Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Menyimpan Peralatan Salat yang Benar, Harus Suci dan Bersih
Freepik
  • Penting untuk menjaga kebersihan dan kesucian peralatan salat seperti mukena, sarung, serta sajadah agar ibadah tetap nyaman dan terhindar dari bau maupun jamur.

  • Langkah penyimpanan peralatan salat, mulai dari memastikan alat salat kering, bersih, dilipat rapi, hingga disimpan di tempat kering dengan sirkulasi udara baik.

  • Disarankan mencuci perlengkapan secara berkala, memisahkannya dari pakaian harian, serta menggunakan tas khusus saat bepergian untuk menjaga higienitas dan kepraktisan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga kebersihan peralatan salat bukan sekadar soal kerapian estetika, melainkan bagian dari menjaga kesucian ibadah itu sendiri. Peralatan salat seperti mukena, sarung, atau sajadah yang dibiarkan menumpuk setelah digunakan bisa menjadi sarang empuk bagi bakteri dan jamur yang memicu bau apak.

Bayangkan kalau Mama tengah sujud dan mencium bau apak di sajadah, rasanya ibadah menjadi tidak khusyuk karena terganggu dengan bau tidak sedap. Bukan hanya itu, peralatan salat juga akan terlihat kusut jika ditumpuk asal. Padahal, menyimpan peralatan salat itu sebenarnya gampang, lho. 

Lantas, bagaimana cara penyimpanannya? Berikut Popmama.com telah merangkum terkait cara menyimpan peralatan salat yang benar.

Yuk, simak cara penyimpanannya!

Deretan Cara Menyimpan Peralatan Salat yang Benar

1. Jangan menyimpan peralatan salat dalam keadaan basah

Freepik

Sebelum menyimpan peralatan salat, Mama perlu mencucinya dengan bersih dan suci.

Perlu diperhatikan, jangan langsung melipat dan menyimpan peralatan salat yang masih basah atau lembap setelah dicuci. Keringkan sepenuhnya di tempat yang teduh sebelum disimpan.

Jika menyimpan dalam keadaan basah, peralatan salat dapat menyebabkan bau apek dan mempercepat kerusakan serat kain. Dengan memastikan benar-benar kering, maka perlengkapan akan lebih tahan lama.

2. Memastikan alat salat dalam kondisi bersih dan suci dari najis

Freepik

Setelah benar-benar kering, pastikan kembali peralatan salat semuanya dalam kondisi bersih dan suci. Jika habis dipakai, sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu agar tidak lembap dan bebas dari debu atau keringat.

Penting untuk menjaga kebersihan dan kesucian dalam menyimpan alat salat, apalagi peralatan ini ditujukan untuk beribadah. Menyimpan dalam kondisi kotor bisa menimbulkan bau tidak sedap, jamur, bahkan bakteri.

Dengan memastikan kebersihannya, maka perlengkapan salat akan lebih awet dan nyaman digunakan kembali.

3. Melipat alat salat dengan rapi

Popmama.com/Ilham Syakur Fidina/AI

Jika alat salat sudah dipastikan keadaannya bersih dan suci, Mama bisa segera melipatnya dengan rapi. Dengan melipat peralatan salat, baik mukena, sarung, dan sajadah dapat membantu menjaga bentuk serta kualitas kain. 

Penyimpanan yang rapi juga memudahkan saat akan digunakan kembali. Selain itu, perlengkapan yang tersusun baik mencerminkan sikap tertib dan menghargai perlengkapan ibadah yang dimiliki.

Mama perlu menghindari melipat secara asal atau menggulung sembarangan karena bisa membuat kain cepat rusak.

4. Menyimpannya di rak yang kering dan tak lembap

Popmama.com/Ilham Syakur Fidina/AI

Apabila sudah dilipat rapi dan belum dipakai, Mama bisa menyimpannya ke dalam rak atau lemari, ya. Tapi, Mama juga perlu memperhatikan tempat rak atau lemarinya harus kering serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari pula tempat yang rawan lembap karena dapat memicu pertumbuhan jamur pada kain.

Lingkungan penyimpanan yang kering membantu menjaga tekstur kain tetap lembut dan tidak berbau apek.

Jika perlu, Mama bisa menambahkan silica gel atau pengharum lemari untuk menjaga kesegaran peralatan salat.

5. Memisahkan peralatan salat dari pakaian sehari-hari

Popmama.com/Ilham Syakur Fidina/AI

Ada baiknya Mama menyediakan rak atau lemari khusus untuk perlengkapan salat saja. Hal ini agar peralatan salat tidak tercampur dengan pakaian yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sehingga penyimpanan juga menjadi lebih terorganisir.

Adapun pemisahan ini bertujuan menjaga kesucian dan kebersihan perlengkapan salat.

Selain itu, Mama akan lebih mudah menemukannya saat waktu salat tiba tanpa perlu membongkar isi lemari.

6. Mencuci peralatan salat secara berkala

Freepik

Meskipun terlihat bersih, peralatan salat tetap perlu dicuci secara rutin.

Perhatikan pula jenis kain dari peralatan salatnya agar tidak salah dalam memilih detergen atau metode pencucian.

Perawatan yang tepat akan menjaga warna dan kelembutan kain. Dengan pencucian berkala, maka perlengkapan tetap nyaman dipakai dan terhindar dari penumpukan kuman.

7. Gunakan kantong atau tas khusus untuk berpergian

Popmama.com/Ilham Syakur Fidina/AI

Jika Mama ingin bepergian dan mau membawa peralatan salat dari rumah, gunakan tas atau pouch khusus untuk menyimpan mukena atau sajadah. Pastikan tas tersebut dalam keadaan suci, bersih, dan tentunya rutin dicuci.

Tas khusus ini dapat membantu menjaga perlengkapan salat tetap higienis dan tidak tercampur dengan barang lain di dalam tas. Cara ini juga praktis dan memudahkan mobilitas saat bepergian.

Itulah rangkuman terkait cara menyimpan peralatan salat yang benar. Dengan menerapkan cara penyimpanan di atas, Mama bukan hanya memperpanjang usia pakai kain salat, tetapi juga memastikan setiap sujud terasa lebih khusyuk karena perlengkapan yang selalu segar dan bebas dari noda.

FAQ Cara Menyimpan Peralatan Salat yang Benar

Mengapa peralatan salat tidak boleh ditumpuk begitu saja setelah dipakai?

Setelah digunakan, peralatan salat biasanya mengandung kelembapan dari sisa air wudu atau keringat. Jika langsung ditumpuk atau dilipat saat masih lembap, kain akan menjadi berjamur (bintik hitam), muncul bau apak, dan menjadi sarang kuman.

`Apakah boleh mukena atau sarung yang baru dipakai langsung disimpan ke dalam lemari?

Sebaiknya jangan langsung dimasukkan. Angin-anginkan dulu di jemuran handuk atau gantungan baju selama 10–15 menit agar sisa kelembapan menguap. Setelah benar-benar kering, baru bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari.

Berapa kali sebaiknya peralatan salat dicuci?

Mukena atau sarung idealnya dicuci minimal seminggu sekali, sedangkan sajadah bisa dicuci setiap dua minggu atau sebulan sekali. Pastikan pula sajadah rutin disedot debunya dengan vacuum cleaner.

Editorial Team