Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Marah, Benarkah Tubuh Penuh dengan Jin?
Unsplash/engin akyurt
  • Tidak ada bukti ilmiah bahwa jin menyebabkan seseorang mudah marah; kemarahan adalah reaksi emosional dan biologis alami manusia.
  • Kemarahan dipicu oleh faktor internal, eksternal, genetik, serta pengaruh sosiokultural yang membentuk cara seseorang mengekspresikan emosi.
  • Kemarahan berlebihan dapat merusak kesehatan fisik dan mental, sehingga penting mengelolanya dengan teknik relaksasi dan komunikasi sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang sering marah bukan karena ada jin di tubuhnya. Saat marah, jantung berdetak cepat dan darah naik. Orang bisa marah karena sedih, takut, atau merasa tidak adil. Laki-laki dan perempuan bisa marah dengan cara berbeda. Kalau terus marah, tubuh bisa sakit. Jadi harus belajar tenang dan tarik napas pelan-pelan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah bersemayamnya jin di dalam tubuh berkaitan dengan mudah marahnya seseorang? Tidak ada bukti ilmiah atas keberadaan jin atau makhluk gaib di dalam tubuh manusia menyebabkan mudah marahnya seseorang. 

Dilansir American Psychological Association, kemarahan adalah keadaan emosi seseorang yang disertai dengan perubahan fisiologis dan biologis. Saat marah, detak jantung dan tekanan darah naik, begitu pula kadar hormon energi dan adrenalin.

Lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum informasi seputar sering marah, benarkah tubuh penuh dengan jin? Simak di bawah ini.

1. Penyebab emosi meningkat

Freepik/Pressfoto

Kemarahan dapat disebabkan oleh peristiwa eksternal dan internal. Penyebab marah sangat beragam, kamu bisa saja marah pada orang tertentu, suatu peristiwa atau rasa khawatir memikirkan masalah pribadi.  

Tidak hanya itu, kenangan atau peristiwa traumatis juga bisa memicu perasaan marah. Saat marah, tubuh kita mengalami perubahan fisiologis, seperti peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan darah, dan pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. 

Setiap orang memiliki kecenderungan berbeda dalam mengungkapkan emosi. Beberapa orang mungkin memiliki ambang kemarahan yang lebih tinggi, sementara yang lain mungkin mengalami kemarahan lebih intens.

2. Penyebab seseorang mudah marah

Freepik/Freepik

Dilansir American Psychological Association, orang yang mudah marah umumnya memiliki toleransi yang rendah terhadap frustrasi, yang berarti bahwa mereka merasa tidak seharusnya mengalami frustrasi, ketidaknyamanan, atau gangguan. 

Mereka cenderung tidak dapat mengambil tindakan dengan tenang, dan sangat marah jika situasinya tampak tidak adil. Salah satu penyebabnya bersifat genetik atau fisiologis.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa anak terlahir dengan sifat mudah marah dan sensitif yang muncul tanda-tandanya sejak usia masih sangat dini.

Adapun penyebab lainnya datang dari sosiokultural di mana emosi sering dianggap negatif. Akibatnya, kita tidak belajar cara menangani emosi dengan baik. 

3. Emosi laki-laki dan perempuan

Freepik/DC Studio

Apakah emosi berkaitan dengan jenis kelamin? Psychology Today menjelaskan berdasarkan studi menunjukkan bahwa maskulinitas dikaitkan dengan kemarahan.  

Ketika maskulinitas laki-laki terancam, maka ia bereaksi dengan kemarahan yang meningkat. Tingkat testosteron pria yang menantang menghasilkan efek yang serupa.  

Sementara perempuan mungkin lebih cenderung mengungkapkan kemarahan melalui cara verbal atau perilaku pasif-agresif. Namun, pola ini dapat sangat bervariasi tergantung pada individu dan latar belakang budaya mereka. 

4. Akibat dari kemarahan yang terus menerus

Relationship complicated, hubungan berantem - Freepik.com/Stefamerpik

Kemarahan menciptakan denyut jantung dan aliran darah meningkat, serta otot-otot menjadi tegang. Ini dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dan sistem kardiovaskular, yang bahkan dapat memperpendek usia bila berkelanjutan.

Emosi yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan keretakan dalam hubungan, permasalahan di tempat kerja, masalah hukum dan keuangan.

Jika emosi kronis muncul dalam lingkungan keluarga, hal itu dapat berdampak buruk pada anak-anak, menyebabkan masalah emosi dan perilaku dalam jangka panjang

Penting untuk menyadari bahwa kemarahan, seperti emosi lainnya, adalah bagian normal dari hidup manusia. Namun, ketika kemarahan menjadi kronis dan tidak terkendali, hal itu dapat merusak kesehatan fisik dan mental.  

5. Cara mengendalikan amarah

Freepik/wayhomestudio

Amarah merupakan emosi alami, tetapi penting untuk menanganinya dengan cara yang sehat. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengendalikan amarah, apa saja? 

  • Kenali pemicunya dengan perhatikan situasi, orang, atau peristiwa yang cenderung memicu kemarahan kamu. 

  • Bernapas dalam-dalam untuk membantu menenangkan sistem saraf kamu.

  • Jika kamu merasa marah, menjauhlah dari situasi tersebut jika memungkinkan. Beri diri kamu waktu dan ruang untuk menenangkan diri. 

  • Ekspresikan perasaan kamu dengan tegas tanpa menyalahkan atau menyerang orang lain.

  • Bicaralah dengan teman, anggota keluarga, atau terapis tentang emosi kamu.  

  • Hindari penggunaan alkohol atau obat-obatan sebagai cara untuk mengatasi amarah. 

Itu dia informasi seputar sering marah, benarkah tubuh penuh dengan jin? Semoga bermanfaat untuk kamu yang mungkin merasa mudah marah. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article