7 Penyebab Miss V Bergelambir, Tak Melulu karena Melahirkan

Genetik memengaruhi bentuk Miss V setiap perempuan
Persalinan normal dapat membuat area Miss V tampak lebih lebar
Penuaan, menopause, turun berat badan drastis, otot panggul lemah, dan iritasi bisa menyebabkan Miss V bergelambir
Perubahan pada area kewanitaan terkadang membuat Mama merasa tidak nyaman dan bertanya-tanya. Salah satu yang cukup sering disadari adalah kondisi Miss V yang tampak bergelambir.
Banyak perempuan langsung merasa khawatir, padahal perubahan ini bisa terjadi secara alami dan dialami di berbagai fase kehidupan. Karena itu, penting untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Untuk membantu Mama lebih memahami kondisi tersebut, Popmama.com akan membahas 7 penyebab Miss V bergelambir yang perlu diketahui agar Mama lebih tenang dan percaya diri.
Table of Content
1. Faktor genetik sejak lahir

Bentuk Miss V setiap perempuan itu berbeda-beda, ada perempuan yang terlahir dengan labia minora (bibir kecil) yang lebih panjang atau menonjol keluar melewati labia mayora (bibir besar). Kondisi ini secara medis disebut dengan hipertrofi labia.
Mama perlu tahu bahwa tidak ada standar normal untuk kecantikan area kewanitaan. Jika sejak masa pubertas Mama sudah memiliki bentuk yang tampak bergelambir namun tidak merasakan keluhan fisik, maka itu adalah variasi anatomi tubuh Mama yang asli.
2. Persalinan normal

Proses melahirkan secara vaginal adalah momen perjuangan yang luar biasa bagi seorang Mama. Saat persalinan, otot-otot panggul dan jaringan di sekitar vagina harus meregang lebar untuk jalan lahir si Kecil.
Peregangan ini tentu berdampak pada jaringan ikat dan elastisitas kulit di area tersebut. Meskipun tubuh Mama punya kemampuan hebat untuk pulih kembali, terkadang jaringan tersebut tidak bisa kembali 100% ke bentuk semula.
Hal inilah yang sering membuat Mama merasa area Miss V tampak lebih lebar atau kulit di sekitarnya terasa lebih kendur dan bergelambir setelah punya anak.
3. Efek alami penuaan

Seiring bertambahnya usia, seluruh bagian tubuh kita mengalami proses penuaan, tidak terkecuali area intim.
Produksi kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekencangan kulit akan menurun secara alami. Akibatnya, kulit kehilangan daya kenyalnya dan mulai tampak kendur atau berkerut.
Proses ini biasanya mulai terlihat lebih jelas saat Mama memasuki usia 30-an atau 40-an. Sama halnya dengan kulit wajah yang mulai muncul garis halus, jaringan di area labia juga bisa kehilangan volumenya dan tampak lebih menggelambir dibandingkan saat masih remaja.
4. Perubahan hormonal saat menopause

Saat memasuki masa menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh Mama akan menurun drastis. Hormon ini punya peran penting untuk menjaga ketebalan, kelembapan, dan elastisitas jaringan vagina.
Ketika estrogen berkurang, jaringan vagina akan mengalami kondisi yang disebut atrofi vagina. Atrofi ini membuat jaringan menjadi lebih tipis, kering, dan kurang fleksibel.
Akibatnya, tampilan luar Miss V pun ikut berubah. Bibir vagina bisa tampak lebih layu dan kurang berisi. Kondisi ini adalah proses alami yang dialami hampir semua perempuan di masa lanjut usia.
5. Turun berat badan secara drastis

Mama baru saja sukses menjalani program diet atau pola hidup sehat hingga berat badan turun banyak? Mama perlu mengingat bahwa lemak tidak hanya hilang dari perut atau lengan, tapi juga dari area kemaluan.
Labia mayora sebenarnya mengandung banyak jaringan lemak yang membuatnya tampak kencang dan berisi. Ketika Mama kehilangan banyak lemak tubuh dalam waktu singkat, bantalan di area labia mayora akan berkurang.
Akibatnya, kulit penyangga yang tadinya kencang jadi tampak berlebih dan menggelambir karena kehilangan volume lemak di dalamnya. Ini mirip dengan kulit perut yang menggelambir setelah kehilangan banyak berat badan.
6. Otot dasar panggul yang kurang terlatih

Otot dasar panggul berperan seperti ayunan yang menyangga organ-organ di area panggul, termasuk vagina. Jika otot ini lemah akibat jarang berolahraga atau faktor gaya hidup, maka daya dukung terhadap jaringan vagina juga akan berkurang.
Kurangnya massa otot di area ini bisa diperbaiki dengan latihan yang rutin. Mama sangat disarankan untuk melakukan senam Kegel untuk memperkuat otot pubokoksigeus (PC). Otot yang kuat akan membantu jaringan di sekitar Miss V tetap terjaga posisinya.
7. Iritasi atau gesekan berulang

Kebiasaan menggunakan pakaian yang terlalu ketat, seperti celana jeans atau legging yang tidak menyerap keringat, bisa memicu gesekan terus-menerus pada labia.
Jika ini terjadi dalam jangka waktu bertahun-tahun, iritasi kronis tersebut bisa memengaruhi tekstur dan elastisitas kulit di area sensitif tersebut.
Selain itu, aktivitas fisik yang sangat intens atau cara membersihkan area kewanitaan yang terlalu kasar juga bisa berdampak pada kesehatan kulit labia.
Jaringan yang sering meradang akibat gesekan lama-lama bisa kehilangan kekuatannya dan tampak sedikit lebih melar.
Nah, itulah penjelasan seputar Miss V bergelambir yang perlu Mama ketahui.
Tetap rawat kesehatan area intim dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika ada keluhan yang mengganggu, ya, Ma!
FAQ Seputar Penyebab Miss V Bergelambir
| Apa yang dimaksud dengan Miss V bergelambir? | Miss V bergelambir adalah kondisi ketika area vagina atau bibir vagina (labia) tampak lebih kendur atau tidak sekencang sebelumnya. |
| Apakah Miss V bergelambir berbahaya? | Umumnya tidak berbahaya dan lebih bersifat kosmetik. Namun, jika disertai keluhan seperti nyeri, inkontinensia urine, atau rasa tidak nyaman, sebaiknya konsultasi ke dokter. |
| Bagaimana cara menjaga kekencangan Miss V? | Menjaga pola hidup sehat, rutin melakukan senam Kegel, menjaga berat badan ideal, serta memperhatikan kesehatan hormonal dapat membantu menjaga kekencangan otot vagina. |


















