Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tanda Terkena Kanker Darah, Apa Saja?
Pixabay/geralt
  • Kanker darah sering berkembang tanpa gejala yang khas pada tahap awal. Tanda-tandanya kerap menyerupai keluhan sehari-hari, seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, dan infeksi yang sering kambuh sehingga mudah diabaikan.

  • Beberapa tanda khas perlu segera diwaspadai. Pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri tulang, keringat berlebihan pada malam hari, serta memar atau perdarahan tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem pembentukan darah.

  • Pemeriksaan dini sangat penting untuk meningkatkan peluang pengobatan. Jika tanda-tanda tersebut berlangsung terus-menerus atau muncul bersamaan selama beberapa minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang tepat dapat segera diberikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanker darah termasuk jenis kanker yang sering berkembang secara diam-diam. Berbeda dengan kanker yang membentuk benjolan atau tumor yang mudah terlihat, kanker darah tumbuh di dalam sumsum tulang, sistem limfatik, dan aliran darah, sehingga perubahan yang terjadi pada tahap ini cenderung samar dan mudah disalahartikan sebagai kelelahan atau infeksi biasa.

Padahal, semakin cepat tanda-tandanya dikenali, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai. 

Buat kamu yang ingin mengetahui tanda terkena penyakit kanker darah, berikut Popmama.com mengulas 7 tanda terkena kanker darah, dikutip dari Images for Health. Yuk, simak sampai habis!

1. Kelelahan yang berkepanjangan

Pexels/www.kaboompics.com

Salah satu tanda paling awal dan paling sering diabaikan dari kanker darah adalah kelelahan yang terus-menerus. Bukan sekadar lelah biasa, melainkan kelelahan mendalam yang tidak hilang meski sudah cukup tidur atau beristirahat.

Disebutkan bahwa kanker darah dapat mengganggu produksi sel darah merah, sehingga memicu anemia. Ketika jaringan tubuh menerima lebih sedikit oksigen, kamu bisa merasa lemas, sesak napas, dan cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan. 

Rasa lelah semacam ini sering luput dari perhatian karena mudah dikaitkan dengan kesibukan sehari-hari, padahal bisa jadi sinyal dari tubuh yang perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

Pexels/Andres Ayrton

Setelah kelelahan, tanda berikutnya yang perlu diwaspadai adalah penurunan berat badan yang terjadi tanpa sebab yang jelas, apalagi jika disertai nafsu makan yang menurun atau rasa cepat kenyang. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya gangguan pada organ dalam seperti limpa atau hati.

Pada kanker darah jenis limfoma atau leukemia, organ-organ tersebut bisa membesar karena bekerja menyaring sel-sel abnormal yang menumpuk di dalam darah. Jika kamu merasa berat badan turun drastis tanpa mengubah pola makan atau aktivitas, jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang wajar.

3. Infeksi berulang

Pexels/Monstera Production

Kanker darah juga dapat memengaruhi fungsi sel darah putih yang seharusnya bertugas melawan infeksi. Akibatnya, penderita kanker darah cenderung lebih sering mengalami infeksi berulang, proses penyembuhan luka yang lebih lambat, atau demam yang terus muncul.

Disebutkan bahwa tanda-tanda ini mencerminkan sistem kekebalan tubuh yang sedang terganggu. Jadi, kalau kamu merasa gampang sakit atau sembuh dari infeksi butuh waktu lebih lama dari biasanya, ada baiknya untuk tidak mengabaikannya begitu saja.

4. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pexels/Picas Joe

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai penyaring sel-sel imun dalam tubuh, dan kelenjar ini bisa membesar ketika sel limfosit abnormal menumpuk di dalamnya. Pembengkakan tanpa rasa nyeri di area leher, ketiak, atau selangkangan termasuk tanda awal yang umum ditemukan pada limfoma.

Biasanya, pembengkakan akibat infeksi biasa akan mengecil dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika benjolan tersebut terus membesar atau tidak kunjung hilang, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar dapat dibedakan antara pembengkakan akibat infeksi dan yang berkaitan dengan kanker darah.

5. Nyeri tulang

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Selain benjolan di kelenjar getah bening, kanker darah juga bisa menimbulkan rasa nyeri pada tulang, khususnya di area punggung, tulang rusuk, atau pinggul. Disebutkan bahwa nyeri ini dapat disebabkan oleh sel abnormal yang menyusup ke sumsum tulang atau melemahkan struktur tulang, terutama pada kondisi myeloma.

Karena tulang yang melemah ini, risiko patah tulang pun bisa meningkat meski hanya terkena tekanan ringan. Jika kamu mengalami nyeri tulang yang tidak biasa dan berlangsung cukup lama tanpa sebab yang jelas seperti cedera, ada baiknya diperiksakan lebih lanjut.

6. Berkeringat di malam hari

Pexels/Ron Lach

Tanda selanjutnya yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah keringat malam yang berlebihan hingga membasahi pakaian atau seprai, disertai demam yang tidak kunjung reda. Kombinasi gejala ini termasuk dalam kategori "gejala B" yang biasa ditemukan pada limfoma maupun leukemia stadium lanjut.

Gejala ini muncul sebagai respons peradangan tubuh terhadap sel-sel kanker yang berkembang. Jadi, bila kamu atau orang di sekitarmu sering terbangun karena keringat berlebihan di malam hari tanpa penyebab yang jelas seperti cuaca panas, sebaiknya jangan dianggap sepele.

7. Memar yang tidak biasa

Pexels/www.kaboompics.com

Terakhir, tanda yang juga perlu diwaspadai adalah munculnya memar, mimisan, atau gusi berdarah yang terjadi tanpa sebab yang jelas. Disebutkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan rendahnya kadar trombosit akibat kanker darah, yang membuat proses pembekuan darah menjadi terganggu.

Pemeriksaan laboratorium biasanya digunakan untuk mengecek kadar trombosit, sementara pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan dapat membantu dokter melihat apakah ada pembesaran limpa atau perdarahan di dalam tubuh yang berkaitan dengan gejala tersebut. Jika memar muncul terlalu sering dan di tempat yang tidak biasa, seperti di punggung atau perut, sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakannya.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 tanda terkena kanker darah. Semoga informatif dan bermanfaat! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article