Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun.jpg
Freepik/gpointstudio
Intinya sih...
  • Kekurangan serotonin dapat menyebabkan mudah marah dan sensitif berlebihan, serta membuat emosi sulit dikendalikan.
  • Kadar serotonin yang rendah juga dapat menyebabkan perasaan sedih atau putus asa tanpa alasan yang jelas, serta gangguan kecemasan atau anxiety.
  • Pola tidur berantakan, penurunan nafsu seksual, perubahan nafsu makan, gangguan pencernaan, nyeri tubuh tanpa penyebab jelas, mudah lelah dan energi menurun, serta sulit fokus dan mudah lupa juga merupakan tanda-tanda kekurangan hormon serotonin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serotonin sering disebut happy hormone karena berperan penting dalam mengatur mood, tidur, hingga kebugaran tubuh. Ketika hormon ini seimbang, tubuh terasa lebih tenang dan pikiran pun lebih stabil menjalani hari.

Masalahnya, kadar serotonin bisa menurun tanpa disadari, terutama saat tubuh sedang stres, kurang tidur, atau menjalani pola hidup yang tidak teratur. Kondisi ini sering muncul perlahan sehingga banyak orang tidak peka terhadap perubahan yang terjadi.

Agar tidak terlambat menyadari, penting buat Mama memahami tanda-tandanya sejak awal. Berikut Popmama.com rangkum dari Medical News Today 10 tanda tubuh kekurangan hormon serotonin. 

1. Mudah marah dan sensitif berlebihan

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun.jpg
Freepik/in the drobotdean

Kekurangan serotonin bisa membuat emosi lebih sulit dikendalikan. Hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu, tiba-tiba bisa memicu rasa marah atau kesal berlebihan.

Mama juga mungkin jadi lebih sensitif terhadap ucapan atau sikap orang lain. Komentar ringan terasa menyakitkan, dan perubahan kecil dalam rutinitas bisa membuat suasana hati cepat berubah.

Kondisi ini sering muncul perlahan dan tidak disadari, sehingga membuat emosi terasa lebih rapuh dari biasanya dan berdampak pada cara Mama merespons situasi sehari-hari.

2. Merasa sedih atau putus asa tanpa alasan

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (1).jpg
Freepik/jcomp

Kekurangan serotonin dapat membuat suasana hati turun tanpa pemicu yang jelas. Mama mungkin tiba-tiba merasa sedih, kosong, atau kehilangan semangat, meski tidak ada hal negatif yang sedang terjadi.

Perasaan putus asa ini sering datang begitu saja dan sulit dijelaskan. Aktivitas yang biasanya membuat bahagia pun terasa kurang berarti, sehingga Mama merasa lebih mudah terbenam dalam perasaan negatif.

Kondisi ini bisa muncul secara perlahan dan berulang, membuat Mama bingung dengan emosi sendiri karena tidak tahu dari mana perasaan itu berasal.

3. Gangguan kecemasan atau anxiety

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (2).jpg
Freepik

Serotonin ikut membantu otak mengatur rasa takut dan stres. Saat levelnya menurun, kecemasan muncul lebih mudah bahkan tanpa pemicu yang jelas.

Mama mungkin jadi lebih waspada, mudah panik, atau merasa khawatir akan hal-hal kecil. Beberapa orang mengalami jantung berdebar atau sulit berkonsentrasi saat kecemasan muncul.

Kondisi ini sering datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan, membuat pikiran terasa penuh dan tubuh selalu dalam mode waspada. Tanpa disadari, kecemasan yang terus berulang dapat mengganggu kenyamanan Mama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Pola tidur berantakan

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (3).jpg
Freepik/jcomp

Serotonin berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. Saat level serotonin menurun, tubuh kesulitan menyesuaikan ritme tidur alami.

Mama mungkin jadi sulit tidur di malam hari, sering terbangun, atau merasa tidak segar meski sudah tidur cukup lama. Beberapa orang juga mengalami waktu tidur yang mundur dan tidak teratur.

Kondisi ini membuat kualitas istirahat menurun dan berdampak pada energi sepanjang hari, sehingga tubuh terasa lebih cepat lelah dan sulit fokus dalam beraktivitas.

