"Yang saya dapat dari Dennis itu adalah tentang leadership dan bagaimana cara memperlakukan tim dengan baik, membentuk tim dengan baik. Karena Dennis itu tipe yang dia sadar betul ketika dia running sebuah restoran, restorannya berhasil itu karena timnya dan krunya, bukan dia aja," ungkap Deva.
Perankan Chef Dennis, Deva Mahenra Justru Belajar soal Leadership

Deva Mahenra belajar nilai kepemimpinan dari peran Chef Dennis, terutama pentingnya kerja tim sebagai kunci kesuksesan restoran dan profesionalisme.
Konflik antara Dennis dan Luka muncul karena perbedaan pandangan tentang arti dan peran tim, bukan sekadar ego atau persaingan pribadi.
Dari hubungan kompetitif di dapur, Dennis dan Luka justru berkembang menjadi rekan yang akrab, seolah mencerminkan dinamika positif dari gesekan antar karakter.
Serial Luka, Makan, Cinta di Netflix menghadirkan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kisah romansa di dapur. Ada persaingan, ego, dan juga pelajaran hidup yang tersimpan di balik setiap konflik antar karakternya.
Deva Mahenra yang memerankan Chef Dennis mengaku mendapatkan pelajaran tak terduga dari karakternya ini. Uniknya, pelajaran itu bukan soal cinta atau romansa melainkan sesuatu yang justru jauh lebih relevan untuk kehidupan profesional.
Apa yang Deva pelajari dari Chef Dennis? Melalui wawancara eksklusif bersama Popmama.com di IDN HQ pada Rabu (11/3/2026), Deva berbagi tiga insight soal leadership yang ia dapatkan langsung dari peran ini.
Yuk, simak selengkapnya!
1. Dennis mengajarkan bahwa kesuksesan restoran adalah hasil kerja tim

Chef Dennis adalah seorang pemimpin dapur yang sadar betul bahwa keberhasilan sebuah restoran bukan bergantung pada satu orang saja. Nilai ini ternyata menjadi pelajaran terbesar yang Deva Mahenra ambil dari karakternya.
Perspektif ini menjadi nilai kepemimpinan yang relevan bukan hanya di dunia kuliner, tetapi juga di berbagai bidang profesional lainnya.
2. Konflik Dennis dan Luka berakar dari cara pandang soal tim yang berbeda

Menariknya, konflik utama antara Dennis dan Luka di serial ini ternyata bukan semata-mata karena ego atau persaingan semata. Deva Mahenra menjelaskan bahwa akar masalahnya lebih dalam dari itu.
"Kenapa mereka berkonflik? Karena Dennis dan Luka secara karakter kurang lebih mirip, tapi mereka punya value yang beda dari cara menilai tim dan melihat tim itu sebagai apa. Itu yang bikin mereka berkonflik," lanjut Deva.
Justru dari perbedaan nilai inilah konflik keduanya terasa believable dan relatable bagi penonton yang mungkin pernah menghadapi situasi serupa di tempat kerja.
3. Dari kompetitor jadi orang paling akrab

Di balik semua pertengkaran dan gesekan di dapur, ada dinamika menarik yang tumbuh antara Dennis dan Luka, sesuatu yang juga terjadi di antara Deva Mahenra dan Mawar Eva sebagai aktor.
"Karena sering berkonflik, mereka jadi sangat akrab. Kemampuannya sama dengan ibarat kayak Tom and Jerry. Tom nggak bakal jadi Tom kalau nggak ada Jerry," kata Deva.
Pelajaran yang Deva petik dari Chef Dennis pun akhirnya membuktikan satu hal bahwa karakter terbaik dalam sebuah cerita sering kali adalah mereka yang paling banyak belajar dari gesekan, bukan dari ketenangan.
FAQ Serial Luka, Makan, Cinta
| Siapa saja pemain pendukung di serial Luka, Makan, Cinta selain Deva Mahenra dan Mawar Eva? | Serial ini juga dibintangi oleh Sha Ine Febriyanti, Adipati Dolken, dan Asmara Abigail sebagai bagian dari jajaran pemain lintas generasi yang dihadirkan dalam produksi Netflix Indonesia ini. |
| Siapa sutradara serial Luka, Makan, Cinta dan apa karya terkenalnya sebelumnya? | Serial ini disutradarai oleh Teddy Soeria Atmadja dan diproduksi oleh Karuna Pictures. Teddy dikenal luas melalui karya-karya bertema drama intim dan ketegangan moral, antara lain Banyu Biru (2005), Ruang (2006), dan Lovely Man (2012). |
| Apakah para pemain Luka, Makan, Cinta benar-benar dilatih memasak secara profesional? | Ya. Sutradara Teddy mengonfirmasi bahwa seluruh pemain mengikuti workshop memasak, mencakup teknik memegang pisau, memotong daging, hingga plating dan penyajian makanan agar tampil autentik sebagai chef profesional. Proses desain makanan dalam serial ini bahkan memakan waktu berbulan-bulan demi memastikan detail yang autentik dan menggugah selera. |


















