Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Sora Shimazaki
  • Flu perut atau gastroenteritis viral merupakan infeksi virus pada lambung dan usus, sedangkan diare adalah gejala buang air besar cair setidaknya tiga kali sehari.

  • Flu perut umumnya memicu mual, muntah, nyeri perut, diare, demam ringan, dan lemas; diare terutama ditandai tinja cair, kram, kembung, serta dorongan mendesak ke toilet.

  • Flu perut biasanya mereda dalam 1–3 hari dan menular melalui kontak, permukaan, makanan, atau air; durasi diare bervariasi menurut penyebabnya, dari beberapa hari hingga lebih dari empat minggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Flu perut merupakan gastroenteritis viral yang menyebabkan peradangan lambung dan usus, sedangkan diare adalah buang air besar dengan tinja cair tiga kali atau lebih sehari.
  • Who?
    Orang yang mengalami infeksi virus saluran pencernaan, infeksi bakteri atau parasit, keracunan makanan, intoleransi laktosa, atau efek obat seperti antibiotik dapat mengalami gejala tersebut.
  • Where?
    Flu perut menyerang lambung dan usus. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung, permukaan terkontaminasi tinja, air liur, atau muntahan, serta makanan dan air yang mengandung virus.
  • When?
    Gejala flu perut umumnya mereda dalam satu hingga tiga hari. Diare akut berlangsung beberapa hari, persisten dua sampai empat minggu, dan kronis lebih dari empat minggu.
  • Why?
    Flu perut dipicu virus seperti norovirus, rotavirus, adenovirus, dan astrovirus. Diare dapat dipicu gastroenteritis, bakteri, parasit, keracunan makanan, intoleransi laktosa, atau antibiotik.
  • How?
    Flu perut dapat muncul dengan mual atau demam lalu diikuti diare, muntah, dan nyeri perut. Diare terutama ditandai tinja cair, kram, kembung, serta dorongan mendesak ke toilet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Flu perut itu sakit karena virus di lambung dan usus. Kita bisa mual, muntah, sakit perut, demam ringan, lalu mencret. Diare adalah pup cair berkali-kali. Diare bisa karena flu perut, makanan, kuman, atau obat. Flu perut biasanya membaik 1 sampai 3 hari. Diare bisa lebih lama, tergantung penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu mengalami tiba-tiba perut terasa melilit dan kamu terus-terusan bolak-balik ke toilet untuk buang air besar yang cair? Mungkin kamu bertanya-tanya, ini flu perut atau cuma diare biasa?

Banyak orang menganggap keduanya sama. Padahal, perbedaan flu perut dan diare cukup mendasar dan mengetahuinya membantu kamu memilih langkah penanganan yang tepat.

Untuk mengetahui kondisi dan perbedaan antara keduanya, berikut Popmama.com mengulas perbedaan flu perut dan diare. Yuk, simak sampai habis!

Definisi Flu Perut dan Diare

Pexels/Sora Shimazaki

Flu perut adalah sebutan populer untuk gastroenteritis viral, yaitu infeksi virus yang membuat lambung dan usus meradang. Mengutip Healthline, penyakit ini menyerang lambung atau usus, bukan hidung, tenggorokan, atau paru-paru seperti influenza.

Menurut GoodRx, istilah itu lahir sebelum para ilmuwan mengetahui penyebab infeksi. Penyakit ini tidak disebabkan oleh virus influenza yang menyerang sistem pernapasan.

Sementara itu, diare adalah kondisi saat kamu buang air besar dengan tinja cair lebih sering dari biasanya, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari.

Diare biasanya merupakan gejala infeksi di saluran usus dan flu perut memang bisa menimbulkan diare. Jadi, flu perut adalah penyakitnya, sedangkan diare hanyalah salah satu gejala yang bisa menyertainya.

Gejala yang Muncul pada Flu Perut dan Diare

Pexels/Sora Shimazaki

Karena saling berkaitan, wajar kalau gejalanya mirip. Flu perut biasanya datang dengan mual, muntah, nyeri perut, dan diare, kadang disertai demam ringan, sakit kepala, dan badan pegal, seperti dikutip dari Healthline.

Selain itu, nafsu makan menurun, tubuh lemas, dan kepala terasa ringan merupakan tanda lain. Flu perut sering dimulai dengan demam atau mual, sedangkan diarenya baru menyusul.

Pada diare, gejala utamanya adalah tinja yang encer atau cair, yang menurut Cleveland Clinic sering disertai kram perut, perut kembung, dan dorongan mendesak untuk ke toilet. Mual, muntah, dan demam juga bisa ikut muncul.

Tinja juga kadang bercampur lendir atau darah, dan sebagian penderita merasa menggigil. Karena gejalanya saling tumpang tindih, perbedaan keduanya paling jelas terlihat dari penyebabnya.

Penyebab Flu Perut dan Diare

Pexels/Monstera Production

Flu perut umumnya disebabkan oleh bermacam-macam virus, seperti norovirus, rotavirus, adenovirus, dan astrovirus, menurut University Hospitals. 

Penularannya bisa lewat kontak langsung dengan orang yang sakit atau lewat permukaan yang terkena tinja, air liur, atau muntahannya. Makanan dan air yang mengandung virus juga bisa menjadi jalur penularan.

Kalau flu perut hanya salah satu pintu masuk, diare punya banyak pintu lain. Menurut Cleveland Clinic, penyebab paling umum adalah gastroenteritis, tetapi infeksi bakteri atau parasit, keracunan makanan, intoleransi laktosa, hingga obat seperti antibiotik juga bisa memicunya.

Durasi antara Flu Perut dan Diare

Pexels/Sora Shimazaki

Setelah tahu penyebabnya, wajar kalau kamu bertanya-tanya, sampai kapan semua ini berlangsung? Untuk flu perut, Healthline menyebut gejalanya umumnya mereda dalam 1 sampai 3 hari.

Meski begitu, kamu masih bisa menularkan virusnya selama beberapa hari setelah merasa lebih baik. Selain itu, sebagian orang bahkan merasa tidak enak badan hingga 10 hari atau lebih.

Diare punya jadwal yang lebih bervariasi, tergantung penyebabnya. Melansir Cleveland Clinic, diare terbagi menjadi beberapa jenis. 

Ada diare akut yang berlangsung beberapa hari, diare persisten (berkepanjangan) selama 2 sampai 4 minggu, dan diare kronis yang lebih dari 4 minggu.

Gejala diare biasanya paling berat terjadi dalam 24 jam pertama dan sebagian besar mereda dalam 3 sampai 7 hari. 

Jadi, perbedaan flu perut dan diare terletak pada statusnya. Flu perut adalah infeksi virus pada lambung dan usus, sedangkan diare adalah gejala buang air besar cair yang bisa dipicu oleh banyak hal, dan keduanya sering datang bersamaan.

Nah, itulah pembahasan mengenai perbedaan flu perut dan diare. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article