"Dari situlah kami berdua dan seorang teman membentuk grup Kura-Kura Gunung dan beranak pinak sampai sekarang. Mendaki puluhan gunung di dalam dan beberapa di luar negeri," tulis Lilie di salah satu unggahan Instagram Elsa.
6 Makna Kisah Persahabatan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono
-61EX2MDQmBbfffljfWNBvwa29d8wziGN.jpg)
Persahabatan dari dua orang perempuan yang disebut Hiking Queen yaitu Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono disorot. Mereka seolah "sehidup semati" untuk hobi yang keduanya sama-sama jalani dalam waktu yang lama itu.
Kabar keduanya meninggal saat ekspedisi ke Puncak Cartenz di Kabupaten Mimika, Papua Tengah pun membawa kabar duka. Keduanya meninggal dunia karena mengalami hipotermia.
Jasad Elsa berhasil dievakuasi oleh tim SAR Timika dan sudah dibawa ke RSUD Timika. Sedangkan jasad Lilie sempat dikabarkan dievakuasi karena terkendala cuaca buruk.
Kisah persahabatan mereka membuat warganet terharu. Pasalnya sebagai pendaki ulung, nama Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono di dunia pendakian bukanlah baru.
Berikut Popmama.com rangkum makna kisah persahabatan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono secara lebih detail.
1. Dipertemukan karena sama-sama lahir dan besar di Malang
-Ivm8dAIntVlDto5klnEG85sqU0e9Z3sT.jpg)
Lilie Wijayanti Pogieono adalah seorang perempuan yang lahir di Malang pada 2 Oktober 1965. Di sisi lain, Elsa Laksono juga berasal dari Malang dan lahir pada 24 Juli 1965.
Elsa berprofesi sebagai dokter gigi dan memiliki akun Instagram @explorewithelsa, di mana ia sering membagikan pengalaman berpetualang di alam.
Sementara itu, Lilie Wijayanti dikenal sebagai pendaki berpengalaman yang aktif membagikan cerita mendakinya melalui akun Instagram @mamakpendaki. Selain mendaki, Lilie juga berkarier sebagai perancang busana dan menjalankan bisnis bernama La Belle Femme (LBF).
2. Pertemanan yang panjang karena sudah sejak SMP
-CLtittEOjhUbPg030S8k8xU6PTfRJcOU.jpg)
Persahabatan Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono dimulai sejak SMP, lalu berlanjut ke SMAK St. Albertus Malang (SMA Dempo). Dari unggahan Instagram Elsa, keduanya kembali akrab sejak ada media sosial dan sama-sama aktif untuk membagikan perjalanan mereka.
Mereka menamakan diri sebagai Hiking Queen dan menyebut alam sebagai taman bermain mereka. Dalam unggahan Instagram, Lilie menulis, "We are not the dancing queen, we are the hiking queen."
3. Sempat berpisah sejak lulus SMA, namun kenangannya tak lekang
-FA9fYQqTJNZv3V7V2f3FFn1F160ZD5nw.jpg)
Sebagai informasi, keduanya diketahui sudah berteman sejak sama-sama SMA. Keduanya diketahui mendaki sejak usia 18 tahun, menaklukkan Gunung Bromo bersama-sama.
Setelah lulus SMA, mereka sempat berpisah karena Lilie melanjutkan studi dan berkarier. Perpisahan setelah lulus itu tidak membuat keduanya canggung. Karena setelahnya mereka berhasil mendaki banyak gunung bersama.
Misalnya ketika Elsa berulang tahun ke-50, ia menginginkan hadiah berupa perjalanan ke Gunung Semeru.
4. Menginspirasi karena meraih mimpi mendaki banyak gunung bersama
-9BUXGJIHpFBSFYCXt8oKqjyd1HaSzrOj.jpg)
Sebagai pendaki ulung, Elsa Laksono diketahui telah berhasil menaklukkan gunung seperti Sumbing, Slamet, Mahameru.
Sementara itu, sahabatnya Lilie Wijayanti diketahui sudah berhasil menaklukkan setidaknya 30 gunung seperti Merbabu, Rinjani, Semeru, Kelud, Cartenz, Kerinci, Slamet, Latimojong dan lainnya.
Ada salah satu foto keduanya bersama menaklukan puncak Gunung Slamet. Di foto itu keduanya tampak bahagia, tersenyum cerah ke arah kamera. Persahabatan yang sempat dipisahkan ini kembali bersatu karena hobi yang sama.
5. Keduanya sampai menaklukan Everest Basecamp tahun 2019
-rUUud4wqmdBpUC50D4ireQp4IuO63odh.jpg)
Kegemaran dua sahabat ini membawa mereka ingin mendaki banyak gunung tidak hanya di Indonesia. Di tahun 2019, dari unggahan Instagram Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono keduanya juga menjelajah sampai ke pegunungan Everest.
Memang keduanya mendaki tidak sampai puncak tertinggi gunung di dunia itu. Namun, bersama-sama mereka sampai di Everest Basecamp dengan ketinggian 5.364 MDPL (meter di atas permukaan laut).
6. Puncak Cartenz menjadi saksi terakhir persahabatan kuat mereka
-Bd0aHeGM5EUP2LInH4do45URleLdrPC1.jpg)
Kabar mengejutkan nan menyesakkan banyak orang mengenai meninggalkan Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono datang pada Senin (3/3/2025) pagi. Dikutip dari akun X wartawan senior Andreas Harsono @andreasharsono menyebut keduanya meninggal dunia karena hipotermia di ketinggian.
"Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Cartenz, dekat Timika, Papua," tulis Andreas Harsono dikutip dari akun X @andreasharsono, Senin (3/3/2025) pagi.
Lilie sendiri pernah bercerita sebelum meninggal dunia ingin menginjakkan 7 puncak tertinggi di Indonesia. Sebagai informasi, Andreas adalah teman sekolah Lilie dan Elsa saat masa SMA, tepatnya alumni SMA Dempo Malang 1981-1984.
"Badan dan jiwa sehat, dia ingin mendaki tujuh puncak tertinggi di Indonesia, meninggal di urutan terakhir: Puncak Cartenz, Papua," ujarnya.
Rombongan Lilie dan Elsa berjumlah 10 orang. Termasuk pendaki Fiersa Besari dan Furky Syahroni. Menurut keterangan, rombongan mereka sudah mencapai summit Puncak Cartenz hari Kamis, 27 Februari 2025 lalu.
Itulah tadi makna kisah persahabatan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono. Semoga arwah keduanya bisa diterima di sisi-Nya.



















