“Saya pertama kali ketemu Nona itu tahun 2016, umur dia 19 tahun. Mungkin sudah cukup umur, tapi karena dia perannya anak SMA dan saya Pak RT, kita tidak banyak ngobrol dan tidak tukaran nomor kontak sama sekali.”
Nostalgia! 5 Cerita Cinta Arie Kriting di Momen Anniversary Pernikahan

- Pertemuan pertama pasangan ini singkat dan sempat berlalu begitu saja.
- Arie Kriting dan Indah Permatasari dipertemukan kembali lewat film dengan interaksi yang lebih dekat.
- Kedekatan Arie Kriting dan Indah Permatasari tumbuh saat sering promo film berdua.
Merayakan ulang tahun pernikahan sering kali menjadi momen refleksi bagi pasangan suami istri. Bukan hanya tentang lamanya waktu bersama, tetapi juga tentang bagaimana sebuah hubungan dimulai, tumbuh, dan akhirnya dipilih untuk diperjuangkan.
Hal inilah yang dibagikan oleh Arie Kriting melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, @Arie_Kriting, pada Senin (12/1/2025). Dalam unggahan tersebut, Arie menuliskan kisah awal pertemuannya dengan sang istri, Indah Permatasari. Cerita tersebut begitu jujur, hangat, dan apa adanya.
Bukan sekadar ucapan wedding anniversary, cerita Arie justru memperlihatkan bagaimana hubungan bisa tumbuh secara perlahan, tanpa rencana besar, namun penuh makna.
Berikut Popmama.com merangkum perjalanan cinta Arie Kriting dan Indah Permatasari berdasarkan unggahannya.
Yuk, disimak ceritanya!
Deretan Cerita Cinta Arie Kriting di Momen Anniversary Pernikahan
1. Pertemuan pertama yang singkat dan berlalu begitu saja

Arie Kriting pertama kali bertemu Indah Permatasari pada tahun 2016. Saat itu, Indah masih berusia 19 tahun dan memerankan karakter anak SMA, sementara Arie memerankan sosok yang jauh lebih dewasa.
Perbedaan peran membuat keduanya tidak memiliki banyak ruang untuk berinteraksi. Bahkan, Arie mengakui bahwa pertemuan pertama tersebut tidak meninggalkan kesan mendalam.
Arie menutup bagian ini dengan kalimat sederhana, namun bermakna. Ia mengatakan kalau pertemuan tersebut lewat begitu saja. Kisah ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan besar selalu diawali oleh momen yang istimewa.
2. Dipertemukan kembali lewat film dengan interaksi yang lebih dekat

Setahun berselang, Arie Kriting dan Indah Permatasari kembali dipertemukan dalam film Jomblo Reboot. Kali ini, mereka memerankan karakter anak kuliahan yang secara usia serta peran terasa lebih setara.
Dalam film tersebut, karakter Arie diceritakan menyukai karakter Indah, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Menariknya, justru dari alur cerita ini interaksi mereka di dunia nyata mulai berkembang.
“Setahun berikutnya ketemu lagi di film Jomblo Reboot, peran kita sama-sama anak kuliahan. Dan ada plot saya suka sama dia, tapi dia tolak.”
Dari sinilah keduanya mulai lebih sering mengobrol, terutama karena kesamaan latar belakang sebagai sesama orang Sulawesi. Meski begitu, hubungan mereka masih sebatas rekan kerja dan teman di lokasi syuting.
3. Kedekatan tumbuh saat sering promo film berdua

Kedekatan Arie Kriting dan Indah Permatasari semakin terasa ketika memasuki masa promosi film. Mereka kerap menjalani agenda promo bersama, bahkan sering hanya berdua karena jadwal pemain lain yang padat.
Kebersamaan ini membuka ruang obrolan yang lebih personal dan santai, di luar tuntutan pekerjaan.
“Menjelang tayang kami sama-sama promo film. Nah, di situ kayaknya mulai kita dekat. Karena seringkali kelar promo kita makan bareng,” cerita Arie dalam unggahannya.
Arie juga mengenang bahwa saat itu mereka sering promo hanya berdua, hingga akhirnya bertukar nomor kontak. Dari sinilah hubungan mereka mulai bergerak dari profesional menjadi lebih personal.
4. Rasa rindu yang jujur membuka pintu perasaan

Saat film tayang, Arie Kriting harus kembali ke lokasi syuting film Susah Sinyal di Sumba. Di sisi lain, Indah harus menjalani promosi film seorang diri.
Kondisi ini justru menjadi titik penting dalam hubungan mereka. Indah kerap menelepon Arie dan mengungkapkan perasaannya yang merasa sepi harus promo sendirian.
“Terus pas promo dia sering menelpon saya, katanya sepi banget promo sendirian dia. Saya disuruh buruan pulang sama dia,” katanya.
Arie menggambarkan momen tersebut dengan kalimat yang sangat emosional.
“Ngomongnya di kuping, kenanya di hati.”
Dari sinilah perasaan yang sebelumnya samar mulai terasa nyata dan tidak bisa diabaikan.
5. Keberanian menyatakan perasaan yang mengubah segalanya

Sepulang dari Sumba, Arie Kriting langsung menemui Indah Permatasari. Tanpa rencana besar, keduanya mulai sering menghabiskan waktu bersama, mulai dari makan, nongkrong, hingga menonton film.
Arie mengaku bahwa perubahan perasaannya terjadi begitu saja, seolah didorong oleh keyakinan yang tidak bisa dijelaskan.
“Entah malaikat apa yang merasukiku, kayaknya takdir sih, ya. Tiba-tiba saja saya jadi suka jalan sama dia.”
Setelah merasa yakin, Arie pun akhirnya mengungkapkan perasaannya secara jujur.
“Terus saya bilang lah kalau suka. Diterima sama dia.”
Dari keberanian sederhana itulah, perjalanan cinta Arie Kriting dan Indah Permatasari dimulai hingga akhirnya menikah dan kini merayakan lima tahun kebersamaan. Unggahan Arie ini memperlihatkan bahwa cinta tidak selalu hadir secara instan. Terkadang, ia tumbuh dari pertemanan, perhatian kecil, dan kejujuran terhadap perasaan sendiri.
Itulah perjalanan cinta Arie Kriting dan Indah Permatasari yang dibagikan lewat unggahan wedding anniversary. Menurut Mama, bagian mana dari kisah mereka yang paling terasa dekat dengan pengalaman relationship di kehidupan nyata?
FAQ Hubungan Arie Kriting dan Indah Permatasari
| Apa yang membuat hubungan Arie Kriting dan Indah Permatasari terlihat kuat hingga kini? | Hubungan pasangan ini kerap dipandang kuat karena dibangun dari proses saling mengenal, komunikasi yang terbuka, serta kesiapan untuk tumbuh bersama seiring waktu. |
| Bagaimana perbedaan usia memengaruhi dinamika relationship mereka? | Perbedaan usia dapat menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam hubungan, namun dengan komunikasi yang sehat. Hal ini justru bisa menjadi ruang saling melengkapi. |
| Apa peran dukungan emosional dalam hubungan pernikahan seperti Arie dan Indah? | Dukungan emosional membantu pasangan menghadapi tekanan pekerjaan, jarak, dan perubahan fase hidup tanpa kehilangan rasa aman satu sama lain. |


















