Sering Tertukar, Ini Perbedaan Mentega dan Margarin

Walaupun kegunaannya hampir sama, tetapi keduanya sangat berbeda

28 September 2020

Sering Tertukar, Ini Perbedaan Mentega Margarin
Pixabay/kboyd

Menambahkan lemak pada makanan memang akan menambah cita rasa makanan tersebut. Saat membuat bakso misalnya, penambahan lemak atau tulang iga akan membuat kuah bakso menjadi lebih gurih. 

Begitu juga saat membuat kue atau roti. Menambahkan mentega atau margarin akan membuat roti maupun kue menjadi lebih harum, lembut, dan menggiurkan.

Dalam berbagai jenis makanan, sebagian orang cenderung memilih mentega dibandingkan margarin. Alasan aroma dan tekstur pada makanan menjadi penyebabnya.

Biar tidak salah memberdakan mentega dan margarin, simak penjelasan Popmama.com berikut ini.

1. Bahan baku mentega adalah lemak susu hewan

1. Bahan baku mentega adalah lemak susu hewan
Pixabay/ponce_photography

Orang mengenal mentega juga dengan sebutan butter. Mentega dan margarin memiliki bahan dasar yang berbeda. Bahan baku untuk membuat mentega adalah susu sapi.

Mentega didapat dari lemak susu yang dipisahkan dengan airnya hingga mendapati tekstur yang lebih padat dengan metode tertentu. Susu yang digunakan bisa berasal dari sapi, kambing, kuda, kerbau, atau unta.

Lapisan lemak yang sudah berupa mentega dapat diolah menjadi berbagai macam mentega, mulai dari ghee atau minyak samin, salted butter, butter cream, dan sebagainya.

Editors' Picks

2. Margarin terbuat dari lemak nabati

2. Margarin terbuat dari lemak nabati
Pixabay/ds_30

Jika mentega terbuat dari lemak susu maka margarin terbuat dari lemak tumbuh-tumbuhan. Biasanya margarin digunakan sebagai pengganti sumber lemak hewani bagi orang-orang yang mengikuti paham vegan.

Margarin memerlukan beberapa bahan untuk bisa menjadi margarin yang kita biasa ketahui, seperti minyak sayur, air, garam, dan emulsifier untuk menyatukan semua bahan. Sehingga proses pembuatan margarin biasanya diperlukan mesin untuk pengolahannya.

3. Keduanya memiliki tekstur rasa yang berbeda

3. Kedua memiliki tekstur rasa berbeda
Freepik/detry

Secara rasa antara mentega dan margarin sangat berbeda. Mentega memiliki rasa yang lebih harum khas susu dan karamel sehingga cenderung beraroma manis. Hal ini yang membuat mentega lebih sering digunakan sebagai bahan dalam pembuatan roti dan kue.

Sedangkan margarin memiliki rasa yang lebih gurih. Biasanya, margarin digunakan sebagai olesan roti atau pengganti minyak goreng untuk memasak.

4. Mentega dan margarin mudah dibedakan secara bentuk fisiknya

4. Mentega margarin mudah dibedakan secara bentuk fisiknya
Pixabay/ds_30 & Pixabay/ponce_photography

Selain rasa, bentuk fisik mentega dan margarin sangat mudah dibedakan. Mentega memiliki warna yang cenderung kuning pucat ke arah putih. Teksturnya lebih padat walaupun titik didihnya sangat rendah. Sehingga, mentega tidak bisa disimpan di suhu ruang.

Sedangkan margarin, warnanya cenderung kuning dan teksturnya lebih lembut. Jika dipegang, tekstur margarin lebih cepat lumat di tangan. Namun, margarin dapat disimpan di suhu ruang karena titik didihnya lebih tinggi.

5. Hasil akhir pada pembuatan roti dan kue pun berbeda

5. Hasil akhir pembuatan roti kue pun berbeda
Pixabay/markusspiske

Penggunaan mentega dan margarin dalam pembuatan roti dan kue akan memberikan hasil yang berbeda.

Mentega cenderung memberikan tekstur yang lembut pada roti dan kue. Biasanya kue yang menggunakan mentega akan menghasilkan remahan yang lebih banyak.

Berbeda halnya dengan margarin. Margarin akan menghasilkan tekstur yang lebih padat dan renyah. Roti atau kue yang menggunakan margarin akan menjadi lebih keras teksturnya. Jadi biasanya margarin cocok digunakan untuk pembuatan kue kering.

Pemilihan mentega ataupun margarin sangat tergantung tujuan dan selera masing-masing orang. Ada yang memilih dengan alasan aroma, rasa, tekstur, ataupun kesehatan. Yang terpenting adalah penggunaan mentega dan margarin dapat menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.