Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Lyodra Rilis Lagu 'Pura-Pura', Gambarkan Proses Healing dari Luka

Lyodra Rilis Lagu 'Pura-Pura', Gambarkan Proses Healing dari Luka
Popmama.com/FX Dimas Prasetyo
Intinya Sih
  • Lyodra percaya kejujuran, meski menyakitkan, jauh lebih baik daripada menyembunyikan perasaan yang akhirnya menjadi beban untuk diri sendiri.

  • Proses pendewasaan membuat Lyodra kini lebih tenang dan bijak dalam menghadapi masalah, berbeda jauh dengan dirinya yang lebih muda dan lebih reaktif secara emosional.

  • Bagi Lyodra, menyanyi dengan rasa adalah cara untuk menyampaikan emosi secara jujur. Tujuannya agar pendengar benar-benar ikut merasakan cerita di balik setiap lagu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Healing bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam. Ia datang pelan-pelan, kadang melalui tangisan yang tidak terduga, kadang melalui percakapan yang tertunda, dan sering kali melalui sebuah lagu yang terasa seperti sedang bercerita tentang hidup seseorang.

Ada momen di mana musik menjadi satu-satunya ruang yang cukup aman untuk mengakui bahwa semuanya belum baik-baik saja, dan itulah momen di mana sebuah lagu berhenti menjadi sekadar hiburan dan berubah menjadi teman.

Lyodra Ginting memahami betul kekuatan itu. Lewat lagu 'Pura-Pura', ia tidak hanya menawarkan melodi yang indah, tetapi juga mengulurkan tangan kepada siapa saja yang sedang berjuang memahami perasaannya sendiri.

Lagu 'Pura-Pura' berbicara tentang luka, tentang kejujuran yang tertunda, dan tentang proses panjang untuk akhirnya berani melihat ke dalam diri. Penasaran seperti apa cerita lengkapnya? Melalui wawancara eksklusif bersama Lyodra Ginting di IDN HQ pada Senin (27/4/2026), Popmama.com telah merangkum cerita Lyodra tentang proses healing dan makna lagu 'Pura-Pura' dalam memahami diri.

Yuk Ma, disimak!

1. Kejujuran adalah pintu pertama menuju pemulihan

Lyodra "Pura-Pura"
Popmama.com/FX Dimas Prasetyo

Luka dalam sebuah hubungan jarang hadir dengan cara yang dramatis. Lebih sering, ia datang diam-diam, menyelinap di balik kata-kata yang tidak pernah terucap dan perasaan yang terus dipilih untuk disimpan sendirian.

Banyak orang bertahan dalam kondisi itu bukan karena tidak merasakannya, tetapi karena mengakui luka terasa jauh lebih menakutkan daripada berpura-pura semuanya baik-baik saja. Lagu 'Pura-Pura' lahir dari ruang yang familiar itu, ruang sunyi di antara apa yang dirasakan dan apa yang berani diungkapkan.

Bagi Lyodra, jawaban dari semua itu hanya satu, yaitu kejujuran. Bukan kejujuran yang mudah, tapi kejujuran yang dipilih karena sadar bahwa menyembunyikan perasaan punya harganya sendiri.

"Kalau jujur memang sakit, tapi menurut aku lebih baik jujur daripada kita harus menyembunyikan perasaan dan akhirnya jadi beban untuk diri sendiri," ujar Lyodra.

Pernyataan itu sederhana, tetapi menyimpan kedalaman yang nyata. Healing tidak bisa dimulai selama seseorang masih memilih menyembunyikan apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Lagu 'Pura-Pura' hadir bukan untuk menghakimi mereka yang belum siap, melainkan untuk mengingatkan dengan lembut bahwa kejujuran, meski menyakitkan, adalah pintu pertama menuju pemulihan.

2. Dewasa bukan berarti tidak merasakan, tetapi lebih bijak merespons

Lyodra "Pura-Pura"
Popmama.com/FX Dimas Prasetyo

Ada perbedaan besar antara seseorang yang baru pertama kali patah hati dengan seseorang yang sudah pernah melewatinya dan memilih untuk belajar. Perbedaan itu bukan soal siapa yang lebih kuat, tetapi soal siapa yang sudah memberi dirinya cukup waktu untuk memahami bahwa emosi bukanlah musuh yang harus dilawan, melainkan sesuatu yang perlu didengar.

