Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Dampak Buruk untuk Pencernaan

 6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Dampak Buruk untuk Pencernaan
Freepik
Intinya Sih

  • Sering mengalami sembelit karena kurangnya serat dalam makanan sehari-hari

  • Cepat lapar setelah makan karena proses pencernaan yang lebih cepat tanpa serat

  • Kolesterol sulit dikontrol dan risiko wasir meningkat akibat kekurangan serat

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tanpa disadari, pilihan makanan sehari-hari bisa memengaruhi cara tubuh bekerja. Saat menu lebih didominasi makanan olahan dan minim sayur atau buah, tubuh perlahan mulai memberikan sinyal bahwa ada nutrisi penting yang terlewat, salah satunya serat.

Kekurangan serat tidak selalu langsung terasa sebagai masalah besar. Namun, keluhan kecil seperti cepat lapar, pencernaan tidak lancar, hingga berat badan yang sulit turun bisa menjadi tanda awal bahwa kebutuhan serat harian belum terpenuhi.

Mengutip laman eatingwell, berikut Popmama.com telah rangkum tanda-tanda tubuh yang mungkin menunjukkan bahwa Mama sedang kekurangan serat.

1. Sering mengalami sembelit

6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan (1).jpg
Freepik/KamranAydinov

Sembelit menjadi tanda paling umum ketika tubuh kekurangan serat. Serat berperan dalam menambah volume dan melembutkan tinja, sehingga memudahkan proses buang air besar.

Ketika asupan serat rendah, pergerakan usus melambat dan tinja menjadi lebih keras. Akibatnya, Mama bisa merasa tidak nyaman, harus mengejan, atau bahkan jarang BAB.

Serat tidak larut sangat penting untuk menjaga kelancaran pencernaan. Tanpa cukup serat, risiko gangguan pencernaan seperti sembelit akan meningkat.

2. Cepat lapar setelah makan

6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan (2).jpg
Freepik

Apakah Mama sering merasa lapar lagi meski baru saja makan? Ini bisa menjadi sinyal bahwa menu makanan sehari-hari kurang mengandung serat.

Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Tanpa serat, makanan lebih cepat dicerna sehingga rasa lapar datang lebih cepat.

Ahli gizi yang dikutip EatingWell menjelaskan bahwa makanan tinggi serat membantu mengontrol nafsu makan secara alami dan mencegah keinginan ngemil berlebihan.

3. Kolesterol sulit dikontrol

6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan (3).jpg
Freepik/Lifestylememory

Kurangnya serat, terutama serat larut, dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Serat larut bekerja dengan mengikat kolesterol dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.

Jika asupan serat rendah, kolesterol jahat (LDL) lebih mudah menumpuk di pembuluh darah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.

Rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti oat, kacang-kacangan, dan buah dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

4. Mengalami wasir atau hemoroid

6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan (4).jpg
Freepik

Wasir sering kali berkaitan dengan kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar. Salah satu penyebab utamanya adalah feses yang keras akibat kurangnya serat.

Serat membantu menjaga tekstur tinja tetap lunak sehingga proses BAB menjadi lebih mudah dan tidak menyakitkan. Tanpa serat yang cukup, tekanan pada area anus meningkat.

Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan serat sekaligus asupan cairan setiap hari dapat membantu mencegah serta meredakan keluhan wasir secara alami. 

5. Mudah lelah dan kurang energi

 6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan.jpg
Freepik/wavebreakmedia_micro

Tubuh yang kekurangan serat cenderung mengalami lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis. Kondisi ini bisa membuat Mama merasa cepat lelah dan kurang bertenaga.

Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Tanpa serat, energi cepat naik dan cepat turun.

Pola makan yang rendah serat dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lesu, terutama beberapa jam setelah makan, ketika kadar gula darah mulai menurun.

6. Sulit menurunkan berat badan

 6 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, Banyak Berdampak untuk Pencernaan.jpg
Freepik/jcomp

Jika Mama sudah berusaha mengatur pola makan tetapi berat badan sulit turun, bisa jadi penyebabnya adalah kurangnya serat dalam menu harian.

Serat membantu meningkatkan rasa kenyang tanpa menambah banyak kalori. Dengan begitu, Mama lebih mudah mengontrol porsi makan dan mengurangi asupan berlebih.

Dengan pola makan tinggi serat yang dijalani secara konsisten, proses pengelolaan berat badan pun dapat berlangsung lebih sehat dan berkelanjutan.

Nah, itulah 6 tanda tubuh Mama kekurangan serat yang penting untuk dikenali sejak dini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More