"Maksudnya memang mereka dengan nama-nama besar mereka itu membuat Arga semakin merasa kecil gitu. Jadi kayaknya bukan maksudnya menggampangkan, tapi memang itulah yang terjadi pada diri Ardit dan Arga gitu. Memang minder gitu," ucap Ardit.
Naya Anindita Ungkap Makna Perjuangan di Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Naya Anindita menghadirkan film Tunggu Aku Sukses Nanti yang menggambarkan perjuangan anak muda menghadapi tekanan ekspektasi dan perbandingan dalam keluarga besar.
Karakter Arga diperankan Ardit Erwandha, seolah menunjukkan tekad seorang anak untuk mengangkat derajat orangtuanya dengan kerja keras dan cinta tulus, bukan semata mengejar kekayaan.
Melalui film ini, Naya Anindita menyampaikan pesan agar generasi muda terus berproses menuju sukses tanpa melupakan kebahagiaan diri dan menghargai perjalanan masing-masing.
Momen berkumpul bersama keluarga besar sering kali menjadi momen yang penuh warna, namun terkadang juga menyimpan beban tersendiri. Hal inilah yang ingin dibahas lebih dalam oleh sutradara Naya Anindita lewat film terbarunya berjudul Tunggu Aku Sukses Nanti.
Film ini tidak hanya menawarkan tawa, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang martabat serta kasih sayang anak kepada orangtua.
Naya ingin mengajak penonton untuk melihat lebih dekat bagaimana seorang anak berjuang di tengah himpitan ekspektasi dan perbandingan dengan saudara lainnya. Perjuangan ini terasa sangat nyata karena banyak dari kita yang mungkin pernah berada di posisi Arga, karakter utama dalam film ini.
Dalam wawancara eksklusif bersama Popmama.com di IDN HQ pada Jumat (27/2/2026), Naya Anindita membagikan pandangannya mengenai makna keluarga dalam film ini.
Yuk Ma, simak rangkuman ceritanya!
1. Membangun rasa minder yang nyata di tengah keluarga besar

Dalam proses produksinya, Naya Anindita sengaja menciptakan lingkungan yang membuat karakter Arga merasa sangat kecil di hadapan saudara-saudaranya yang sukses.
Salah satu caranya dengan memasangkan Ardit Erwandha bersama jajaran aktor besar, sehingga perasaan minder yang muncul di layar terasa sangat tulus tanpa perlu dibuat-buat.
Ardit pun menceritakan pengalamannya saat membangun karakter Arga yang merasa rendah diri.
Perasaan minder ini menjadi titik awal perjuangan Arga. Sosok Arga mewakili perasaan banyak anak muda di luar sana yang merasa belum bisa membanggakan orangtua saat harus berhadapan dengan kesuksesan sepupu atau saudara lainnya di sebuah acara keluarga.
2. Tekad kuat seorang anak untuk mengangkat derajat orangtua

Inti dari perjuangan dalam film ini, yakni keinginan tulus seorang anak untuk memberikan posisi yang lebih baik bagi orangtuanya di mata keluarga besar.
Naya Anindita menekankan bahwa motivasi terbesar karakter Arga bukanlah sekadar kekayaan materi, melainkan keadilan dan kehormatan bagi papa dan mamanya.
Naya juga turut menjelaskan misi utama dari perjalanan karakter Arga di film ini.
"Pada saat itu aku milih untuk ngomongin soal perjuangannya orangtuanya Arga, dan juga perjuangannya Arga. Film ini bercerita tentang perjuangan seseorang, derajat orangtua, dan derajat keluarga juga," kata Naya.
Perjuangan ini memperlihatkan bahwa cinta seorang anak bisa menjadi bahan bakar yang luar biasa untuk bekerja keras. Arga ingin membuktikan bahwa orangtuanya tidak pantas dipandang sebelah mata hanya karena kondisi finansial yang berbeda dari anggota keluarga besar lainnya.
3. Pesan untuk tetap berproses dan tidak lupa bahagia

Melalui film Tunggu Aku Sukses Nanti, Naya Anindita juga ingin memberikan pelukan hangat bagi para "Arga" di dunia nyata yang saat ini masih merasa tertinggal.
Perjuangan untuk meraih sukses memang berat, namun Naya mengingatkan agar proses tersebut tidak sampai menghilangkan jati diri dan kebahagiaan pribadi.
Naya turut memberikan pesan penyemangat bagi anak muda yang sedang berjuang demi keluarga.
"Jalan terus, jangan lupa bahagiakan diri sendiri. Buat Arga-Arga di luar sana yang merasa belum sukses gitu, pelan-pelan pasti sampai," tutupnya.
Pesan ini sangat penting bagi kita semua ya, Ma. Bahwa dalam usaha membahagiakan orangtua dan keluarga, kita juga harus tetap berdamai dengan kecepatan proses masing-masing karena setiap orang memiliki waktu "sukses" yang berbeda-beda.
Kisah perjuangan dalam film ini sangat menyentuh hati ya, Ma. Seolah mengingatkan kita untuk selalu mendukung setiap usaha yang dilakukan anak-anak kita.
Semoga film ini bisa menjadi inspirasi bagi keluarga di Indonesia untuk saling menguatkan tanpa harus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Profil Singkat Sutradara Naya Anindita
| Siapa sebenarnya sosok Naya Anindita di industri film Indonesia? | Naya Anindita merupakan seorang sutradara, penulis naskah, sekaligus aktris berbakat asal Indonesia. Ia dikenal luas di industri kreatif berkat karya-karyanya yang selalu terasa segar, berjiwa muda, dan sangat dekat dengan realita kehidupan generasi saat ini. |
| Kapan dan di mana sutradara berbakat ini dilahirkan? | Naya lahir di Bandung, Jawa Barat. Ia merayakan hari ulang tahunnya setiap tanggal 9 November dan lahir pada tahun 1988 silam. |
| Bagaimana latar belakang pendidikan Naya Anindita sebelum menjadi sutradara? | Naya memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat di bidang komunikasi dan film. Ia merupakan lulusan Mass Communication dengan fokus Film dan Televisi dari dua universitas ternama, yaitu Curtin University di Australia dan Limkokwing University di Malaysia. |

