Proses itulah yang disebut pendewasaan, dan Lyodra merasakannya secara langsung dalam perjalanan hidupnya sebagai penyanyi sekaligus manusia yang terus bertumbuh. Lyodra menyadari bahwa cara ia merespons sebuah situasi kini sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

"Kalau aku yang umur 17 tahun mungkin akan lebih emosional dan langsung bereaksi, tapi sekarang aku merasa lebih tenang dan lebih bijak dalam melihat suatu masalah," ungkapnya.

Pertumbuhan itu bukan berarti Lyodra tidak lagi merasakan sakit. Ia hanya sudah belajar untuk tidak membiarkan rasa sakit itu mengambil alih sepenuhnya.

Dalam konteks lagu 'Pura-Pura', growth itu terasa sangat relevan, karena lagu ini pada dasarnya berbicara tentang seseorang yang akhirnya memilih untuk melihat situasinya dengan lebih jelas, bukan lagi dengan mata yang kabur oleh ketakutan.

3. Menyanyi dengan rasa agar pendengar ikut merasakan

Lyodra "Pura-Pura"
Popmama.com/FX Dimas Prasetyo

Musik punya cara tersendiri untuk menyentuh bagian dari diri seseorang yang bahkan tidak bisa dijangkau oleh kata-kata biasa. Saat seseorang mendengar sebuah lagu dan tiba-tiba merasa seperti dilihat sepenuhnya, itu bukan kebetulan.

Itu merupakan hasil dari seorang penyanyi yang memilih untuk hadir sepenuhnya di dalam lagunya, yang tidak hanya menyanyikan nada, tetapi juga menuangkan rasa ke setiap suku kata. Lyodra termasuk penyanyi yang sangat percaya pada prinsip itu.

Baginya, menyampaikan lagu bukan sekadar soal teknik vokal. Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari itu.

"Aku selalu berusaha menyanyi dengan rasa, supaya orang yang mendengarkan juga bisa ikut merasakan cerita dan emosi yang ada di dalam lagu itu," kata Lyodra.

Itulah mengapa lagu 'Pura-Pura' terasa begitu dekat bagi banyak pendengarnya. Lagu ini bukan hanya tentang Lyodra, tapi tentang siapa saja yang pernah merasakan hal serupa.

Saat seseorang mendengarnya dan merasa relate, di saat itulah musik menjalankan fungsi terdalamnya, yaitu menjadi cermin yang membantu seseorang lebih memahami dirinya sendiri, dan dari sana, healing pun perlahan bisa dimulai.

Itulah perjalanan reflektif Lyodra Ginting melalui lagu 'Pura-Pura', sebuah pengingat bahwa healing bukan tujuan yang bisa dicapai dengan cepat, melainkan proses yang membutuhkan kejujuran, kesabaran, dan keberanian untuk terus melihat ke dalam diri.

FAQ Lagu 'Pura-Pura' Lyodra

Apa pesan utama yang ingin Lyodra sampaikan lewat lagu 'Pura-Pura'?

Lyodra ingin pendengarnya memahami bahwa berpura-pura baik-baik saja bukanlah solusi. Pesan utama lagu ini adalah ajakan untuk jujur dengan diri sendiri, karena kejujuran, meski menyakitkan, adalah langkah pertama yang paling penting dalam proses healing.

Bagaimana pendewasaan memengaruhi cara Lyodra membawakan lagu?

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Lyodra mengaku kini lebih tenang dan bijak dalam memproses emosi. Lyodra tidak lagi bereaksi secara impulsif terhadap situasi yang sulit, melainkan memilih untuk melihatnya dengan lebih jernih sebelum merespons.

Mengapa musik bisa menjadi media healing yang efektif menurut Lyodra?

Bagi Lyodra, musik yang dibawakan dengan rasa punya kemampuan untuk menyentuh emosi pendengar secara langsung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More