7 Cara Menyimpan Buah di Kulkas, Coba Masukkan Laci Khusus Buah-Buahan

- Jangan mencuci buah sebelum disimpan karena sisa air memicu jamur. Pastikan cuci hanya saat akan dikonsumsi.
- Pisahkan buah penghasil gas etilen (apel, melon) agar tidak memicu pembusukan pada buah lain di sekitarnya.
- Buah potong wajib disimpan di wadah kedap udara, sementara buah beri perlu dialasi tisu kering untuk menyerap lembap.
Buah-buahan adalah sumber vitamin yang penting bagi kesehatan tubuh. Namun, sering kali stok buah yang baru dibeli di pasar atau supermarket berakhir layu, keriput, atau bahkan busuk sebelum sempat dimakan. Kulkas memang berfungsi untuk mengawetkan, tetapi tidak semua buah bisa diperlakukan sama saat dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
Kesalahan dalam penyimpanan, seperti mencampur semua jenis buah dalam satu wadah atau mencucinya di waktu yang salah, justru dapat mempercepat proses pembusukan. Agar belanjaan buah tetap segar, renyah, dan nutrisinya terjaga hingga berhari-hari, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara menyimpan buah di kulkas yang benar.
Yuk, disimak!
Deretan Cara Menyimpan Buah di Kulkas
1. Jangan mencuci buah sebelum disimpan

Banyak orang memiliki kebiasaan mencuci semua buah segera setelah sampai di rumah dengan alasan kebersihan. Padahal, mencuci buah sebelum menyimpannya di kulkas justru akan meninggalkan sisa kelembapan pada kulit buah. Kelembapan berlebih ini bisa menjadi pemicu utama tumbuhnya jamur dan bakteri yang membuat buah cepat busuk.
Sebaiknya, simpan buah dalam kondisi kering apa adanya. Cucilah buah hanya saat sesaat akan dikonsumsi atau diolah. Jika buah terlanjur basah atau kotor terkena tanah, lap hingga benar-benar kering menggunakan kain bersih atau tisu dapur sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
2. Pisahkan buah penghasil gas etilen

Beberapa jenis buah seperti apel, pisang, melon, dan pir mengeluarkan gas alami bernama etilen saat proses pematangan. Gas ini berfungsi mempercepat kematangan, namun jika buah-buahan ini diletakkan berdekatan dengan buah lain yang sensitif (seperti stroberi, anggur, atau semangka), buah tetangganya akan ikut matang terlalu cepat dan akhirnya membusuk.
Untuk mencegah hal ini, pisahkan penyimpanan buah-buahan penghasil etilen tinggi dari buah lainnya. Gunakan wadah terpisah atau letakkan di rak yang berjauhan. Memahami karakteristik gas ini adalah kunci utama agar stok buah-buahan tidak rusak secara massal dalam waktu singkat.
3. Gunakan laci khusus atau crisper drawer

Kulkas modern biasanya dilengkapi dengan laci bagian bawah yang disebut crisper drawer. Laci ini didesain khusus untuk menjaga tingkat kelembapan yang berbeda dari rak kulkas lainnya. Menyimpan buah di dalam laci ini akan membantu menjaga tekstur buah agar tidak cepat keriput karena udara dingin yang terlalu kering.
Beberapa laci bahkan memiliki pengaturan ventilasi yang bisa digeser. Untuk buah-buahan yang mudah membusuk, atur ventilasi agar kelembapan rendah (ventilasi terbuka), sedangkan untuk sayuran atau buah yang butuh kelembapan tinggi agar tidak layu, tutup ventilasinya. Manfaatkan fitur ini untuk memperpanjang usia simpan buah.
4. Simpan buah potong dalam wadah kedap udara

Buah yang berukuran besar seperti semangka, melon, atau nanas sering kali tidak habis dalam sekali makan. Jika sudah dipotong, daging buah yang terbuka akan sangat rentan terhadap oksidasi (berubah warna menjadi cokelat) dan menyerap bau makanan lain di dalam kulkas, seperti bau ikan atau bawang.
Selalu simpan potongan buah di dalam wadah plastik atau kaca yang kedap udara (airtight). Jika tidak ada wadah, bungkus rapat permukaan buah yang terbuka menggunakan plastic wrap atau beeswax wrap. Hal ini penting untuk menjaga kelembapan alami buah dan mencegah kontaminasi rasa.
5. Beri alas tisu kering untuk buah beri

Kelompok buah beri seperti stroberi, blueberry, raspberry, atau anggur sangat sensitif terhadap air dan tekanan. Sering kali buah di bagian bawah wadah menjadi lembek dan berjamur lebih dulu karena tertindih dan lembap.
Untuk mengatasinya, alasi wadah penyimpanan dengan tisu dapur kering (paper towel) di bagian bawahnya. Tisu ini berfungsi menyerap kelembapan berlebih yang mungkin muncul akibat kondensasi di dalam kulkas. Selain itu, jangan mencuci beri sampai benar-benar akan dimakan karena kulitnya yang tipis sangat menyerap air.
6. Keluarkan dari kantong plastik rapat

Membawa pulang buah dengan kantong plastik dan langsung melemparnya ke dalam kulkas adalah kebiasaan buruk. Plastik yang tertutup rapat akan memerangkap gas dan uap air yang dihasilkan buah ("keringat" buah), menciptakan lingkungan yang panas dan lembap yang mempercepat pembusukan.
Jika ingin menggunakan kantong, gunakan kantong jaring-jaring (mesh bag) atau kantong plastik yang sudah dilubangi agar buah bisa "bernapas". Sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk menjaga kesegaran buah, terutama untuk jenis jeruk-jerukan.
7. Jangan simpan buah tropis yang belum matang

Tidak semua buah cocok masuk kulkas, terutama buah tropis seperti alpukat, mangga, dan pisang yang masih mentah atau keras. Suhu dingin kulkas akan menghentikan proses pematangan enzimatis. Akibatnya, buah tersebut tidak akan pernah matang sempurna, teksturnya menjadi keras, dan rasanya hambar.
Biarkan buah-buahan tersebut matang di suhu ruang terlebih dahulu. Setelah buah matang sempurna (empuk dan wangi), barulah boleh dimasukkan ke dalam kulkas untuk memperlambat proses pembusukan dan membuatnya awet beberapa hari lebih lama.
Itulah beberapa cara menyimpan buah di kulkas yang tepat.
Dengan penanganan yang benar, kualitas nutrisi dan rasa buah akan tetap terjaga, serta membantu menghemat pengeluaran rumah tangga karena dapat mengurangi sampah makanan.
FAQ Menyimpan Buah
| Mengapa kulit pisang berubah hitam? | Kulit pisang terdiri dari sel-sel yang sensitif terhadap suhu dingin. Saat masuk kulkas, sel-sel kulitnya rusak dan melepaskan enzim yang menyebabkan oksidasi (menghitam). Namun, meski kulitnya hitam, daging buah di dalamnya biasanya masih bagus dan aman dimakan. |
| Berapa lama buah potong bisa bertahan di kulkas? | Rata-rata buah yang sudah dikupas dan dipotong hanya bertahan segar selama 2 hingga 3 hari di dalam wadah tertutup. Lebih dari itu, teksturnya akan menjadi lembek, berair, dan rasanya mulai berubah asam. |
| Apakah tomat sebaiknya disimpan di kulkas? | Sebaiknya tidak, kecuali tomat sudah sangat matang atau sudah dipotong. Suhu dingin kulkas dapat merusak membran sel tomat, membuat teksturnya menjadi bertepung (lembek) dan menghilangkan aroma serta rasa manis alaminya. |



















