Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Ciri-Ciri Autoimun yang Jarang Disadari

7 Ciri-Ciri Autoimun yang Jarang Disadari
Pexels/Ron Lach
  • Penyakit autoimun terjadi saat sistem imun menyerang sel sehat, memengaruhi sekitar 5–8 persen populasi dunia, lebih banyak perempuan, dan sering sulit didiagnosis karena gejalanya menyerupai penyakit lain.
  • Tanda yang dapat muncul meliputi ruam berulang, rambut rontok, perubahan warna kulit, gatal menetap, serta kenaikan berat badan tanpa perubahan pola makan atau olahraga.
  • Penurunan berat badan mendadak, wajah pucat, dan lemas juga perlu diperhatikan; gejala autoimun dapat berkaitan dengan gangguan tiroid, pencernaan, hingga penghancuran sel darah merah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah badan tiba-tiba gampang capek, kulit gatal-gatal tanpa sebab jelas, atau berat badan naik-turun padahal pola makan tidak  berubah? Banyak orang menganggap itu cuma kelelahan biasa atau efek stres kerja. 

Padahal, bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuh yang menandakan sistem imun sedang salah sasaran, menyerang sel sehat sendiri, kondisi yang dikenal sebagai penyakit autoimun.

Melansir Liv Hospital, gangguan autoimun ternyata memengaruhi sekitar 5-8 persen populasi dunia, dan sebagian besar penderitanya adalah perempuan. Sayangnya, gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lain sehingga butuh waktu lama untuk terdiagnosis. 

Nah, biar kamu dapat menanganinya sejak dini, berikut Popmama.com mengulas 7 ciri-ciri autoimun. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Ruam kulit yang datang dan pergi

    Ruam kulit yang datang dan pergi
    Pexels/www.kaboompics.com

    Ciri pertama yang paling mudah terlihat adalah ruam pada kulit. Mengutip Parsley Health, ruam merah, gatal, atau bersisik yang muncul lalu hilang sendiri bisa menjadi tanda awal autoimun seperti lupus atau psoriasis. 

    Bahkan jerawat dan eksim yang tidak  kunjung sembuh pun kadang menandakan sistem imun sedang hiperaktif. Dikutip dari Liv Hospital, pada kasus lupus, ruam ini kerap muncul berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung.

  2. 2. Rambut rontok berlebihan

    Rambut rontok berlebihan
    Pexels/Towfiqu barbhuiya

    Selain di kulit, autoimun juga bisa menyerang mahkota kepala kamu. Menurut Parsley Health, rambut menipis atau muncul bercak botak bisa dikaitkan dengan penyakit Graves dan alopecia areata, di mana sistem imun menyerang folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut terhambat. 

    Dikutip dari Medical News Today, kondisi Hashimoto's thyroiditis atau tiroid yang kurang aktif pun kerap memicu rambut rontok, biasanya disertai rasa lelah berkepanjangan.

  3. 3. Perubahan warna kulit

    Perubahan warna kulit
    Pexels/Armin Rimoldi

    Kulit yang tiba-tiba muncul bercak putih atau berubah warna juga patut diwaspadai. Menurut Medical News Today, kondisi ini disebut vitiligo, yaitu ketika sistem imun menyerang sel penghasil melanin sehingga kulit kehilangan pigmen aslinya. 

    Mengutip Women's Health, penderita scleroderma bisa mengalami perubahan warna pada jari tangan, dari putih, merah, hingga kebiruan, terutama saat terpapar suhu dingin.

  4. 4. Berat badan naik tanpa sebab jelas

    Berat badan naik tanpa sebab jelas
    Pexels/Andres Ayrton

    Kalau belakangan berat badan naik padahal makan dan olahraga masih sama seperti biasa, jangan buru-buru menyalahkan metabolisme.

    Dikutip dari Parsley Health, kondisi ini bisa jadi tanda hipotiroidisme, yaitu ketika kelenjar tiroid kurang aktif memproduksi hormon akibat gangguan autoimun bernama Hashimoto's disease

    Kondisi ini, menurut Medical News Today, biasanya juga dibarengi dengan rasa lelah, sembelit, dan tubuh yang lebih sensitif terhadap udara dingin.

  5. 5. Gatal-gatal yang tidak kunjung reda

    Gatal-gatal yang tidak kunjung reda
    Pexels/Towfiqu barbhuiya

    Rasa gatal yang terus-menerus muncul di kulit ternyata bukan cuma soal alergi biasa. Dilansir dari Women's Health, gatal-gatal bisa menjadi gejala berbagai kondisi autoimun, mulai dari hepatitis autoimun, penyakit celiac, hingga primary biliary cirrhosis yang menyerang saluran empedu di hati. 

    Dikutip dari Medical News Today, penderita psoriasis maupun diabetes tipe 1 kerap mengeluhkan kulit kering dan gatal sebagai salah satu gejala awalnya.

  6. 6. Berat badan turun drastis

    Berat badan turun drastis
    Pexels/Andres Ayrton

    Berkebalikan dengan poin sebelumnya, penurunan berat badan yang terjadi tiba-tiba tanpa diet pun bisa menjadi alarm dari tubuh.

    Menurut Medical News Today, ini adalah salah satu gejala khas penyakit Graves, yaitu ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif dan memproduksi hormon secara berlebihan. 

    Selain itu, dikutip dari Women's Health, penderita penyakit celiac dan radang usus atau inflammatory bowel disease juga sering mengalami penurunan berat badan akibat gangguan penyerapan nutrisi di saluran pencernaan.

  7. 7. Wajah pucat dan mudah lemas

    Wajah pucat dan mudah lemas
    Pexels/www.kaboompics.com

    Ciri terakhir yang sering dianggap remeh adalah wajah tampak pucat disertai badan lemas. Dilansir dari Women's Health, ini bisa jadi tanda anemia hemolitik, kondisi autoimun langka di mana sistem imun menghancurkan sel darah merah tubuh sendiri. 

    Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen sehingga muncul gejala seperti pucat, sesak napas, pusing, hingga tangan dan kaki yang terasa dingin.

    Selain itu, jantung pun bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga rasa lelah yang muncul biasanya terasa jauh lebih berat dibandingkan dengan capek biasa.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 7 ciri-ciri autoimun yang bisa diperhatikan perubahannya pada tubuh. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More