Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Baju Luntur, Salah Satunya Kualitas Warna Bajunya
Magnific/fabrikasimf
  • Luntur pada baju sering disebabkan oleh kualitas pewarna kain yang rendah dan proses produksi yang kurang sempurna, membuat pigmen warna mudah larut saat dicuci.

  • Faktor lain seperti suhu air terlalu panas, deterjen keras, serta perendaman berlebihan dapat memperlemah ikatan warna pada serat kain hingga menyebabkan kelunturan.

  • Mencampur baju berwarna dengan putih, paparan sinar matahari langsung, dan gesekan kuat saat mencuci juga mempercepat pudarnya warna baju.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah Mama ketika sedang mau menjemur baju, Mama langsung tersadar bahwa baju yang habis dicuci itu ternyata luntur? Rasanya pasti nyesek ya, terlebih kalau baju favorit yang awalnya berwarna putih menjadi ada bercak warna navy.

Usut punya usut, hal ini tentunya tak terjadi begitu saja tanpa adanya penyebab. Seperti contoh, kalau Mama suka mager memisahkan baju berwarna dengan baju putih saat hendak dicuci, pastinya warnanya akan luntur.

Jikalau Mama sudah memisahkan baju putih dari baju berwarna tapi tetap luntur, lantas apa penyebab lainnya? Untuk mengetahuinya, Popmama.com akan membagikan rangkuman terkait penyebab baju luntur.

Disimak, ya!

Deretan Penyebab Baju Luntur

1. Kualitas pewarna kainnya rendah

Freepik

Penyebab utama lunturnya baju karena rendahnya kualitas pewarna tekstil dan proses pewarnaan yang kurang sempurna saat produksi. Akibatnya, pigmen warna tidak menyatu dengan baik pada serat kain, terutama pada baju baru berwana pekat atau cerah yang menggunakan banyak pewarna. 

Ketika dicuci, zat warna yang berlebih ini mudah larut akibat air, detergen, dan gesekan, lalu berisiko menodai pakaian lain. Oleh karena itu, baiknya Mama memilih baju yang berbahan berkualitas tinggi jauh karena warnanya tidak mudah luntur atau merusak cucian lain jadi lebih aman.

2. Mencuci baju dengan suhu yang terlalu panas

Freepik

Apabila Mama mencuci baju dengan suhu air yang terlalu panas, maka dapat membuat ikatan antar pewarna dan serat kain pada baju menjadi lebih lemah. Hal ini bisa menyebabkan warna pada baju berpotensi lebih mudah larut dan akhirnya mengalami kelunturan.

Adapun jenis bahan baju yang lebih rentan mengalami perubahan warna saat sering dicuci dengan air panas seperti katun dan rayon. Untuk itu, penting untuk mengikuti petunjuk pencucian yang tertera pada label baju untuk menjaga warna bajunya tetap awet.

3. Penggunaan deterjen yang bahan kimianya terlalu keras

Freepik

Deterjen memang berfungsi mengangkat noda dan kotoran, tetapi penggunaan produk dengan kandungan bahan kimia yang terlalu keras dapat mempercepat proses pelunturan warna baju. Apalagi kalau Mama menggunakan deterjen dalam jumlah yang berlebihan.

Kandungan pemutih atau zat pembersih tertentu dapat mengikis lapisan warna pada serat kain. Oleh karena itu, memilih deterjen yang sesuai dengan jenis baju berwarna dapat membantu menjaga warna tetap cerah dan tidak cepat pudar.

4. Merendam baju terlalu lama

Pexels/530123908

Kalau Mama berpikir merendam baju selama berjam-jam itu efektif dalam menghilangkan noda, justru malah membuat zat pewarna keluar dari serat kain dan bercampur dengan air rendaman.

Semakin lama baju berada dalam air, semakin besar risiko warna memudar atau luntur. Untuk menghindarinya, rendam baju sesuai kebutuhan dan jangan melebihi waktu yang dianjurkan, ya.

5. Mencampur baju berwarna dengan baju putih

Magnific/prostooleh

Siapa yang pernah mencuci baju putih bersamaan dengan baju berwarna dan hasilnya jadi kelunturan, nih? Hal ini disebabkan warna yang keluar dari baju tertentu dapat menempel pada pakaian lain, terlebih jika Mama mencampurnya dengan baju putih.

Selain membuat baju putih terlihat kusam, warna yang menempel juga sering sulit dihilangkan. Makanya Mama harus memisahkan baju berdasarkan warna sebelum mulai mencuci, ya.

6. Terlalu sering terpapar sinar matahari langsung

Pexels/ian-panelo

Menjemur baju di bawah sinar matahari memang membantu proses pengeringan menjadi lebih cepat. Namun, paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat merusak pigmen warna pada kain, sehingga baju tampak lebih kusam.

Efek ini biasanya lebih terlihat pada baju dengan warna gelap atau cerah. Untuk menjaga warna tetap awet, Mama bisa menjemur baju dalam posisi terbalik atau di tempat yang teduh, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik.

7. Gesekan yang berlebihan saat baju dicuci

Magnific/pressfoto

Gesekan yang terlalu kuat selama proses pencucian, baik menggunakan tangan maupun mesin cuci, dapat membuat lapisan warna pada serat kain terkikis sedikit demi sedikit. Hal ini dapat terjadi kalau Mama menyikatnya terlalu keras atau dicuci dengan mode putaran yang agresif.

Seiring waktu, warna baju menjadi lebih pudar dan tidak secerah saat pertama kali dibeli. Menggunakan teknik pencucian yang lembut serta menyesuaikan mode mesin cuci dengan jenis kain dapat membantu mengurangi risiko baju luntur.

Itulah rangkuman terkait penyebab baju luntur. Semoga informasi di atas bisa membantu Mama terhindar dari drama baju luntur, ya.

Editorial Team

Related Article