"Tante jangan nangis," tulis Tantri mengutip ucapan seorang anak yang membuatnya tidak kuasa menahan air mata.
Tantri Kotak Belajar Arti Ketulusan dari Anak Down Syndrome

Tantri Kotak dan Arda menghadiri kegiatan komunitas POTADS, berinteraksi dengan anak-anak Down Syndrome serta keluarga mereka dalam suasana penuh kebersamaan.
Tantri Kotak terharu hingga menangis setelah dipeluk seorang anak yang berkata, “Tante jangan nangis”. Ia juga mengaku membawa pulang banyak kekuatan dari ketulusan mereka.
Bersama Arda, Tantri Kotak bernyanyi untuk anak-anak dan para mama, sekaligus menyuarakan kesempatan setara agar anak Down Syndrome dapat tumbuh, belajar, berkarya, dan berpartisipasi.
Penyanyi Tantri Syalindri atau yang akrab dikenal Tantri Kotak membagikan pengalaman mengharukan saat bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak dengan Down Syndrome. Kehadirannya bersama Arda di tengah komunitas Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) menjadi pengalaman berkesan yang membuat hatinya dipenuhi rasa bahagia sekaligus haru.
Melalui unggahan di Instagram, Tantri memperlihatkan suasana kebersamaan bersama anak-anak dan keluarga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu bagian paling menyentuh terjadi ketika seorang anak memeluknya sambil mengatakan kalimat sederhana yang membuat Tantri tidak kuasa menahan air mata.
Tidak hanya berbagi kebahagiaan melalui interaksi dan nyanyian, Tantri juga membawa pesan tentang pentingnya memberikan ruang yang setara bagi setiap anak. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa ketulusan dan kekuatan terkadang justru datang dari orang-orang yang ingin kita bahagiakan.
Berikut Popmama.com rangkum momen Tantri Kotak saat belajar arti ketulusan dari anak-anak dengan Down Syndrome.
Table of Content
1. Terharu mendengar ucapan sederhana dari seorang anak

Instagram.com/tantrisyalindri Salah satu bagian paling emosional dalam kunjungan Tantri Kotak terjadi ketika dirinya mendapat pelukan hangat dari seorang anak dengan Down Syndrome. Dalam video yang dibagikan, terlihat seorang anak mendekati dan memeluk Tantri sambil memberikan kalimat sederhana yang membuat suasana semakin mengharukan.
Tantri mengaku tidak mampu menahan air mata setelah mendengar ucapan tersebut. Kalimat yang mungkin terdengar sederhana bagi sebagian orang justru menjadi ungkapan perhatian yang begitu membekas dalam dirinya.
Pelukan tersebut menjadi gambaran bagaimana perhatian dan ketulusan dapat disampaikan melalui tindakan sederhana. Tantri pun memperlihatkan bahwa pertemuan singkat dengan anak-anak tersebut mampu meninggalkan kesan emosional yang mendalam.
2. Bernyanyi bersama Arda untuk menghibur anak-anak dan para mama

Instagram.com/tantrisyalindri Dalam kesempatan tersebut, Tantri Kotak turut hadir bersama Arda untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan komunitas POTADS. Ia menyebut komunitas tersebut sebagai ruang bagi anak-anak dengan Down Syndrome dan keluarga mereka untuk berkumpul, berbagi pengalaman, serta saling menguatkan.
Tantri juga mengaku mendapatkan banyak energi positif dari kebersamaan tersebut. Melihat senyum, ketulusan, dan semangat anak-anak yang hadir membuatnya pulang membawa pengalaman serta kekuatan baru.
"Justru dari mereka, aku pulang membawa begitu banyak kekuatan," ungkap Tantri dalam keterangan unggahannya.
Tidak hanya berinteraksi, Tantri juga memberikan hadiah kecil melalui penampilan musik bersama Arda. Ia menyanyikan lagu ‘Ibu Pekerja’ untuk para mama yang setiap hari memberikan cinta dan perjuangan terbaik bagi anak-anaknya, sedangkan lagu ‘Beraksi’ menjadi penyemangat bagi anak-anak yang hadir.
3. Berharap anak-anak dengan Down Syndrome mendapat kesempatan yang sama

Instagram.com/tantrisyalindri Pengalaman bertemu langsung dengan anak-anak dan keluarga di komunitas POTADS turut membuat Tantri Kotak menyampaikan harapan tentang pentingnya penerimaan di lingkungan masyarakat. Ia ingin semakin banyak ruang yang terbuka agar anak-anak dengan Down Syndrome dapat tumbuh, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi mereka.
Menurut Tantri, setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing yang patut dihargai. Mereka bukan hanya membutuhkan penerimaan, tetapi juga kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari masyarakat.
"Mereka mungkin berbeda, tetapi bukan untuk dibeda-bedakan. Mereka punya keistimewaan, potensi, dan hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan," tulis Tantri dalam video yang dibagikannya.
Pesan tersebut juga diperkuat melalui tulisan lain dalam video yang menyebut bahwa setiap anak berhak tumbuh dan dicintai tanpa harus menjadi sama. Dengan begitu, dukungan terhadap anak-anak dengan Down Syndrome tidak cukup hanya melalui kata-kata, tetapi juga perlu diwujudkan dengan menyediakan lingkungan yang ramah dan kesempatan yang adil.
Pengalaman Tantri Syalindri bersama Arda dan komunitas POTADS menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan dapat memberikan pelajaran berharga tentang kasih sayang dan ketulusan. Dari pelukan sederhana seorang anak hingga kebersamaan melalui nyanyian, Tantri memperlihatkan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri untuk menghadirkan kebahagiaan dan memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.
Itulah rangkuman pengalaman Tantri Kotak saat belajar arti ketulusan dari anak-anak dengan Down Syndrome di komunitas POTADS.
Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, penerimaan, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh sesuai dengan keistimewaannya tanpa harus dibandingkan atau dibeda-bedakan.






















