke saraf, termasuk saraf di sekitar mulut. Akibatnya, fungsi indra pengecap bisa menurun drastis.

6. Masalah pada pembuluh darah

Pexels/Marek Piwnicki

Aliran darah yang lancar sangat krusial bagi seluruh organ, tak terkecuali lidah. Ketika terjadi gangguan pembuluh darah, misalnya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak seperti pada kasus stroke, suplai darah ke saraf wajah akan terputus seketika. 

DIlansir dari Tua Saude, serangan stroke sering kali diawali dengan keluhan mati rasa pada satu sisi wajah, kesulitan berbicara dengan jelas, hingga kebas pada area mulut. 

Ini adalah kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat ke rumah sakit.

7. Gangguan sistem saraf

Pexels/cottonbro studio

Masih sangat berkaitan erat dengan poin sebelumnya, kerusakan pada saraf kranial (saraf kepala) sangat memengaruhi indra pengecap. 

DIlansir dari Tua Saude, masalah saraf wajah, seperti Bell's Palsy atau trigeminal neuralgia, dapat melumpuhkan sebagian otot wajah dan memberikan efek kebas yang terasa. 

Selain itu, trauma atau cedera saraf setelah prosedur perawatan gigi, seperti cabut gigi bungsu atau perawatan saluran akar, juga kerap melukai saraf lingual dan memicu mati rasa sementara yang butuh waktu untuk pulih.

8. Hipokalsemia (Kekurangan Kalsium)

Pexels/Cats Coming

Selain vitamin B kompleks, mineral kalsium memegang peranan yang sangat penting bagi hantaran impuls saraf. 

Dikutip dari Tua Saude, hipokalsemia atau penurunan kadar kalsium dalam darah secara drastis bisa menyebabkan otot berkedut, kram, hingga lidah terasa kebas. 

Kondisi penurunan kalsium ini biasanya berkaitan dengan masalah pada kelenjar paratiroid di leher, atau karena tubuh kekurangan asupan vitamin D yang bertugas membantu penyerapan kalsium dari makanan.

9. Stres dan cemas berlebihan

Pexels/Kampus Production

Percaya atau tidak, pikiran yang terlalu kalut bisa memberikan efek langsung pada fisik. Melansir Tua Saude, tingkat stres yang tinggi dan serangan panik (panic attack) dapat memicu terjadinya hiperventilasi, yakni kondisi saat kamu bernapas terlalu cepat dan dangkal. 

Ritme napas yang tidak beraturan ini mengubah keseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Ujung-ujungnya, hal ini menimbulkan sensasi kesemutan di ujung jari, bibir, hingga area rongga mulut.

10. Tekanan darah tinggi

Pexels/Marta Branco

Meski jarang disadari secara langsung kaitannya, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sangat ekstrem atau tidak terkontrol bisa merusak kelenturan pembuluh darah dan membebani kerja jantung serta otak. 

Jika suplai darah beroksigen ke otak dan saraf kepala terganggu akibat lonjakan tekanan darah ini, salah satu gejala ringan yang menyertainya bisa berupa rasa kebas atau kesemutan pada wajah dan lidah. 

Ini juga sering menjadi sebuah alarm awal sebelum terjadinya komplikasi sirkulasi yang lebih serius.

Nah, itulah ulasan mengenai 10 penyebab lidah mati rasa yang sebaiknya tidak kamu anggap remeh. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article