Meskipun dukungan ilmiah untuk gejala ini kurang, beberapa studi kasus telah melaporkan gejala lain, termasuk:
- sembelit
- sakit kepala
- kelelahan
- hilangnya konsentrasi
- nyeri otot dan sendi
- sariawan
- masalah buang air kecil
- eksim
Namun, gejala-gejala ini belum dipastikan sebagai gejala intoleransi laktosa yang sebenarnya dan mungkin disebabkan oleh hal lain. Selain itu, beberapa orang dengan alergi susu mungkin secara keliru mengaitkan gejalanya dengan intoleransi laktosa.
Alergi susu sapi umum terjadi pada bayi, menyerang 2% hingga 3% bayi kecil. Pada sekitar 90% kasus, alergi ini hilang pada saat anak berusia 6 tahun.
Meskipun alergi susu sapi lebih sering terjadi pada anak kecil dibandingkan orang dewasa, hal sebaliknya terjadi pada intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa dianggap jarang terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
Alergi susu dan intoleransi laktosa kasus kesehatannya berbeda ya, meskipun keduanya dapat memiliki gejala yang sama seperti sakit perut, diare, dan muntah.
Gejala alergi susu lainnya dapat mencakup:
- gatal
- menggigil
- sesak napas
- darah dalam tinja
- sakit perut
- bengkak di dalam atau di sekitar mulut atau tenggorokan anafilaksis, yang merupakan keadaan darurat medis
Berbeda dengan intoleransi laktosa, alergi susu dapat mengancam nyawa, sehingga penting untuk mendapatkan diagnosis gejala yang akurat, terutama pada anak-anak.
dr. Farhan menambahkan, mengonsumsi susu secara rutin sangat penting untuk kesehatan tubuh, terlebih jika didukung dengan pola makan dan pola hidup sehat.
“Mengonsumsi susu itu penting, karena susu kaya akan vitamin, mineral, protein, hingga kalsium dan beberapa manfaat lain yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh terutama bagi tulang dan gigi. Untuk pola minum susu dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, selama konsumsi susu tersebut dibarengi dengan gizi seimbang lain yang kita dapatkan dari makanan,” paparnya.
Nah, sebagai alternatif untuk tetap bisa menikmati susu meskipun kamu memiliki intolerasi laktosa, kamu bisa memilih produk susu yang sudah tersedia di pasaran.
Head of Commercial PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife, Soegiono mengatakan, MilkLife Lactose Free Choco Hazelnut merupakan jawaban untuk para penikmat susu bernutrisi bebas laktosa dengan rasa yang enak. Varian free lactose (bebas laktosa) yang diformulasikan melalui proses enzimatis, sehingga aman dikonsumsi bagi mereka yang alergi laktosa serta memberikan rasa nyaman di perut.
“Kami pastikan bahwa seluruh varian MilkLife Lactose Free aman untuk lactose intolerant, rendah kolesterol, dan mengandung protein. Kami berharap varian baru ini dapat dinikmati oleh seluruh The Milk People agar bersama-sama bisa merasakan kesegaran susu,” pungkas Soegiono.
Demikian informasi mengenai pengertian hingga gejala dari intoleransi laktosa. Jika kamu mengalami gejala di atas, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ke dokter sebelum melakukan self diagnose untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.
Jika sudah dipastikan mengalami permasalahan kesehatan ini, sebaiknya lebih bijak dalam memilih asupan yang memicu intoleransi laktosa agar tidak kambuh dan mengganggu aktivitas kamu ya.