Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Menurut Riset: Berkemah di Hutan Bisa Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker

Menurut Riset: Berkemah di Hutan Bisa Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker
ilustrasi solo camping (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Penelitian menunjukkan berkemah atau forest bathing dapat meningkatkan produksi sel Natural Killer (NK) yang berperan membunuh sel kanker dan memperkuat sistem imun tubuh.
  • Studi pada 12 pria usia 37–55 tahun menemukan peningkatan 50 persen aktivitas sel NK serta protein antikanker setelah tiga hari berkemah di hutan.
  • Senyawa aromatik monoterpen dan ion negatif dari udara hutan terbukti merangsang aktivitas sel NK, menetralkan radikal bebas, serta menurunkan kadar stres dalam tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Berkemah jadi salah satu kegiatan yang efektif untuk melepas penat dan me-refresh pikiran. Namun, siapa sangka jika kegiatan yang membuat diri lebih dekat dengan alam ini juga punya manfaat luar biasa untuk kesehatan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berkemah ternyata juga memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh manusia. 

Berkemah atau yang juga kerap disebut sebagai forest bathing atau shirin-yoku ternyata terbukti dapat meningkatkan produksi sel Natural Killer (NK) yang dapat membunuh kanker.

Kok bisa? Simak penjelasan lebih lanjut yang telah Popmama.com rangkum soal riset yang membuktikan berkemah di hutan tingkatkan sel pembunuh kanker.

Table of Content

Forest Bathing saat Berkemah Punya Manfaat Terhadap Kesehatan

Forest Bathing saat Berkemah Punya Manfaat Terhadap Kesehatan

Riset: Berkemah di Hutan Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker
Ilustrasi manfaat forest bathing(pexel.com/Vanessa Garcia)

Berkemah pada dasarnya sama dengan terapi forest bathing atau shinrin-yoku, yakni menikmati alam secara langsung dengan indra tubuh. Terapi ini berbeda dengan mendaki gunung yang masih harus memikirkan medan yang penuh tantangan.

Konsep forest bathing bisa dilakukan saat berkemah, dengan menikmati kondisi alam sekitar sambil menarik napas dalam-dalam, mengamati visual dedaunan, memperhatikan sinar matahari yang menembus dedaunan, bahkan hanya sekadar mendengar suara gemerisik daun yang jatuh. 

Kegiatan ini memang jadi sebagian cara untuk merelaksasi pikiran dan refreshing diri. Namun, manfaatnya ternyata lebih luas dari sekadar melepas stres, tetapi juga dapat membunuh sel kanker, Ma.

Berkemah Terbukti Meningkatkan Produksi Sel Natural Killer (NK)

Riset: Berkemah di Hutan Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker
Ilustrasi Area Camping Luas Di Tengah Hutan Pinus Yang Asri Di Bumper Ledok Ombo. (freepik.com/tawatchai07)

Bukan sekadar ‘iseng’, studi yang diungkap Stanford Lifestyle Medicine membuktikan bahwa terapi ini dapat meningkatkan aktivitas sel imun dan membantu produksi protein antikanker. 

Dalam studi yang dilakukan pada 12 laki-laki berusia 37-55 tahun berkemah dan mempraktikan forest bathing selama tiga hari di hutan yang berbeda. 

Hasilnya, peserta tersebut mendapat 50 persen peningkatan sel NK yang dapat membunuh kanker dan meningkatkan protein anti kanker seperti perforin, granzim, dan granulysin.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa saat forest bathing, kadar kortisol pada tubuh menurun dan aktivitas sel NK cenderung meningkat. 

Atmosfer Hutan Merangsang Aktivitas dan Jumlah Sel NK

Riset: Berkemah di Hutan Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker
Forest Bathing (www.mattressnextday.co.uk)

Peningkatan sel NK yang berdampak pada kekebalan tubuh ternyata memiliki pengaruh dari senyawa aromatik hutan yang dilepaskan. Seorang peneliti sekaligus pionir forest bathing, Dr. Qing Li, dalam buku “Forest Bathing: How Trees Can Help You Find Health and Happiness” mengupas hal ini lebih dalam.

Penelitiannya membuktikan bahwa monoterpen yang merupakan senyawa organik aromatik dari pohon dan tumbuhan melalui minyak esensial yang keluar ke udara bertanggung jawab atas aroma khas hutan. 

Aroma yang masuk ke dalam tubuh tersebut akan merangsang aktivitas dan jumlah sel NK untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus dan elah tumor. 

Selain senyawa monoterpen, hutan juga menghasilkan ion udara negatif yang melimpah, di mana hal ini memengaruhi fungsi kekebalan tubuh, menetralkan radikal bebas, hingga mengurangi sitokin inflamasi. 

Bukan Sekadar Hutan Lebat, Lakukan di Area Kaya Ion Positif

Riset: Berkemah di Hutan Tingkatkan Produksi Sel Pembunuh Kanker
ilustrasi forest bathing (pexels.com/Fabian Reitmeier)

Melakukan forest bathing saat berkemah bukan sekadar berjalan-jalan di sekitar area saja. Agar. lebih maksimal, lingkungan hutan yang dipilih juga harus memiliki udara yang bersih dan air mengalir yang melengkapi tanaman hijau.

Melansir laman Forest Bathing Hub, sebaiknya terapi ini juga dilakukan di lingkungan hutan yang kaya ion seperti dekat air mengalir, di bawah dedaunan, atau waktu setelah hujan, dimana sirkulasi udara memuaskan ion.

Selain itu, lakukan minimal 2-3 jam hingga beberapa hari untuk meningkatkan aktivitas sel imun dan merelaksasi sistem saraf. Hindari juga olahraga berat, cukup dengan memanfaatkan semua indra untuk berinteraksi dengan alam tanpa gangguan perangkat digital.

Itu dia penjelasan mengenai riset yang membuktikan berkemah di hutan tingkatkan sel pembunuh kanker. 

Berada dekat dengan alam bukan hanya merelaksasi pikiran, tetapi juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

FAQ Seputar Berkemah untuk Kesehatan

Mengapa berkemah membuat orang sehat?

Aktivitas seperti mendirikan tenda, memasak, berjalan, hiking, atau berenang di alam terbuka mengharuskan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik. Hal ini membantu meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, dan fleksibilitas

Apa makna dari berkemah?

Berkemah adalah kegiatan rekreasi luar ruangan di mana peserta menginap sementara di alam terbuka, seperti hutan, gunung, atau pantai, umumnya menggunakan tenda sebagai tempat berlindung.

Apakah berkemah memiliki keuntungan?

Menghabiskan waktu di luar ruangan sangat baik untuk membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan perasaan rileks, bahkan dapat membantu meredakan nyeri fisik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More