Siswa di Medan Keracunan MBG, Orangtua Meminta Kejelasan

- Sebanyak 265 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Karo dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengonsumsi MBG dari SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
- Para orangtua memprotes minimnya transparansi terkait penyebab keracunan dan obat yang diberikan, karena khawatir terhadap kondisi kesehatan anak mereka.
- Kepala BGN menyebut ada kelalaian pengolahan ikan yang dibiarkan lebih dari 12 jam pada suhu ruang; SPPG terkait akan ditutup dan kasus diusut.
Setelah banyaknya kasus siswa keracunan setelah mengkonsumsi MBG, terdapat kasus terbaru di Kota Medan.
Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 terjadi keracunan massal pada siswa yang diduga setelah memakan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kejadian ini tidak hanya terjadi pada 1 sekolah melainkan 3 sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Hal tersebut dikarenakan ketiga sekolah mendapatkan MBG dari SPPG yang sama, yaitu SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
Berikut Popmama.com rangkum peristiwa siswa keracunan massal setelah mengkonsumsi MBG.
1. Keracunan massal siswa

TikTok.com/jakartarayaadmin Diketahui keracunan massal siswa yang terjadi di SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Diduga setelah mengkonsumsi MBG, sejumlah siswa mengalami mual, pusing, sakit perut, mulut gatal, gatal pada kulit, hingga sesak nafas.
Sebanyak 202 siswa SMAN 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama dan 38 siswa SMK Swasta Bersama kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Total terdapat 265 siswa yang dilarikan ke rumah sakit.
2. Permintaan transparansi orangtua

TikTok.com/hot_topic_terkini Kemudian para orangtua yang anaknya keracunan MBG turut memprotes kejadian ini. Pasalnya tidak ada transparansi atas kejelasan keracunan yang dialami oleh anak mereka.
Salah satunya datang dari ibu Fitriani Beru Dijabat yang menyebutkan "Kami enggak mau sebagai orangtua kalau anak-anak kami dikasih obat, tapi racunnya kami tidak tahu seperti apa. Itu obat udah pasti merusak ginjal anak kami ya, pak"
dilanjutkannya kembali "Saya sebagai orangtua tidak terima. Jadi permintaan saya dah harapan saya paling besar itu, Pak, kalau bisa secepatnya diumumkan racun apa yang terdeteksi di dalam ikan dan sayur yang dimakan oleh anak-anak kami."
3. Kelalaian pengolahan

Pinterest.com/arsan_architect Kepala BGN, Sudaryono, meminta maaf kepada orangtua terdampak dan menjelaskan bahwa ia akan mengusut kasus hingga tuntas serta menutup SPPG terkait untuk ditutup dan memberhentikan pihak yang bertanggung jawab.
Sudaryono juga menjelaskan bahwa terdapat kelalaian pengolahan, salah satunya adalah ikan yang seharusnya dimasukkan ke dalam freezer justru ditaruh di suhu ruang dengan kondisi lebih dari 12 jam.
Sampai saat ini diketahu sejumlah siswa yang keracunan MBG masih dirawat di rumah sakit hingga dirawat di ruang PICU karena terjadi penurunan kesadaran.
Juga terdapat beberapa siswa yang telah dinyatakan membaik dan sembuh.
Saat ini kepala BGN juga masih melakukan pengecekan terhadap peristiwa ini.

