5. Penurunan nafsu seksual

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (4).jpg
Freepik/go

Serotonin memiliki peran dalam mengatur suasana hati dan respons emosional, termasuk yang berkaitan dengan gairah seksual. Saat kadarnya menurun, sinyal yang memicu rasa ketertarikan bisa ikut melemah.

Mama mungkin merasa kurang bersemangat atau tidak lagi tertarik pada aktivitas intim seperti biasanya. Penurunan ini bisa terjadi tiba-tiba atau berlangsung perlahan tanpa disadari.

Kondisi ini sering kali muncul bersamaan dengan perubahan mood atau energi, sehingga membuat hubungan intim terasa kurang nyaman dan tidak seseimbangan sebelumnya.

6. Perubahan nafsu makan

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (5).jpg
Freepik

Serotonin berperan dalam mengatur rasa lapar dan sinyal kenyang. Saat kadarnya menurun, tubuh bisa mengalami gangguan dalam membaca kebutuhan makan, sehingga pola nafsu makan ikut berubah.

Mama mungkin jadi lebih sering menginginkan makanan manis atau karbohidrat sebagai cara cepat meningkatkan suasana hati. Sebaliknya, beberapa orang justru kehilangan selera makan dan merasa tidak tertarik pada makanan favoritnya.

Perubahan pola makan seperti ini bisa membuat rutinitas sehari-hari terasa berbeda, karena tubuh tidak lagi merespons rasa lapar seperti biasanya. 

7. Gangguan pencernaan

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (6).jpg
Freepik/jcomp

Menariknya, sebagian besar serotonin tubuh justru berada di saluran pencernaan. Itu sebabnya level serotonin rendah bisa memicu kembung, sembelit, diare, atau sakit perut tanpa penyebab jelas.

Ketidakseimbangan ini membuat gerakan usus terganggu dan sistem pencernaan bekerja kurang optimal. Beberapa kondisi seperti IBS juga dikaitkan dengan masalah serotonin.

Gangguan ini sering muncul sebagai sinyal awal bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan, karena usus sangat sensitif terhadap perubahan hormon. 

8. Nyeri tubuh tanpa penyebab jelas

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (7).jpg
Freepik/azerbaijan_stockers

Serotonin membantu tubuh mengatur persepsi terhadap rasa sakit. Ketika kadarnya rendah, tubuh lebih sensitif sehingga nyeri ringan pun terasa lebih kuat.

Nyeri bisa muncul di punggung, kepala, atau sendi tanpa alasan jelas. Pada kondisi tertentu seperti fibromyalgia, rendahnya serotonin dapat memperburuk rasa sakit.

Kondisi ini sering muncul tiba-tiba dan berulang, membuat Mama merasa heran karena rasa sakit seolah datang begitu saja. Sensasi nyeri yang tidak menentu ini bisa mengganggu aktivitas harian. 

9. Mudah lelah dan energi menurun

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (8).jpg
Freepik/wavebreakmedia_micro

Serotonin rendah membuat tubuh kesulitan mengatur energi. Mama bisa merasa cepat lelah meski tidak banyak beraktivitas, atau bangun tidur tapi tetap merasa lemas.

Mental fatigue juga sering muncul. Otak terasa lambat, sulit fokus, dan aktivitas harian terasa lebih berat dari biasanya.

Kalau kondisi ini terus berulang, tubuh mungkin sedang menunjukkan bahwa level serotonin sedang turun.

10. Sulit fokus dan muda lupa

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun (9).jpg
Freepik/8photo

Serotonin membantu proses belajar dan pembentukan memori. Rendahnya kadar hormon ini membuat Mama lebih mudah lupa atau kesulitan mempertahankan fokus.

Kombinasi mood yang tidak stabil dan kelelahan mental semakin memperburuk kemampuan otak bekerja optimal.

Jika Mama sering kehilangan fokus atau lupa detail sederhana, ini bisa jadi salah satu tanda hormon serotonin sedang tidak seimbang.

Itulah 10 tanda tubuh yang menunjukkan bahwa kadar hormon serotonin sedang menurun. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun

16 Jan 2026, 09:10 WIBLife