“Bagi saya, di tengah berbagai kesibukan, memasak bukan sekadar kewajiban, tapi cara saya menunjukkan rasa sayang dan kebanggaan kepada keluarga. Saya ingin selalu memberikan yang terbaik lewat setiap hidangan yang saya sajikan untuk keluarga. Dengan Sasa, saya jadi lebih tenang karena rasa masakan bisa konsisten dan lezat. Hasilnya, masakan yang saya buat pun lebih disukai sama keluarga dan pastinya habis tanpa sisa,” ujarnya dalam press conference Sasa di Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Perempuan Indonesia Kini Kian Aktif, Memasak Tetap Jadi Momen Berarti

- Perempuan Indonesia kini berperan besar di berbagai bidang, termasuk ekonomi, dengan 45,25 persen bekerja di sektor formal pada 2025 menurut data BPS.
- Meski semakin sibuk dan produktif, banyak perempuan tetap menjadikan memasak sebagai momen penting untuk menjaga kehangatan dan kedekatan keluarga.
- Memasak menjadi bentuk ekspresi kasih sayang dan sumber kebanggaan bagi perempuan karena menghadirkan hidangan lezat yang mempererat hubungan emosional dalam keluarga.
Peran perempuan di Indonesia begitu besar dalam mendukung berbagai aspek kehidupan. Ini menjadikan perempuan adalah ‘jantung’ untuk banyak hal, tidak hanya di rumah tapi juga pekerjaan hingga bidang lainnya. Se-multitasking itu!
Peran perempuan dalam menggerakkan roda perekonomian juga tidak kalah untuk dijajaki. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada 2025, sekitar 45,25 persen perempuan bekerja di sektor formal.
Angka tersebut mencerminkan bagaimana perempuan kini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif dalam mendukung perekonomian keluarga.
Meski begitu, aktivitas memasak tetap menjadi bagian penting dalam keseharian. Bagi banyak perempuan, memasak bukan sekadar rutinitas, tetapi cara menghadirkan kehangatan di rumah.
Di tengah kesibukan, momen makan bersama keluarga justru menjadi ruang sederhana untuk terhubung dan berbagi cerita. Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
Yuk, disimak!
1. Tantangan perempuan modern: Produktif tanpa kehilangan kehangatan

Perempuan masa kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan peran profesional dan kehidupan rumah tangga. Di satu sisi, mereka dituntut produktif dan mandiri, namun di sisi lain tetap ingin menjaga kehangatan dalam keluarga.
Hal ini membuat banyak perempuan mencari cara agar aktivitas sehari-hari, termasuk memasak, bisa dilakukan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas. Proses yang praktis menjadi kunci agar mereka tetap bisa menikmati waktu bersama keluarga tanpa merasa terbebani oleh rutinitas.
2. Memasak di rumah kini jadi bentuk ekspresi kasih sayang

Di balik padatnya aktivitas, banyak perempuan tetap berusaha menghadirkan hidangan terbaik untuk keluarga. Memasak menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan perhatian dan cinta.
Ini yang diceritakan oleh Anissa Aziza, istri dari Raditya Dika dan mama dua orang anak. Di rumah dan dengan segala kepadatan aktivitas, memasak menjadi cara Anissa menyatakan cintanya untuk keluarga.
Pengalaman Anissa menggambarkan bahwa dapur bukan hanya tempat memasak, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan perhatian. Hidangan yang disajikan pun menjadi simbol kedekatan emosional dalam keluarga.
3. Masakan lezat jadi sumber kebanggaan tersendiri

Keberhasilan menghadirkan hidangan lezat yang dinikmati keluarga memberikan kepuasan emosional tersendiri. Ada rasa bangga ketika masakan yang dibuat disukai dan bahkan habis tanpa sisa.
“Kami percaya bahwa rasa adalah jiwa dari setiap masakan. Menghadirkan hidangan yang lezat dan dinikmati lahap oleh keluarga tentu memberikan kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Di Hari Kartini ini, kami ingin memastikan setiap perempuan Indonesia memiliki kepercayaan diri untuk menyajikan masakan yang sudah pasti lezat, didukung dengan proses yang sederhana, sehingga mereka bisa lebih fokus menikmati momen kehangatan bersama keluarga,” ujar Ranie Wulandari selaku Head of Marketing, PT Sasa Inti.
Dengan pendekatan ini, memasak tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan aktivitas yang lebih ringan dan menyenangkan. Perempuan pun bisa tetap menjalankan berbagai peran sekaligus, tanpa kehilangan momen berharga bersama orang-orang terdekat.
Pada akhirnya, di tengah perubahan peran dan tuntutan zaman, memasak tetap menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kehangatan dalam keluarga. Bukan soal seberapa rumit hidangan yang disajikan, tetapi tentang makna yang hadir di balik setiap sajian.


















