Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengenal Kecubung Hutan, Tanaman Berbahaya dalam Kasus Jeffrey Epstein
sandovallegacygroup.com/socfindoconservation.co.id
  • Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap ketertarikan Jeffrey Epstein pada tanaman Kecubung Hutan yang dibibit di kediamannya, menimbulkan kecurigaan terkait penggunaannya.

  • Kecubung Hutan mengandung zat skopolamin berbahaya yang dapat menyebabkan efek “zombie”.

  • Tanaman ini dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran dan kendali diri sepenuhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia kembali dihebohkan dengan perilisan dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman (DOJ) terkait kasus Jeffrey Epstein. Dalam dokumen tersebut, terdapat fakta mengejutkan mengenai ketertarikan Epstein pada pembibitan tanaman tertentu di kediamannya.

Sebuah email mengungkapkan bahwa ia secara khusus memastikan kondisi tanaman bernama Brugmansia atau Kecubung Hutan. Meskipun terlihat cantik sebagai penghias halaman, tanaman ini ternyata memiliki sisi gelap yang sangat mengerikan bagi kesehatan manusia.

Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai tanaman Kecubung Hutan, sebuah tanaman berbahaya dalam kasus Jeffrey Epstein. 

Simak informasinya yuk, Ma!

1. Ditemukan dalam dokumen resmi Departemen Kehakiman

nytimes.com

Fakta ini terungkap melalui email dalam Epstein files yang baru saja dirilis oleh Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat. Dalam pesan tersebut, Epstein tampak sangat memastikan keadaan bibit tanaman yang sedang dikembangkan di area rumahnya.

Tanaman yang dimaksud, yakni jenis Trumpet atau yang lebih dikenal luas sebagai Kecubung Hutan (Brugmansia). Ketertarikan Epstein pada tanaman ini menimbulkan banyak kecurigaan terkait fungsi tanaman tersebut di lingkungan rumah pribadinya.

2. Mengandung zat skopolamin yang memicu efek 'zombie'

socfindoconservation.co.id

Kecubung Hutan dikenal mengandung alkaloid tropane seperti skopolamin yang sangat berbahaya bagi kesadaran manusia. Zat ini mampu menyebabkan delirium antikolinergik parah yang membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Melansir dari TMZ, efek dari tanaman ini sering disebut sebagai efek 'zombie' karena kemampuannya membuat korban patuh tanpa sadar. Hal ini memicu dugaan kuat bahwa tanaman tersebut digunakan untuk menghilangkan kesadaran para korbannya secara total.

3. Menyebabkan halusinasi parah hingga amnesia jangka pendek

socfindoconservation.co.id

Paparan zat dari tanaman ini tidak hanya merusak kesadaran, tetapi juga memicu halusinasi yang terasa sangat nyata. Seseorang yang terpapar akan mengalami disorientasi total dan tidak mampu membedakan antara khayalan dengan kenyataan.

Selain itu, efek samping yang paling ditakuti, yakni terjadinya amnesia jangka pendek pada korban. Hal inilah yang diduga menjadi alasan mengapa banyak kejadian di kediaman tersebut sulit diingat kembali secara detail oleh mereka yang mengalaminya.

4. Sangat berisiko menyebabkan kematian bagi manusia

socfindoconservation.co.id

Secara medis, intoksikasi zat yang terkandung dalam tanaman Kecubung Hutan ini termasuk dalam kategori sangat mematikan. Penggunaan yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kelumpuhan otot, takikardia, hingga kondisi koma yang berkepanjangan.

Bahkan, kegagalan sistem saraf pusat akibat racun tanaman ini bisa berujung pada kematian mendalam bagi korbannya. Mengingat risikonya yang sangat fatal, tanaman ini dikategorikan sebagai salah satu koleksi tanaman paling berbahaya untuk lingkungan sekitar rumah.

Melihat fakta di atas, penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap jenis tanaman hias yang ada di sekitar rumah ya, Ma. Kecantikan bunga berbentuk terompet ini ternyata menyimpan ancaman kesehatan yang tidak main-main jika disalahgunakan.

FAQ Jeffrey Epstein

Siapakah sebenarnya sosok Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein adalah seorang pemodal atau financier asal Amerika Serikat yang sangat kaya dan memiliki koneksi dengan tokoh elite global. Namun, namanya lebih dikenal dunia sebagai terpidana pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan jaringan internasional.

Apa penyebab kematian Jeffrey Epstein saat berada di dalam penjara?

Pada 10 Agustus 2019, Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di dalam sel penjara federal Manhattan saat menunggu masa persidangan. Secara resmi, pihak berwenang menyatakan bahwa kematiannya disebabkan oleh tindakan bunuh diri.

Mengapa dokumen mengenai Jeffrey Epstein baru dirilis belakangan ini?

Dokumen tersebut dirilis secara bertahap oleh Departemen Kehakiman (DOJ) sebagai bagian dari transparansi hukum dan upaya mengungkap fakta-fakta tersembunyi. Hal ini dilakukan agar publik mengetahui rincian penyelidikan, termasuk temuan-temuan aneh seperti koleksi tanaman berbahaya di kediamannya.

Editorial Team