4 Kisah Persahabatan yang Mirip Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono
-Bd0aHeGM5EUP2LInH4do45URleLdrPC1.jpg)
Dunia pendakian Indonesia berduka atas meninggalnya Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono di puncak Cartenz, Papua. Keduanya adalah sahabat sejak sekolah menengah yang berbagi mimpi menaklukkan gunung-gunung tertinggi hingga akhirnya menghadapi tantangan terakhir bersama.
Persahabatan mereka terjalin erat dari masa remaja hingga dewasa, dipersatukan oleh cinta pada petualangan. Lilie dan Elsa selalu mendukung satu sama lain dalam setiap pendakian, hingga akhirnya menghadapi tantangan terakhir bersama.
Mereka meninggal dunia akibat gejala hipotermia yang menyebabkan gangguan pada jantung, otak, dan pernapasan. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang melanda Gunung Cartenz saat mereka berjuang mencapai puncak.
Dalam artikel ini, Popmama.com telah merangkum terkait deretan kisah persahabatan yang mirp Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono secara lebih detail.
Yuk, disimak deretan kisah persahabatan kali ini!
Deretan Kisah Persahabatan yang Mirip Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono
1. Alex Lowe, David Bridges, dan Conrad Anker yang berujung pada kematian

Conrad Anker, Alex Lowe, dan David Bridges adalah tiga sahabat yang dipersatukan oleh kecintaan pada pendakian gunung.
David adalah juru kamera yang sekaligus merupakan teman mereka. Namun, longsoran salju di Gunung Shishapangma pada 5 Oktober 1999 merenggut nyawa Lowe dan Bridges, sementara Conrad Anker menjadi satu-satunya yang selamat.
Setelah 16 tahun terkubur di gletser, jasad Lowe dan Bridges ditemukan oleh dua pendaki Eropa, Ueli Steck dan David Goettler. Conrad Anker, yang kemudian menikahi istri Lowe dan membesarkan anak-anaknya Lowe, mengenang sahabatnya sebagai pendaki luar biasa yang selalu menikmati setiap perjalanan di gunung.
2. Scott Fischer dan Ed Viesturs di gunung K2 dalam misi pendakian serta penyelamatan

Scott Fischer dan Ed Viesturs, dua pendaki asal Seattle, awalnya adalah rival dalam bisnis pemandu gunung. Namun, dalam ekspedisi ke K2, mereka harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan ekstrem tanpa oksigen tambahan.
Selama perjalanan, mereka mengalami berbagai kesulitan, termasuk cedera bahu yang dialami Fischer akibat terpeleset di medan es. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan pendakian dan bahkan membantu menyelamatkan seorang pendaki perempuan Prancis yang kelelahan.
Dalam misi penyelamatan, mereka nyaris tersapu longsoran salju tetapi berhasil bertahan. Selain menaklukkan puncak K2, mereka juga membuktikan bahwa solidaritas di gunung bisa mengalahkan persaingan. Namun takdir berkata lain, dalam pendakian lain, Scott Fisher dikabarkan meninggal di Gunung Everest pada tahun 1996.
3. Reinhold Messner dan Peter Habeler, pendaki legendaris gunung Everest tanpa oksigen tambahan

Reinhold Messner dan Peter Habeler adalah pendaki legendaris yang mencetak sejarah dengan mendaki Everest tanpa oksigen tambahan pada 1978. Sebelum itu, mereka bertemu di Pegunungan Alpen dan berbagi visi tentang pendakian yang ringan, cepat, serta tanpa bantuan oksigen.
Mereka saling mendukung untuk menantang batas diri dan melawan konvensi dalam dunia pendakian. Keberhasilan mereka di Everest menjadi bukti bahwa persahabatan dan kerja keras dapat membawa pencapaian luar biasa.
4. Tommy Caldwell dan Kevin Jorgeson sang penakluk The Dawn Wall di El Capitan

Tommy Caldwell dan Kevin Jorgeson menjadi terkenal setelah menaklukkan The Dawn Wall di El Capitan. Persahabatan mereka berawal dari komunitas panjat tebing di California, di mana Caldwell melihat potensi Jorgeson.
Mereka berlatih bersama dengan mendaki berbagai tebing di Amerika Serikat. Ikatan mereka semakin kuat seiring dengan tantangan yang mereka hadapi, termasuk persiapan bertahun-tahun untuk The Dawn Wall.
Pendakian The Dawn Wall berlangsung selama 19 hari penuh perjuangan. Mereka saling mendukung dan memotivasi hingga akhirnya berhasil mencapai puncak.
Itulah rangkuman terkait deretan kisah persahabatan yang mirp Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono. Semoga informasi di atas dapat membantu serta menjadi inspirasi positif dalam hubungan persahabatan ya, Ma.



















